Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas 1 - Autobiografi Sarah Nadia Avianto



15 tahun Petualangan Hidup

                Nama saya Sarah Nadia Avianto. Saya lahir pada tanggal 27 September 1996 di RS Hermina Jakarta. Saya merupakan anak pertama dari orangtua saya. Ayah saya bernama Dhani Avianto, dan Ibu saya bernama Sinta Saptarina.
Saya
Bapak, Saya dan Mama
              
  Nama Sarah diambil dari nama istri dari Nabi Ibrahim. Sedangkan Nadia berarti awal. Sehingga nama saya bisa diartikan sebagai Sarah anak awal dari Avianto.

MASA BALITA
           
Saya dan Bapak
            Pada masa bayi hingga TK, saya tinggal di Rumah Eyang putri saya di daerah Jatiwaringin, Bekasi.  Saya tinggal disana dengan Mama, Bapak, Adik Bapak (Om Ari) dan orangtua dari Bapak, yang biasa saya panggil Eyang Hadi dan Opa Stan.  
Saya dan Eyang Kakung
            "Waktu kamu kecil, hobinya berenang, umur berapa ya pokoknya udah bisa berenang" kata Mama. Kata bapak dan Mama dulu, saya sering sekali diajak berenang. Setiap pesta ulangtahun juga Mama dan Bapak mengisi air di kolam karet.
Saya dan Auntie sedang berenang
video
sedikit cuplikan video saat saya balita

            "Dulu kamu pengen punya adek" kata Mama. Setelah menjadi anak tunggal selama kurang lebih 3 tahun, lahirlah adik perempuan saya yang diberi nama Tania Rina Avianto pada tanggal 16 Juni 1999. Saya senang sekali memiliki adik sebagai teman untuk bermain dirumah. 
Saya (atas) dan Tania
            Mama cerita pada saya, dulu saat saya kecil saya yang menamakan adik-adik sepupu saya. Pada tahun yang sama disaat adik saya lahir, adik dari Bapak melahirkan sepupu saya pada tanggal 15 Desember. Dulu saya senang sekali menonton film Aladdin, sehingga sepupu saya itu diberi nama Jasmine. Tahun 2000, adik Jasmine lahir pada tanggal 10 Maret dan lagi-lagi karena dulu saya senang sekali nonton Teletubies adik sepupu saya ini diberi nama Lala.
Tania, Saya (tengah) dan Jasmine
Mama, Eyang Hadi, Tania dan Saya


MASA TK
                  Saat saya berumur kira-kira 3 tahun, saya dimasukkan di Playgroup yang disebut TK Mini. Letak TK Mini tidak jauh dari rumah saya di Jatiwaringin. Saya tidak begitu mengingat apa saja yang terjadi di Playgroup karena saya masih sangat kecil. 
Bermain di TK Mini ditemani Mama
                  Setelah saya cukup umur, saya pun disekolahkan di TK Islam Al-Ikhsan. Letak TK ini juga tidak jauh dari rumah dan saya ingat dulu terkadang untuk menuju TK, cukup menggunakan angkot. Di TK tersebut saya bersahabat dengan Ami. Ami merupakan tetangga saya, sehingga kami sering sekali main bersama. Dan setiap sore kami selalu mengaji di masjid dekat rumah kami. Selain itu kami juga sering bermain dengan tetangga kami yang bernama Raka.
Saya (kiri) dan Ami
Saya (kedua dari kiri) dan teman-teman TK Al-Ikhsan
Saya o:)
      Opa, berkewarganegaraan Belanda sehingga ia tidak selalu ada di Indonesia agar tidak kehilangan kewarganegaraannya. Dan ia juga memiliki keluarga di Belanda sehingga setiap 1 tahun ia tinggal di Indonesia dan 1 tahun berikutnya di Belanda dan seterusnya. Eyang Hadi juga ikut tinggal dengan Opa. Pada tahun, saya, adik, mama, Ayah dari Mama yang biasa saya panggil Eyang kakung, dan adik dari Mama yang saya panggil Auntie pergi berlibur ke Eropa dan mengunjungi Opa. Pada saat itu Bapak tidak ikut. Tidak begitu banyak yang bisa saya ingat dari liburan ini karena saya masih kecil.
Auntie, Tania, Eyang Kakung dan Saya pada saat liburan ke Eropa
Mama, Tania dan Saya


MASA SD

                  Sebelum masuk SD,  saya pindah ke Rumah Eyang Kakung di Jakarta Barat dan saya di sekolahkan di SD Gunung 05 Pagi atau yang sering disebut SD Mexico. Pada saat itu Tania juga disekolahkan di TK Patra Sinabung.
                  Karena sejak TK sudah ikut mobil antarjemput, saya pun setiap pagi dijemput dari rumah dan setiap pulang sekolah diantar pulang ke rumah oleh supir mobil tersebut. Saya berangkat dan pulang menggunakan antarjemput karena Mama dan Bapak saya ingin agar saya bisa menjadi lebih mandiri.
                  Saat kelas 1 SD, saya dimasukkan ke dalam kelas 1B. Di SD Mexico, dari kelas 1 hingga kela 6 tidak ada perubahan kelas. Sehingga saya tetapi dikelas B sampai kelas 6 dan bersama teman-teman yang sama selama 6 tahun. Teman pertama yang saya kenal yaitu adalah Santi. Ia dan saya sangat dekat dan kami sering bermain bersama. Santi pencinta komik-komik Jepang, sehingga dulu ia sering mengajarkan saya untuk menggambar-gambar anime.
                  Di SD Mexico, kelas 1 dan kelas 2 masuk dengan jadwal tertentu. Kelas 1, kelasnya berganti-gantian dengan kelas 2. Sehingga terdapat 2 jadwal, bisa masuk pagi atau masuk siang. Pada waktu kelas 2, saya pernah terlambat bangun. Lalu saya berpikir bahwa saya sudah ditinggal oleh mobil antarjemput saya. Sehingga saya panik dan minta tolong Bapak untuk mengantar saya ke sekolah. Saat sampai di sekolah dan mau masuk ke kelas, ternyata di kelas ada murid-murid kelas 1 yang sedang belajar. Dan ternyata pada hari itu saya seharusnya masuk siang. Sungguh kejadian yang takterlupakan bagi saya.
                  Di Kelas 4 SD, saya mulai mengikuti berbagai kegiatan. Saya memiliki teman yang bisa menari Bali. Karena itu, saya pun berminat untuk mengikuti sanggar Tari Bali. Selain itu, saya mulai mengikuti kegiatan Drumband yang diadakan di sekolah. Di Drumband ini saya memainkan alat musik Belira dan juga mengikuti berbagai perlombaan.
Saya menari Tarian Legong Keraton
Tampil Drumband di Ancol
(saya ketiga dari kiri)
                  Di kelas 6, saya diajarkan oleh guru yang baru mengajar di SD Mexico pada tahun itu bernama Pak Muhidin. Beliau memiliki metode yang baru dan mengasyikan sehingga kami sekelas pun menjadi rajin belajar. Ia sering mengadakan kuis yang disebut "Tanya Jawab Permen". Jadi hampir setiap hari, ia mengadakan tanya jawab, dan yang berhasil menjawab mendapatkan permen. Beliau juga sering membuatkan rangkuman untuk sekelas saya. Pada saat pembagian raport saya pun mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Untuk pertama kalinya saya masuk 10 besar dan itu berkat Pak Muhidin. Dan sampai sekarang saya masih terinspirasi oleh beliau dan jika bukan karena beliau saya mungkin tidak bisa meraih apa yang telah saya raih sampai sekarang,
Saya (kedu dari kanan), Santi, Mita, Eureka dan Atria
                  Pada tahun 2008, ujian kelulusan untuk pertama kalinya diadakan UASBN. Sehingga angkatan saya yang pertama kali mengikutinya. Dan alhamdulillah saya lulus dengan NEM yang cukup bagus. Sedih rasanya untuk berpisah dengan teman-teman yang selama ini benar-benar mengisi kehidupan saya selama 6 tahun berturut-turut. Sampai saat ini saya merasa bahwa masa SD adalah masa yang paling membahagiakan karena saya belum merasa terbebani dan masih merasa bebas.
Saya dan Pak Muhidin saat kelulusan SD
Jalan-jalan dengan teman-teman SD
Keluarga saya saat kami berlibur ke China
Eyang Kakung dengan cucu-cucunya
(saya kedua dari kanan)
MASA SMP          
                  
                  Pada masa-masa sebelum masuk SMP saya ingin sekali masuk SMPN 19 karena teman-teman dekat saya banyak yang masuk sana. Tetapi Bapak saya menyuruh saya untuk sekolah di SMP Tarakanita 5. Walaupun dengan perasaan berat hati dan kecewa, saya pun bersekolah di Tarlim. Atria adalah satu-satunya teman yang saya kenal di SMP baru ini. Atria merupakan sahabat saya sejak SD. Untungnya saya dan Atria pada kelas 7 sekelas dan saya sangat senang karena paling tidak saya tidak sendirian di SMP Tarakanita 5 ini.
                  Pada saat MOS, saya pun berkenalan dengan teman-teman sekelas saya di 7-4. Teman yang pertama kali saya kenal yaitu Praiselia. Ia pun menjadi teman dekat saya hingga kelas 9 walaupun kita tidak sekelas lagi pada kelas 8 dan 9. Kelas 7-4 dulu bisa dibilang sangat ramai dan berisik. Saya merasa senang di kelas 7-4 karena memang temannya asik.
                  Dulu saat kelas 7, diwajibkan untuk kelas 7 mengikuti ekstrakulikuler Pramuka. Dan saya dulu berkelompok di kelompok Teratai. Pramuka juga memiliki kegiatan wajib yaitu Camping. Dulu Camping ini diadakan di Camp Pringayu di daerah Bogor selama 2 hari 1 malam. Banyak kegiatan yang seru di Camping ini. Ada jurit malam, ada juga penjelajahan dan terdapat games. Penjelajahan begitu melelahkan, karena kami sekelompok harus berjalan berkilo-kilometer untuk mencapai pos-pos. Dan juga kami harus membawa makan siang untuk kami makan. Walaupun melelahkan, penjelajahan sangat menyenangkan. Pada waktu itu, games nya dilombakan. Yang mendapatkan poin tertinggi menang. Dan kelompok saya pun menang dan mendapatkan hadiah.
                  Lalu di kelas 8, saya masuk kelas 8-4. Dan saya sekelas lagi dengan Atria, saya sangat senang. Di kelas 8 saya dan teman-teman seangkatan mengadakan study tour ke Jogja. Kami di Jogja selama 3 hari 2 malam dan kami kesana bolak-balik dengan menggunakan bus. Banyak yang kami kunjungi disana seperti candi-candi, tempat pembuatan perak dan batik dan tentu saja berjalan-jalan di Malioboro. Kegiatan ini sangat mengasikan dan sangat dikenang.
Kelas 8-4
Study Tour ke Jogja
                  Nilai saya di SMP cukup bagus dan saya cukup aktif di sekolah,  sehingga saya ditunjuk oleh wali kelas untuk menjadi pengurus OSIS. Sebelum dilantik, saya mengikuti LDK . Saya ditempatkan di sie Mading dengan proker-proker yang bersangkutan dengan Majalah Dinding yang ada di sekolah. Selain itu, saya juga menjadi pengurus redaksi majalah sekolah.
Tim Cheers Tarlim setelah tampil 17 Agustusan
(saya dibawah ketiga dari kanan)
                  Di akhir-akhir kelas 8 saya diajak teman-teman saya untuk ikut cheerleading team karena mereka membutuhkan flyer dan badan saya yang kecil memungkinkan untuk diangkat. Akhirnya saya pun masuk cheers Tarlim hingga kelas 9. Kami mengikuti beberapa lomba dan sering tampil di acara sekolah. Tahun terakhir saya di SMP Tarakanita 5 dihabiskan di kelas 9.3. Dan lagi-lagi saya sekelas dengan Atria. Sehingga saya telah sekelas bersama dengan Atria selama 9 tahun berturut-turut. Kelas 9 ini sangat berkesan. 1 tahun terakhir di Tarakanita 5 ini menurut saya adalah tahun yang sangat berkenan di hati saya. 
9-3
Saya dan teman-teman
                  Di tahun 2011 terdapat proker besar OSIS yang terakhir yaitu Tarlim Cup XI yang diadakan di GOR Bulungan pada tanggal 24-29 Januari 2011, dan saya menjadi panitia dekorasi. Tarlim Cup berjalan sukses dikarenakan kerjasama yang baik antar panitia. Di kelas 9 ini saya juga terpilih menjadi Ketua Yearbook angkatan saya, saya dan redaksi pun bekerja dan Alhamdullilah bisa menyelesaikan Yearbook dengan baik. Sebelum lulus dari Tarlim, masih ada Prom dan Kelulusan. Prom angkatan saya diadakan di hotel Sultan dengan tema Masquarade.
Prom Night
(saya paling kiri)
               Saya lulus dari SMP dengan nem 36,6 dan saya memutuskan untuk mencoba tes di SMA Labschool Kebayoran. Saya menjadikan pilihan Labsky sebagai pilihan utama dan SMA Tarakanita 1 sebagai cadangan. Dan Alhamdulillah saya diterima di Labsky, karena saya juga ingin bersekolah di Labsky. Walaupun senang diterima di Labschool, saya merasa agak sedih karena sudah tidak satu sekolah lagi dengan sahabat saya, Atria.
Sedih rasanya sudah tidak bersekolah di Tarlim lagi, walaupun awalnya saya tidak ingin bersekolah disana. Banyak sekali yang telah saya pelajari di SMP Tarakanita 5 ini dan sangat bermanfaat bagi saya. Teman-teman saya dari SMP Tarakanita 5 yang masuk SMA Labschool Kebayoran hanya 4, yaitu saya, Kanya, Astrid Levina dan Nania.

"TVXI" singkatan dari Tarakanita 5 2011 :')
Saya dan teman-teman di Graduation
Saya dan Keluarga saat liburan ke Australia

MASA SMA

                  Pada saat Pra-Mos teman-teman saya dari SMP Tarakanita 5 dipisahkan di kelompok yang berbeda. Saya masuk ke kelompok 10 dan disana saya tidak kenal siapa-siapa. Akhirnya saya pun mulai berkenalan dengan Tara, teman sekelompok saya. Lalu saya pun berkenalan dengan teman-teman sekelompok lainnya. Pada saat MOS, saya agak kaget ternyata Labschool sangat disiplin. Tetapi saya bisa melewati MOS dengan baik.
Saya (kanan) dan Tara
                  Saya dimasukan di kelas XD, dan  memang saya belum mengenal siapapun di kelas itu pada awalnya tetapi saya merasa sangat senang di kelas XD karena teman-temannya sangat mengasikan dan seru. XD sangat kompak dan adaptasinya cepat. Di sekolah baru ini saya mendapatkan panggilan baru, karena di kelas terdapat 3 Sarah maka saya dipanggil Sarcil. 
XD
Ninis, Ghinaa, Sarah, Bilqis dan Tara
(kiri ke kanan)
                  Saya. merasa agak kaget dengan kesibukkan yang terjadi karena sangat berbeda dengan SMP. Di Labschool terasa sangat jelas bahwa tingkat akademiknya lebih tinggi dibandingkan sekolah lainnya. Selain itu di kelas X banyak sekali kegiatan-kegiatan wajib yang harus dilalui. Kegiatan-kegiatan itu yaitu PILAR, Trip Observasi dan BINTAMA. Dan juga kegiatan yang non wajib yaitu Lapinsi dan TPO. Selain kegiatan-kegiatan itu, saya juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Tari Tradisional karena saya ingin lanjut menari karena saya telah berhenti menari Bali.
Tim Saman saat berlomba di Swable Cup
(Saya dibawah ketiga dari kiri)
Saya (ketiga dari kiri) dan kelompok 18 saat Reuni TO
                  Kegiatan-kegiatan wajib tersebut alhamdulillah dapat saya lalui dengan baik dengan kesan-kesan yang menyenangkan walaupun sangat berat. Dan juga Lapinsi dan TPO telah membawa manfaat bagi saya, walaupun saya tidak lolos. Saya tetap merasa bangga terhadap diri saya telah menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut yang jelas tidak diadakan di sekolah-sekolah lainnya.
Saya dan teman-teman XI IPA 2
                  Sekarang saya sudah naik kelas dan ditempatkan di kelas XI IPA 2. Sejak dulu, saya memang sudah minat di pelajaran-pelajaran IPA dan memang sudah memiliki target untuk masuk IPA di SMA. Sampai sekarang saya memang belum benar-benar memutuskan untuk masuk jurusan apa di Universitas nanti. Tetapi setelah saya pertimbangkan, saya merasa bahwa saya menyukai hal-hal seperti programming komputer seperti pekerjaan yang dilakukan oleh Bapak saya. Sehingga saya mempertimbangkan untuk masuk jurusan Teknik Informatika di ITB. Yang jelas dan terpenting, saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga akan saya. Dan juga saya ingin mengerjakan apa yang saya suka. Dan saya pun akan berusaha dan juga berdoa agar semua itu terwujud. Amin. 

1 komentar:

  1. Tidak banyak dokumen video disertakan. Sarah menyertakannya di sini untuk kita. Dari video itu kita bisa menyaksikan bagaimana Sarah menjadi Sarcil yang sesungguhnya (sebelum mendapat julukan Sarcil dari teman-teman sekelasnya di SMA).

    Membaca autobiografi ini saya membayangkan ada satu tokoh yang paling bahagia menyaksikan dan membaca tulisan ini. Tokoh itu adalah Pak guru Muhidin, yang bagi Sarah beliau adalah tokoh yang membentuk Sarah menjadi Sarah sekarang ini.

    Tidak ada kebahagiaan yang luar biasa dari seorang guru, kecuali mendengar pengakuan dari muridnya bahwa guru telah memberi kontribusi yang berarti bagi perkembangan anak-anak didiknya.

    BalasHapus