Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas 1- Autobiografi Teuku Fazhamy Rafiandra

16 Tahun yang Penuh Kenangan


Teuku Fazhamy Rafiandra. Itulah nama penuh makna yang diberikan oleh orang tua saya, Teuku Mirasfi dan Astria Windrati. Teuku yang menandakan kalau saya keturunan Aceh, Fazhamy yang menurut ibu saya bagus namanya, dan Rafi yang diambil dari Asmaul Husna “Ar-Rafi” yang artinya Maha Meninggikan Derajat, dan Andra untuk menandakan saya seorang laki-laki. Harapan orang tua saya dengan memberikan nama ini adalah agar saya dapat menjadi seseorang yang dapat meninggikan derajat diri sendiri dan orang tuanya. Ayah saya adalah seorang pegawai PT.Pertamina, sedangkan bunda saya adalah seorang ibu rumah tangga.
Saya lahir di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari Jum’at, 9 Agustus 1996, jam 11 siang. Saya lahir dengan panjang 50 cm, dan berat 2,9 kilogram. Awalnya, saya diperkirakan lahir pada tanggal 17 Agustus, namun saya lahir lebih cepat daripada yang diperkirakan. “Coba kalau kamu lahir tanggal 17 Agustus, pasti bunda dapat kado dari pemerintah!” begitu kata bunda saya. Kebetulan, pada saat saya lahir, ayah saya sedang berdinas ke Surabaya, sehingga yang mengadzani saya adalah suami suster yang kebetulan akan melaksanakan Sholat Jum’at.
Baru saja lahir ke dunia.
 
          Masa Balita
 Sekitar 1 tahun masa balita saya dihabiskan di Balikpapan, karena kebetulan ayah saya bekerja di Balikpapan. Rumah kami terletak di Jl. Bunyu no.111 yang kebetulan terletak di dekat kilang minyak dan hutan. Rumah kami sering ‘dikunjungi’ oleh ular dari hutan dibelakang rumah. Saat bayi, saya dirawat oleh bunda dan seorang pengasuh bernama Mak Inong. Ayah saya sibuk bekerja, sedangkan nenek saya masih di Bontang karena kakek saya bekerja disitu.
Rafi balita.



 
Pada tahun 1998, keluarga saya pindah ke Jakarta karena ayah saya dimutasi ke Jakarta. Awalnya, keluarga saya tinggal di daerah Jakarta Barat sebelum akhirnya pindah ke Cinere, daerah tempat tinggal keluarga saya sekarang. “Rafi kecil adalah seorang anak yang aktif tapi tidak menyusahkan, penurut, dan murah senyum.” begitulah kata bunda saya. 
Rafi kecil yang sedang berulang tahun ke 2.
Rafi kecil bersama Ayah, Bunda, Kakek, Nenek, dan Tante di Medan.
 
        Masa TK
        Orang tua saya memutuskan untuk tidak memasukkan saya ke kelompok bermain, melainkan langsung ke TK. Saat itu, dipilihlah TK Islam Dian Didaktika karena letaknya tidak jauh dari rumah saya di Cinere. Selain itu karena kebetulan pemilik Yayasan Dian Didaktika adalah tetangga dan teman dari kakek saya, dan ini adalah TK Islam.
        Hari pertama saya masuk TK, saya masih ditemani bunda saya dan saya menangis saat disuruh masuk ke kelas. Ya, saya saat kecil memang anak yang cengeng. Saya masuk ke kelas A1, dengan wali kelas Ibu Eni. Beliau adalah orang yang sangat penyabar dan penyayang. Setelah hari itu, akhirnya saya berani juga masuk kelas dan saya tidak perlu lagi diantar oleh bunda.
        Setiap hari, saya pergi sekolah naik antar jemput bersama 2 teman lainnya, yaitu Beibsy dan Kak Dyut dan dengan supir bernama Pak Dadang. Lalu di sekolah saya belajar dan bermain dengan teman-teman lainnya seperti Rama, Fajri, Andra, Alif, dan lain-lain. Lalu saya pulang sekolah naik antar jemput. Saya satu antar jemput dengan Kak Cynthia, dimana pernah beberapa kali saya dijahili oleh dia sampai saya nangis. Sesampainya di rumah, saya wajib tidur siang, setelah itu saya biasanya bermain atau nonton kartun favorit saya yaitu Tom and Jerry, lalu tidur. Tanpa beban memang.
Rafi, sedang berlomba di TKnya.
Rafi, bersama Ayah dan Bunda saat wisuda S-2 ayah.

Rafi dan teman-temannya, saat ulang tahun ke 4.
      Seiring waktu berlalu, naiklah saya ke TK B. Kali ini saya masuk ke kelas B1 dengan wali kelas Ibu Atiek. Beliau adalah orang yang tegas namun penyabar pula. Saat saya di TK B, tepatnya tanggal 20 Juni 2001, lahirlah adik saya yang bernama Cut Hasya Arrumaisha. Saya sangat senang dengan kelahiran adik saya. Akhirnya, tiba saatnya saya meninggalkan TK saya untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu SD.
Rafi dan Andra, teman masa kecil.
Rafi dan bunda, di Keraton Jogja.
 
         Masa SD
        Saya menghabiskan 6 tahun masa SD saya di SD Islam Dian Didaktika, hanya berpindah gedung dari TK saya sebelumnya. Dimulai dengan masuk kelas 1A, dimana wali kelasnya adalah Ibu Ayi. Disini saya harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dengan TK, dimana saat ini sudah ada pelajaran-pelajaran yang lebih khusus sehingga harus belajar dengan sungguh-sungguh. Alhamdulillah saya bisa melaluinya dengan cukup baik.
        Saat masuk SD, saya bertemu dengan lebih banyak lagi teman baru seperti Kiki, Ricky, Dwi, Rhazes, dan lain-lain. Walaupun sudah SD, saya masih suka bermain perosotan, main bola, dan lain-lain, mana pada saat itu bermain bola hanya mengandalkan bola tenis maupun secarik kertas yang dibentuk bola dan dengan sandal sebagai gawangnya.
        Setelah itu, saya naik ke kelas 2. Saya masuk ke kelas 2A dengan wali kelas Ibu Anjar. Pada saat ini, saya bertemu dengan teman baik saya hingga saat ini, yaitu Nabil Ahmad. Dan saya lalui waktu saya saat SD, hingga pada akhirnya saya naik ke kelas 6, dimana saya harus bersiap-siap untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu SMP.
        Saya masuk ke kelas 6B, dengan wali kelas Pak Syahuddin. Pada saat ini, untuk pertama kalinya, diadakan ujian nasional untuk tingkat SD, yang lebih dikenal dengan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dimana terdapat tiga mata pelajaran untuk diujikan, yaitu matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Hal ini menyebabkan saya harus belajar lebih keras lagi agar bisa lulus dengan nilai memuaskan.
        Hari-hari di kelas 6 berlalu dengan cepat, hingga akhirnya tiba saatnya untuk prosesi khataman Al-Qur’an, wisuda, perpisahan dan pengumuman kelulusan. Saat wisuda, saya dan teman-teman merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang akan pindah sekolah. Dan hari pengumuman kelulusan pun tiba. Alhamdulillah saya mendapat NEM 28,15, kedua terbaik di angkatan saya. Pada saat itu, saya dihadapkan pada beberapa pilihan SMP seperti SMP Labschool Kebayoran, SMPN 85, dan SMP Islam Dian Didaktika. Pada akhirnya, saya memilih nama yang terakhir, yaitu SMP Islam Dian Didaktika.
Khataman Al-Qur'an SD Islam Dian Didaktika
 
        Masa SMP
        Hari-hari saya di SMP Islam Dian Didaktika pun dimulai sejak dibukanya Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Pada masa ini, kami saling berkenalan dengan lebih banyak lagi teman-teman baru dari SD-SD lain. Selain itu, kami juga mendapat materi-materi seperti tentang wawasan sekolah hingga PBB. Kami pun untuk pertama kalinya mengenal apa itu OSIS.
        Saya masuk ke kelas 7D, dengan wali kelas Ibu Robi. Beliau termasuk guru baru, karena beberapa guru lama pindah ke SMA Islam Dian Didaktika yang baru berdiri. Beliau adalah orang yang cukup asik. Pada masa ini juga saya harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru, dan dengan pelajaran yang sudah terspesialisasi seperti fisika, kimia, biologi, ekonomi, geografi, dan lain-lain.
        Ada beberapa kegiatan yang wajib saya ikuti saat menjadi siswa disini, yaitu Pesantren Kilat (Sanlat) dan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Kegiatan sanlat merupakan kegiatan yang wajib diikuti seluruh murid selama mereka bersekolah disini. Kegiatan sanlat pertama saya saat SMP diadakan di Daarut Tauhid, Bandung. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti Sanlat  yang diadakan oleh Daarut Tauhid.
        Begitu pun saat kelas 8, saya mengikuti Sanlat yang di perkemahan dekat Gunung Tangkuban Perahu, dimana disitu cuacanya sangat dingin. Dan pada kelas 9 saya juga mengikuti Sanlat di perkemahan pula. Ada kejadian yang cukup seru pada saat Sanlat kelas 9, dimana arus sungai di dekat kemah kami sangat deras, sehingga kami pun harus dievakuasi ke villa di dekat perkemahan itu.
Saat Pesantren Kilat kelas 7.

         Selain Sanlat, kegiatan lain yang khusus untuk murid kelas 7 adalah LDK. Pada masa kami, LDK  diadakan di suatu pedesaan di daerah Bogor, dimana selain LDK kami juga melakukan bakti sosial. Kami menginap di rumah penduduk, mengikuti kegiatan mereka dan juga mendapat materi-materi yang menambah wawasan kepemimpinan.
        Tibalah saya untuk naik ke kelas 8. Saya masuk ke kelas 8D dengan wali kelas Pak Asep. Awalnya, saya hanya ingin menjadi anggota OSIS saja, namun tiba-tiba beberapa guru mendorong saya untuk mencalonkan sebagai ketua OSIS. Akhirnya saya pun mencalonkan diri walaupun pada akhirnya kalah suara dibanding teman saya. Setelah mengikuti beberapa seleksi dan DIKLATSAR, akhirnya saya dilantik menjadi anggota OSIS seksi pendidikan. OSIS di SMP ini tidak memiliki tugas yang terlalu berat, namun pada masa jabatan saya diadakan Dian Didaktika Cup (dD Cup) yang merupakan pertandingan olah raga antar sekolah yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, sehingga OSIS dilibatkan dalam kepanitiaannya. Selain itu juga OSIS dilibatkan dalam kepanitiaan class meeting, LDK, dan DIKLATSAR.
        Selain aktif dalam OSIS, saya juga diikutsertakan dalam beberapa lomba, diantaranya lomba cerdas cermat Green Festival 2009 dan saya mendapat juara 3. Selain itu saya meraih juara 1 lomba pameran sains di SMP Pembangunan Jaya tahun 2010, mengikuti lomba komputer di Pembangunan Jaya tahun 2009, lomba cerdas cermat di MAN Insan Cendekia tahun 2009 dan 2010, serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran fisika tingkat Provinsi Jawa Barat. Awalnya, saya merasa ragu bisa lolos ke tingkat provinsi karena soal-soalnya yang sulit, namun Alhamdulillah saya berhasil lolos, walaupun akhirnya saya gagal lolos ke tingkat nasional, namun itu sudah memberikan pengalaman yang cukup berharga untuk saya.
        Akhirnya, naiklah saya ke kelas 9 dengan wali kelas Ibu Nunu. Pada masa ini saya mulai disibukkan dengan karyawisata ke Jogjakarta, karya tulis, ujian nasional, dan ujian masuk ke SMA. Mulailah saya mengikuti pendalaman materi, bimbingan belajar, dan juga bimbingan karya tulis. Karya tulis saya dibimbing oleh Ibu Nunu dan Pak Asep, dan alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang cukup baik.
        Selain kegiatan-kegiatan diatas, pada saat kelas 9, angkatan kami mengadakan pameran fotografi yang dinamakan “Capturology”. Pada saat itu, saya menjabat sebagai wakil ketua panitia. Selain pameran, juga diadakan voting foto menurut pengunjung. Alhamdulillah pameran ini berlangsung dengan sukses tanpa hambatan yang berarti.
Angkatan 17, selesai pameran Capturology
Angkatan 17, saat karya wisata ke Borobudur
     Setelah kegiatan tersebut terlaksana, kembalilah kami fokus ke ujian nasional. Dari Hari Senin-Sabtu saya mengikuti pendalaman materi, dan bimbingan belajar. Di sekolah pun diadakan dzikir bersama dan motivasi-motivasi. Saya juga dihadapkan dengan beberapa pilihan-pilihan SMA seperti SMA Labschool Kebayoran, SMAI Al Azhar Pusat 1, SMAN 28, dan SMAN 34. Dan sayapun mengikuti proses-proses seleksinya. Walaupun sempat pesimis karena tesnya yang cukup susah, akhirnya saya diterima di SMA Labschool Kebayoran, dan saya memilih SMA ini walaupun saya juga diterima di SMAI Al Azhar Pusat 1.
        Sampai tibalah hari ujian nasional itu. Alhamdulillah saya bisa mengikutinya dengan baik, walaupun ada rasa tegang dalam menunggu hasil kelulusan. Hari pengumuman kelulusan pun tiba, dan angkatan saya 100 % lulus. Saya pun memperoleh NEM 37,75, terbaik ketiga di angkatan saya. Dan luluslah saya dari SMP, diikuti dengan prosesi khataman Al-Qur’an, wisuda, dan farewell party. Dan sesaat lagi, masa SMA saya pun akan dimulai.
Alfri, Nabil, Monti dan Rafi saat wisuda.
 
       Masa SMA-Sekarang
       Hari pertama saya di SMA Labschool Kebayoran (Labsky) memang agak  berbeda dibanding saat SMP. Selain bertemu lebih banyak teman dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bintaro, dan lain-lain, saya juga mendapat berbagai pengalaman baru seperti pertama kalinya mengikuti lari pagi, membuat name tag yang agak susah, sampai makan komando dan PBB yang cukup melelahkan.
        Saya masuk ke kelas XA, dengan wali kelas Pak Yusuf. Kelas ini juga berisi teman-teman pertama saya di SMA Labsky. Jumlah mata pelajaran yang lebih banyak dan ditambah dengan kegiatan-kegiatan diluar sekolah yang cukup banyak seperti Trip Observasi dan BINTAMA dan persiapan penjurusan membuat saya harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan jurusan yang saya inginkan, yaitu IPA. 
Bersama kelas XA, saat refleksi.
   
              Selama kelas X, saya aktif dalam beberapa organisasi. Saya terpilih untuk menjadi anggota MPK Aryasangga Bawalaksana dari kelas XA, dan saya menjadi anggota komisi publikasi dan dokumentasi, dan pertama kalinya saya ikut lari lintas juang dari TMP Kalibata ke sekolah agar bisa dilantik menjadi anggota MPK. Selain itu, saya juga menjadi koordinator seksi humas di Komunitas Rohani Islam 11 dan dilantik dalam kegiatan LAMPION. 
Saat pengukuhan MPK Aryasangga Bawalaksana.
Komunitas Rohis 11, saat acara LAMPION.
 
               Selama kelas X, kami diwajibkan untuk ikut kegiatan-kegiatan sekolah seperti Pilar, Trip Observasi (TO) dan BINTAMA. Kegiatan TO dimulai dengan kegiatan Pra TO, dimana pada saat ini kami membuat name tag yang cukup sulit dan tongkat. Pada saat ini dibentuk juga angkatan 11 dengan nama Dasa Eka Cakra Bayangkara. Setelah itu saya mengikuti kegiatan TO di Desa Parakan Ceuri di Purwakarta. Saya masuk kelompok 18 dengan pembimbing Kak Dafi. Disini kami diharuskan untuk mandiri dan merasakan sendiri kehidupan di pedesaan. 
Kelompok 18 Burung Tantina
 
           Selain TO, kami juga diharuskan ikut kegiatan BINTAMA (Bina Mental Kepemimpinan Siswa) yang pada masa kami dilaksanakan di Grup 1 Kopassus di Serang. Disini kami merasakan kehidupan ‘semi-militer’ dengan penuh kedisiplinan, kekompakkan, dan semangat. Kami juga melakukan outbound, survival, belajar navigasi darat dan melakukan jurit malam.
       Setelah 1 tahun di kelas X, akhirnya naiklah saya ke kelas XI. Alhamdulillah saya mendapatkan jurusan IPA, sehingga saya ditempatkan di kelas XI IPA 3 dengan wali kelas Pak Osa. Disini saya juga harus berjuang keras untuk mempertahankan nilai agar bisa mendapatkan SNMPTN undangan. Dan masih panjang kisah hidup yang akan saya lalui..
Dasa Eka Cakra Bayangkara, lari pagi terakhir kelas X.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar