Jumat, 21 September 2012

Tugas 1 - Autobiografi Vito Muhammad Tamin



16 Tahun Hidup yang Menyenangkan


Nama saya Vito Muhammad Tamin dan sekarang saya akan menceritakan sedikit tentang masa kehidupan yang sudah saya jalani selama 16 tahun ini.

Pada hari Selasa, 6 Maret 1996 pukul 01:30, saya lahir di Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat. Saya merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adik saya yang pertama Gary Abdurrazaq Tamin. Adik saya yang bungsu bernama Cindy Kayla Hanifah Tamin. Ayah saya bernama Yuri Andiko Tamin, dan Ibu saya bernama Dian Revita.
           .
Masa TK

            Pada saat saya berumur 4 tahun, saya mulai memasuki ke jenjang pendidikan TK. Saya bersekolah di TK Mutiara Indonesia.
Masa TK adalah masa-masa dimana saya masih belum mengerti banyak hal. Terutama dalam mengetahui hal mana yang benar dan hal mana yang salah, ataupun hal mana yang boleh dilakukan maupun tidak boleh dilakukan. Dan dulu saya bisa dinilai kurang baik dalam soal pertemanan karena saya sering memilih-milih teman yang saya suka saja, dan jarang mau bermain dengan teman yang saya tidak suka. Dan kalau saya sudah menganggap bahwa saya tidak suka dengan salah seorang teman saya itu, saya bisa saja mencubitnya, memukulnya, atau melakukan hal-hal lain yang bisa membuat teman saya itu jera. Pada saat itu juga terdapat beberapa orangtua murid yang protes ke Ibu saya karena saya membuat nangis anak-anak mereka. Ya, tentunya karena saya masih anak kecil dan belum mengerti apa-apa, Ibu saya hanya menasihati saya sampai saya cukup mengerti dan saya diminta oleh Ibu saya untuk meminta maaf kepada teman saya yang sudah saya pukul dan sebagainya.





Masa SD

            Saya bersekolah di SD Taruna Bangsa. Semenjak saya memasuki jenjang pendidikan SD ini, menurut saya di masa inilah saya bersemangat untuk belajar dan di masa ini pula saya memperoleh banyak sekali prestasi yang dapat mengharumkan nama baik sekolah saya. Teman-teman saya di SD cukup menyenangkan. Kami semua kompak serta akrab satu sama lain. Mungkin salah satu penyebab kekompakan kami karena jumlah anak pada satu kelas kami hanyalah 16 orang dan pada saat itu hanya terdapat satu kelas di angkatan kami. Jadi satu angkatan kami hanya terdiri dari 16 orang. Tentunya sama sekali berbeda dengan sekolah-sekolah yang lainnya dalam jumlah murid




Masa SMP

            Sekarang beralihlah kita ke jenjang yang selanjutnya yaitu masa SMP. Masa SMP ini bagi saya adalah masa-masa cukup berkesan. Banyak sekali hal-hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan yang saya alami disini. Saat kita baru masuk ke tingkat SMP, tentunya dari awal saja kita mulai melihat sangat banyaknya perbedaan yang ada dibandingkan dengan sewaktu masa SD dulu. Baik itu hal pertemanan, kondisi sekolah, maupun dari hal akademiknya. Pada masa SMP ini, terjadi pula perubahan yang besar terhadap diri saya. Dengan bersekolah di SMP Labschool Kebayoran, saya lebih dapat menghargai satu sama lain, lebih punya banyak teman-teman yang menyenangkan, lebih dalam pengetahuan tentang agamanya, dan masih sangat banyak lagi hal positif yang bisa saya dapatkan ketika bersekolah di Labschool.

            Kelas 7

Di SMP Labschool Kebayoran, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang saya ikuti. Dari sejak baru masuk, ada kegiatan MOS. Disana kita dikenalkan kepada budaya-budaya Labschool pada pertama kalinya. Dan tentunya kita bertemu dengan wajah-wajah teman kita yang baru pada kegiatan itu. Selanjutnya ada KALAM, KALAM merupakan kegiatan sejenis pesantren yang dilakukan di sekolah selama 3 hari 2 malam. Lalu setelah itu ada AKTUAL. AKTUAL merupakan kegiatan semacam studi lapangan. Lalu ada LDKS. LDKS merupakan latihan dasar kepemimpinan siswa yang dilaksanakan di sekolah. Kegiatan itu merupakan syarat yang paling berpengaruh apabila kita ingin menjadi OSIS atau MPK.

Kelas 8

Kelas 8 adalah kelas dimana sikap kita sedang “bandel-bandelnya”. Di sinilah puncaknya saat nilai-nilai kita turun drastis oleh sebelumnya. Hal itu disebabkan karena saat kelas 8 ini, kita sedang sangat bersemangat untuk bermain bersama teman sehingga tugas-tugas maupun pelajaran pun terlewatkan. Di kelas 8 ini, terdapat beberapa kegiatan juga. Ada BIMENSI, EXASKY, dan refleksi. BIMENSI adalah bina mental siswa dimana satu angkatan kita dikirim ke sekolah kepolisian. Banyak hal positif yang didapat disana. Kita menjadi lebih disiplin, lebih gesit, lebih mengerti kerjasama dan masih banyak lagi. Kegiatan ini tentunya membuat satu angkatan kita jauh lebih kompak dari sebelumnya.

Kelas 9

Tahap selanjutnya di SMP yang merupakan tahap terakhir yang harus kita lalui adalah kelas 9. Saat inilah masa-masa di SMP yang paling indah dan berkesan untuk saya. Dimana selama setahun, satu angkatan kita mengalami suka dan duka bersama, senang dan sedih bersama. Baik penderitaan maupun kegembiraan kita lalui bersama selama setahun penuh. Akhir dari kegiatan di kelas 9 ini yaitu UN, kegiatan farewell, dan wisuda.









Masa SMA

            Masa inilah masa yang paling menyenangkan untuk saya. Masa dimana muncul berbagai hasrat dari dalam diri kita untuk mulai mencari jati diri kita. Dimana mulai timbullah kebingungan-kebingungan untuk memilih jurusan yang diinginkan baik itu IPA ataupun IPS.
Saya bersekolah di SMA Labschool Kebayoran, dan sekarang saya duduk di bangku kelas 11. Alasan pertama saya ingin kembali bersekolah disini karena memang saya sudah merasa cukup nyaman bersekolah disini dan kurang tertarik untuk bersekolah di lingkungan yang berbeda.

Kelas 10

Tak jauh dengan SMP Labsky, di SMA ini tentunya siswa dan siswinya dilibatkan dengan banyak sekali kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah. Dan sekarang saya akan menceritakan berbagai pengalaman saya selama satu tahun bersekolah disini.
Kegiatan pertama yang dilakukan di SMA Labschool Kebayoran saat baru masuk ialah MOS atau Masa Orientasi Siswa. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari. Akan tetapi diawali dengan kegiatan Pra MOS atau Pra Masa Orientasi Siswa. Pada saat Pra MOS, semua siswa baru dikumpulkan dan mulailah dengan perkenalan terhadap guru – guru dan sebagainya. Lalu juga ada pembagian kelompok MOS..
Lalu pada saat MOS nanti kita disuruh untuk membuat sebuah nametag dengan design yang sudah ditentukan oleh OSIS nya. Nametag tersebut memiliki design yang cukup rumit. Jadi, kita hanya diberikan selembar kertas design nametag, lalu design itu kita bagikan ke seluruh anggota dan pada saat selesai acara Pra Mos ini, kita mulai mengerjakan nametagnya bersama.
Pada saat MOS, juga terdapat beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh seluruh siswa peserta MOS. Diantaranya adalah bagi siswa laki – laki, pada saat MOS rambutnya harus dicukur botak sampai dengan ukuran sepatu 3. Sedangkan perempuan disuruh mengenakan pita dengan jumlah dan model seperti yang sudah ditentukan oleh OSIS nya. Dan pada setiap harinya, kita diwajibkan untuk membawa bekal makan siang dan snack. Hanya saja makanan yang kita bawa setiap harinya itu juga ditentukan oleh kakak – kakak OSIS, dan apabila kita salah membawa makanan, maka kita akan mendapat sanksi.

Selanjutnya adalah Pilar. Pilar atau Pesantren Kilat Ramadhan adalah sebuah kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan 3 hari di Labschool Kebayoran. Kebetulan kegiatan ini dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan jadi kita mengikuti kegiatan ini sambil berpuasa. `Pada kegiatan ini, kita diberikan pendalaman tentang agama. Seperti berdoa, mengaji, berperilaku, dan masih banyak lagi.

Sampailah kita pada kegiatan yang paling heboh dan serta yang paling ridak terlupakan di labschool ini, yaitu kegiatan TO atau trip observasi. Kegiatan Pra TO ini adalah kegiatan yang sangat melelahkan karena banyak aktivitas yang dilakukan pada saat kegiatan ini. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari. Tentunya pada kegiatan ini peserta PRA TO sudah dibagi – bagi ke dalam 30 kelompok, dan setiap kelompok dipilih satu orang untuk menjadi ketua kelompok. Lalu dari 30 orang ketua kelompok itu akan di voting dan tersaringlah 6 orang yang menjadi calon ketua angkatan.
Pada saat Pra TO ini, ada beberapa ketentuan juga, siswa laki – laki rambutnya dipotong sampai ukuran sepatu 0 dan yang perempuan disuruh memakai pita dengan jumlah, warna, dan model seperti yang sudah diatur oleh kakak – kakak OSIS. Serta kita disuruh untuk membuat nametag. Nametag pada saat TO merupakan nametag yang paling sulit dibuatnya dibandingkan dengan nametag – nametag pada saat kegiatan yang lainnya. Dan kita juga diwajibkan untuk membuat tongkat dengan warna cat seperti yang sudah ditentukan oleh kakak – kakak OSIS.
Selanjutnya ada kegiatan PKD, yaitu kegiatan seperti kegiatan dan ada juga kegiatan PDP, kegiatan ini adalah kegiatan sejenis penelitian.terhadap suatu tema seperti yang sudah ditentukan.
Pada saat Pra TO, fisik serta mental kita benar – benar ditempa. Setiap paginya, diadakan lari pagi yang rutenya dibuat jauh untuk menempa fisik kita. Serta, pada saat kegiatan apapun, tongkat serta nametag kita harus tetap dibawa kemanapun kita pergi, jadi pada saat lari pagi, kita berlari sambil membawa tongkat.
Lalu terdapat juga kegiatan siaga tongkat serta barikade. Kegiatan itu dibuat untuk melatih mental kita serta melatih juga kekompakan antar kelompok maupun antar angkatan. Pada kegiatan siaga tongkat itu, kita berdiri sambil berbaris dilapangan, sambil menjaga agar tongkat kita tidak dapat terambil oleh kakak – kakak OSIS. Apabila tongkat kita dapat diambil, maka kita harus memberikan argumen yang tepat kepada kakak OSISnya
Lalu pada saat Pra To ini juga kita membuat nama angkatan. Nama angkatan ini diusulkan oleh calon – calon ketua angkatan dan divoting oleh setiap ketua kelompok sehingga terbentuklah nama angkatan saya yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara. Dan juga setelah melewati banyak proses, dari 6 calon ketua angkatan, 3 orang yang resmi menjadi ketua angkatan adalah bayu, maga, dan abon.

Setelah melaksanakan kegiatan Pra TO selama 2 hari, lanjutlah ke kegiatan TO. Intinya, TO adalah kegiatan dimana kalian dikirim ke sebuah desa dan tinggal di rumah orang tua asuh kalian, itu bertujuan agar kalian dapat merasakan tinggal menjadi orang seperti mereka dan tentunya belajar mandiri. Banyak sekali aktivitas mengasyikan yang dilakukan selama TO ini. Ada pentas seni, bakti sosial, penelitian, api unggun, dan masih banyak lagi. Pada kegiatan ini kalian akan merasakan susah dan menderita bersama-sama, jadi tentunya kegiatan ini akan sangat berkesan untuk kalian.

        Ada lagi yang namanya Bintama, Bina Takwa Kepemimpinan Siswa yang dilaksanakan di Markas Kopassus Grup 1 Serang, Banten. Di Kopassus kita didik layaknya orang yang baru belajar akan etika, perilaku dan sifat. Kita diajari bagaimana harus bertahan hidup dihutan, masuk dan keluar masuk hutan, izin saat melakukan sesuatu dan mental kita tentu terjaga betul saat kita berlatih disana. Pelatihnya tentu anggota Kopassus terbaik di Indonesia berhubung disitulah letak Markas 1 alias 10 orang terbaik dari latihan Kopassus seluruh indonesia. Kopassus saja sudah elit, 10 orang terbaiknya lagi tentu yang paling baik. Kita dilatih fisik, metal dan tatakrama. Mandi tengah malam tentu sudah biasa apabila saat kita menjaga barak ketiduran, atau kita menjaga barak tidak berpakaian lengkap rapih. Atau juga merayap, push up, ataupun jalan jongkok. Seluruhnya tentu aman dan dibawah pengawasan para elit militer. Yah, kira – kira seperti itulah sedikit cuplikan kegiatan yang kita lakukan selama di Grup 1 Serang.
            Setelah itu ada juga kegiatan yang namanya Lapinsi, dan TPO. Lapinsi adalah suatu latihan kepemimpinan siswa yang diadakan oleh sekolah dan bertujuan untuk menjaring para siswa yang ingin meneruskan seniornya mengenakan jas abu-abu terang (OSIS). Lapinsi WAJIB diikuti apabila kalian ingin mencalonkan diri menjadi pengurus OSIS.
            Setelah menjalani Lapinsi, rangkaian kegiatan selanjutnya apabila kalian ingin menjadi penerus OSIS yaitu TPO, Tes Potensi Organisasi. Kegiatan ini hanya berlangsung selama 1 hari, dan dimana dalam 1 hari itu kita akan dijejalkan dengan beberapa tes. Yaitu tes makalah, tes fisik, tes PBB, dan tes agama. Sangatlah melelahkan menjalani kegiatan ini, karena waktu istirahat yang diberikan juga sangat terbatas, butuh stamina dan konsentrasi ekstra tentunya. Setelah menjalani berbagai macam rangkaian kegiatan, lalu barulah tersaring 60 orang dari angkatan kita yang menjadi Capsis, Calon Pengurus Osis.
            Banyak sekali kegiatan yang kita lakukan selama duduk di kelas 10. Pasti akan cukup berat dalam hal membagi waktu kita untuk mengikuti kegiatan, untuk bermain, maupun untuk belajar. Apalagi kita di kelas 10 ini difokuskan untuk memilih jurusan antara jurusan IPS/IPS. Perlu perjuangan keras untuk mencapai nilai target jurusan yang kita inginkan. Meskipun bisa saja apa yang kita targetkan tidak sesuai dengan hasil yang kita dapat. Dari awal masuk kelas 10, target utama saya yaitu masuk jurusan IPA dan menjadi pengurus OSIS. Tidak semua target saya tercapai, kenyataannya sekarang ini saya masuk ke jurusan IPS, tak apa-apa, saya yakin Tuhan pasti punya jalan yang lebih baik untuk saya. Tapi alhamdulillah target saya untuk menjadi pengurus OSIS tercapai, setelah menjalani berbagai macam rangkaian kegiatan, saya akhirnya termasuk ke dalam salah satu dari 60 orang di angkatan saya yang lolos. Dan sekarang saya menjabat sebagai sie. Kesehatan dan Kemanusiaan Masyarakat.


















            Sekian kiranya cerita dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan saya ini, wassalamualaikum wr. wb.

1 komentar:

  1. "Dari awal masuk kelas 10, target utama saya yaitu masuk jurusan IPA dan menjadi pengurus OSIS. Tidak semua target saya tercapai, kenyataannya sekarang ini saya masuk ke jurusan IPS, tak apa-apa, saya yakin Tuhan pasti punya jalan yang lebih baik untuk saya."

    Tidak banyak anak-anak muda memiliki pemikiran demikian. Vito yakin --dengan keyakinan yang luar biasa-- bahwa meskipun manusia punya rencana, tetapi rencana Tuhanlah sebaik-baiknya rencana. Maka jalan yang dipilihkan Tuhan itulah yang merupakan jalan terbaik untuk Vito.

    Rasanya, tidak berlebihan kalau saya menganjurkan agar para orang tua membaca pernyataan dalam autobiografi ini. Untuk mengerti tentang jalan terbaik bagi anak-anaknya.

    BalasHapus