Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Sarah Khairunnisa Adwiarto


15 Tahun yang Terkenang

            Suatu pagi yang cerah di tanggal 29 Mei 1995,  orang tua saya, Endang Rachmawati dan Singgih Adwiarto melaksanaan pernikahan.

2 tahun setelah itu, di hari dimana semua laki-laki di wajibkan untuk sholat Jumat, tanggal 7 Maret 1997, tepat pada pukul 12.10 siang di Rumah Sakit Tebet Raya, lahirlah anak pertama mereka dengan berat 3,2 kg dan panjang 49 cm yang di namai Sarah Khairunnisa Adwiarto. Nama-nama itu memiliki ceritanya masing-masing, “Kalo Sarah itu, pas dulu Mama Papa di universitas, ketemu anaknya temen mama orang Turkey, lucu, cantik, aktif, pintar, namanya Sarah” kata Mama, Khairunnisa berarti wanita yang baik, dan Adwiarto merupakan nama dari ayah saya.

MASA KB-TK
Di karenakan rumah orang tua saya masih dalam proses pembangunan, saya tinggal beberapa tahun di rumah nenek kakek dari ayah saya yang akrab saya panggil, Eyang dan Akung di Cibubur, Jakarta Timur.
Dari cerita-cerita orang terdekat saya, dulu saya adalah anak yang sangat aktif, sangat bandel, tomboy, dan anti kamera. Jadi foto masa kecil saya hanya beberapa saja.

Saya saat sedang menyetir mobil-mobilan 
Pada umur 2 tahun, saya dimasukkan ke Play Grup ABC Kids di dekat rumah nenek kakek, karena orang tua saya mencari nafkah sedangkan saya terlalu aktif di rumah sehingga sedikit merepotkan nenek kakek. Pada umur 3 tahun, saya pindah rumah bersama orang tua saya yang terletak tidak terlalu jauh dari rumah nenek kakek. Di umur itu, saya juga memulai Taman Kanak-Kanak di TK Fajar Hidayah.

(dari kiri) Dofan, Nadia, Masya, Nita, Sarah
saat akan tampil di pentas seni
             Pada saat TK, saya sangat senang bermain bersama teman-teman saya. Dulu, saya memiliki grup bermain atau geng bermain di komplek tempat saya tinggal, isi nya adalah saya, Nadia, Dofan, dan Poshua. Kami sangat sering bermain bersama, terutama saat pulang sekolah. Tetapi tidak lama setelah itu, Dofan dan Poshua pindah ke Australia sehingga tinggal saya dan Nadia yang tersisa. 
             Walaupun sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Dofan dan Poshua, saya dan Nadia masih sering bermain bersama hingga SD, walaupun sempat tidak satu sekolah.  Terlalu sering bahkan, sehingga sering juga berantemnya. 

(dari kiri) Sarah, Poshua, Nadia, Dofan
di malam 17 Agustus 2002
            

           MASA SD

       Sejak SD setiap lebaran, saya selalu pergi ke rumah nenek kakek dari Ibu saya di Bandung. Saya memiliki banyak sepupu dari keluarga Ibu, kami juga sangat senang bermain serta akrab hingga hari ini.

(Dari kiri) Sarah, Kemal, Nabil, Rayyan
di rumah nenek saya di Bandung
         
Sarah dan Kemal
Saat saya berulang tahun ke 6.
       Dengan keluarga ayah, kami jarang melakukan family gathering. Tetapi saya sangat dekat dengan Eyang dan Akung. Mereka sangat baik dan sampai hari ini Eyang saya masih sering memasak dan makanan buatannya enak :9


(dari kiri) Papa, Sarah, Eyang, Mba Kiki, Akung, Rayyan

           Di saat saya akan masuk SD, Ibu saya menawarkan saya untuk mengulang TK-B karena umur saya masih lebih muda satu tahun dari pada yang lain, tetapi saya enggan mengulang sehingga langsung masuk SD di SDIT Fajar Hidayah pada umur 5 tahun. Jadi, hingga sekarang, banyak teman-teman saya yang mengira saya anak akselerasi.

          Di umur 5 tahun, saya juga kedatangan anggota keluarga baru pada 25 September 2001 , yaitu Rayyan Fathurrahman Adwiarto. Ia adalah adik saya satu-satunya sehingga sampai saat ini, saya memanggilnya "adek".

          Saat bersekolah di SDIT Fajar Hidayah saya adalah anak yang sangat suka bersosialisasi, tetapi bersosialisasinya lebih sering saat guru menerangkan, sehingga guru-guru sering complain kepada orang tua saya. Karena dari tahun ketahun tidak berubah, akhirnya pada kelas 5 SD saya di pindahkan di SD Al Azhar Syifa Budi Cibubur Cileungsi dan meneruskan hingga lulus.
Bersama teman-teman 6B



         Saat kelas 5 sampai 6 SD, saya banyak mendapatkan pelajaran hidup. Mulai dari banyak belajar sampai ke pertemanan baik. Di tahun pertama menjadi murid SD Al Azhar Syifa Budi Cibubur Cileungsi, saya sering mengalami slek ke beberapa teman saya. Mungkin karena kebiasaan buruk saya, yaitu bersosialisasi tidak pada saatnya, mengganggu mereka belajar. Disana saya merasakan ada persaingan antar satu sama lain. Di SD Al Azhar, saya menjadi terpacu untuk belajar lebih giat. Akung pun turut membantu saya dalam proses belajar ini. Dia membantu di bidang Matematika dan kadang-kadang IPA. Dan Alhamdullilah, saat perjuangan mendapatkan SMP unggulan, Saya di terima di salah satu sekolah terbaik di Jakarta yaitu SMP Labschool Kebayoran.




         MASA SMP

        Usai dari sekolah dasar dan lulus dari Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), akhirnya saya memikirkan untuk tes di sekolah SMP Labschool Kebayoran (Labsky) dan alhamdullilah saya diterima.

        SMP merupakan saat-saat yang sulit menurut saya, karena selain standar soalnya tinggi, persaingannya lebih ketat dari SD, saya juga merupakan satu-satunya murid dari SD Al Azhar Syifa Budi Cibubur Cileungsi. Di kelas 7, saya mendapatkan kesulitan di pelajaran Keterampilan Jasa (KJ). Pelajaran ini tentang Akuntansi. Saya terkadang mengeluh kepada orang tua saya kenapa harus ada pelajaran seperti ini di SMP, padahal di sekolah lain tidak ada. Tetapi lama kelamaan, saya ikhlas. Akhirnya orang tua saya meminta tolong Akung untuk membantu saya dalam pelajaran akuntansi ini. "Lah, Akung bisa KJ? Kok bisa?" pertanyaan yang langsung keluar dari otak saya. "Akung dulu pernah kerja jadi kepala akuntansi di perusahaan, Sar" kata akung. Saya pun terdiam sejenak dan ia mulai mengajari saya. Dan Alhamdullilah, hingga kelas 9, saya bisa mengerjakan KJ dengan mudah. Terimakasih Akung :D
          Di kelas 7, saya masuk ke kelas 7E. Di kelas 7E, saya bertemu dengan banyak sekali teman-teman yang menyenangkan dan teman-teman yang namanya sama dengan saya, yaitu sama-sama Sarah. Ada 3 Sarah di kelas saya, Sarah Astari, Farissa Saisarah, dan saya sendiri. Akhirnya kami pun mengubah nama kami satu persatu, Sarah Astari menjadi Ara, Farissa Saisarah menjadi Farissa, dan nama saya menjadi Sabel. Sabel adalah singkatan dari Sarah Behel. Karena pada saat itu saya memakai behel, salah satu teman saya, Thifal, menawarkan 2 nama, "Sar, agak bingung nih ada 3 Sarah di kelas, mau pilih Sahel atau Sabel?" . Karena Sahel terdengar aneh, terpaksa saya memilih Sabel agar orang-orang bisa lebih mudah memanggil nama saya tanpa harus membuat 2 orang lainnya nengok saat di panggil. Tetapi, kini Sabel merupakan nama panggilan saya sampai saat ini, bahkan sepupu dan teman SD saya sudah memanggil saya dengan nama itu. 
        Selain itu, 7E memiliki nama lengkap, yaitu Green Lan7Ern.
Bersama beberapa anak 7E saat buka bersama
(dari kiri) Irdita, Nabil, Anne, Sarah

        Setelah selesai menunaikan kewajiban saya sebagai murid kelas 7, saya alhamdullilah naik kelas ke kelas 8. Di kelas 8, saya masuk ke kelas 8B. Di kelas 8B, saya merasa sangat comfortable dengan labsky, serta saingan pun semakin berat. Saya sekelas dengan 2 teman terpintar se angkatan. Setiap belajar, saya selalu memperhatikan gerak gerik mereka saat belajar. Ternyata gayanya sama aja seperti yang lain, tapi mereka lebih tenang. Semenjak itu, setiap guru menerangkan, saya selalu diam, bahkan membuat teman sebangku saya ikutan diam. "Ya, kalo duduk sama lo mah harus selalu diam Bel, lagian kalo gue ajak ngomong palingan lo gak jawab. Serius banget sih" kata salah satu teman saya saat itu. Saya tidak pernah tau jika tidak pernah dikasih tau oleh teman saya. Dan saya sangat menyadari kalo hal itu merupakan kebalikan dari saya versi SD. yang dulu hobi nya nyobrol dan buat berisik, sekarang malah buat orang diam. Sedikit aneh sih, mungkin ini yang namanya pubertas.
        Kelas kami di beri nama Face8Book. Setelah melewati beberapa acara sekolah seperti MOS, Pesantren Kilat, dll, saya merasa lebih dekat dengan angkatan saya, yang dulu masih di bilang angkatan 8. 
Saya bersama Kertas bertuliskan Face8Book -.-
Bersama beberapa teman 8B
Bermain stik es krim dengan kelas 8B :"




         Akhirnya, menjadi senior di SMP. Saya masuk ke kelas 9C. Di kelas ini, saya bertemu dengan teman-teman saya yang dulu sekelas dengan saya di kelas Green Lan7Ern. Kelas 9C ini, asik banget teman-temannya, terutama wali kelasnya. Wali kelas saya bernama Miss Shelma. Saat saya kelas 7 sampai kelas 8, melihat miss Shelma itu seperti melihat guru killer di labschool. Saat pengumuman wali kelas, saya lumayan kaget saat dibilang miss Shelma adalah wali kelas di kelas saya. Tetapi, setelah berada di kelas 9C, ekspektasi pun berbeda dengan kenyataan. Dari awal miss Shelma masuk, saya bisa merasakan bahwa 9C sangat senang dan merasakan hal yang sama dengan saya. "Ganyangka miss Shelma sebaik ini.". 
        Hari-hari pun terlewati, saya menyadari bahwa teman-teman di sekitar saya selain pintar, mereka juga kreatif. Salah satu teman saya sangat memfavorit kan cemilan Choki-choki. Saya dan beberapa teman saya yang lain jadi penasaran dengan rasa choki-choki itu, walaupun dulu pernah nyobain. Setelah makan choki-choki lagi, saya dan teman-teman perempuan saya jadi sering makan dan ketagihan. Karena itu, ada teman saya yang suka mengadakan "Lomba Makan Choki-Choki". Sejak saat itu, choki-choki di kantin sering abis karena kita borong. Di kelas 9, kelas kami tadinya akan di beri nama 9Choki-choki, tetapi karena tidak adil dengan yang laki-laki, akhirnya nama kelas kami menjadi, Van9Couver.
       Saat kelas 9 juga, kami dan seluruh anggota angkatan 8 melaksanakan voting untuk nama angkatan, akhirnya kami semua setuju dengan nama Scavolendra Talvoreight.  


Bersama 9C saat Refleksi di Anyer
Bersama 9C saat Lari Pagi Terakhir
(dari kiri) Sasha, Sarah, Cicha, Haura, Dindaoli
Setelah lari pagi terakhir Scavo
Bersama Aza
        MASA SMA
          Setelah bersusah payah menyelesaikan UAN di SMP, akhirnya saya melanjutkan SMA di sekolah yang sama, yaitu SMA Labschool Kebayoran. Banyak murid SMP Labschool Kebayoran yang melanjutkan ke SMA Labschool Kebayoran. Jadi, saya sudah kenal mayoritas siswa/i di sana. Di SMA Labschool, banyak sekali acara sekolah yang di laksanakan saat kelas 10, seperti Pilar, Pra Trip Observasi, Trip Observasi, Bintama, Lapinsi, dll. Jadi dari kelas 10, saya sudah merasa akrab dengan teman-teman saya, walaupun belum kenal seluruhnya.
(dari kiri) Sarah, Amel, Divia, Aya
saat Trip Observasi di Purwakarta

           Menurut saya, Bintama adalah acara terseru, terbaik, dan paling berkesan dari semua acara di Labsky. Karena selain menjadi pengalaman baru, bintama juga mengajarkan saya untuk lebih mandiri dan lebih berani dengan masalah yang saya hadapi.
          Saya masuk di angkatan 11. Pada saat Pra TO, nama angkatan kami resmi menjadi Dasa Eka Cakra Bayangkara, singkatnya Dasecakra. Nama ini diberikan oleh senior kami yaitu, kakak Daswira.
          Di SMA saya masuk ke kelas XC. XC adalah kelas terkompak yang pernah saya tempati. Mungkin kami kompak karena dari awal MOS, kami semua sudah sekelompok walaupun di bagi menjadi 2 kelompok. Di XC banyak sekali teman-teman yang pintar dan menyenangkan. Walaupun kami semua berburu jurusan yang kami incar saat itu, kami masih bisa menikmati masa-masa kelas 10 karena kehangatan dan keramaian kelas XC sangat menghibur. Terutama karena ketua kelas kami merupakan ketua kelas yang bisa di bilang "biang onar" tapi selain itu dia sangat bertanggung jawab dengan apa yang dia dan teman-teman yang lain perbuat. Banyak sekali hal-hal yang telah kami lakukan bersama. Di semester pertama, wali kelas kami adalah pak Arifin. Ia adalah guru yang baik dan selalu membuat soal bahasa Inggris yang gampang untuk kita semua. Di semester pertama juga, kelas XC adalah kelas yang lumayan kalem dan baik kepada guru-guru. Saat semester 2, tidak ada perubahan, hanya saja kelas kami kedatangan wali kelas baru yaitu Bu Fitri dan kelas kami lebih brutal, jauh lebih brutal dari sebelumnya. Tetapi karena kebrutalan itu, rasanya berat sekali untuk berpisah dengan teman-teman XC. XC adalah kelas yang mengajar kan saya tentang solidaritas dan mengajarkan saya untuk berteman dengan semuanya tanpa kecuali.


Bersama XC
Bersama beberapa teman XC saat sleepover di rumah Putri :D
Makan-makan dalam rangka perpisahan dengan bu Riri :")
         Kelas 10 terlewati, alhamdullilah masuk ke jurusan IPA di kelas XI IPA 1. Di kelas IPA 1 ini, saya bertemu banyak sekali teman-teman pintar dan baik. Walaupun belum semuanya saya kenal, tapi saya sudah merasakan bahwa XI IPA 1 akan menjadi kelas yang kompak dan seru. Mudah-mudahan di masa-masa kedepannya bisa lebih sukses dan kesempatan berikutnya dapat di laksanakan semaksimal mungkin dan sebaik mungkin. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar