Rabu, 22 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Sarah Astari

15 Tahun Hidup yang Penuh Warna


MASA BALITA

Semuanya berawal pada 18 November tahun 1995.  Hari pernikahan kedua orang tua saya, Bambang Heru Suseno dan Jati Hastanti.
               Pada hari Kamis, 24 Oktober 1996, bertempat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, saya lahir ke dunia ini, dibantu oleh dr. Maryunani.  Saya lahir pada pukul 06.30 WIB dengan berat badan 2,9 kg dan panjang 47 cm. 
Nama saya Sarah Astari.  Sarah diambil dari nama istri pertama Nabi Ibrahim as., dan Astari, “dulu ada foto model cantik namanya Astari,” begitu kata ibu saya.
                Pada tahun pertama ini, menurut cerita dari ibu, saya dan ibu saya seringkali hanya berdua di rumah.  Sejak ibu berhenti dari pekerjaannya sebagai pramugari untuk fokus mengurus keluarga, Ayah menjadi tulang punggung keluarga.  Keadaan cukup sulit karena keluarga kecil kami tinggal di daerah Pamulang yang pada saat itu bisa dibilang ‘daerah antah berantah’.  Jauh dari sanak keluarga dan kerabat, tetangga sekitar rumah juga masih sangat sedikit.

“Kalau ada tukang bakso lewat, terus mau beli, yang pertama kali dilihat adalah: kakinya nyentuh tanah atau engga.” –Ibu
                 
Ulang tahun ke-2 
                24 Oktober 1998, saya merayakan ulang tahun kedua bersama nenek, mbah uti (nenek dari ibu), dan tetangga saya bernama Tante Dian. Saya tidak merayakannya bersama kedua orang tua saya.  Mengapa? Karena ayah dan ibu saya sedang berada di Rumah Sakit Pondok Indah.  Ya, tepat pada hari Sabtu, 24 Oktober 1998, ibu saya melahirkan adik saya yang pertama secara normal.  Seorang adik laki-laki yang diberi nama Krisna Taufik Akbar.  Kelahirannya ini tidak direncakan sebelumnya bahwa akan berbarengan dengan hari ulang tahun saya.

Menyambut Krisna yang baru lahir

                Tahun ketiga.  Saya hanya ingat dua hal yang terjadi di tahun ketiga ini.  Pertama, Krisna – yang saat itu masih berusia 1 tahun – mencakar saya di bagian muka hingga menyebabkan luka permanen yang sampai sekarang masih terlihat.  Kedua, ulang tahun saya dan Krisna yang dilaksanakan bersamaan di McDonalds Bintaro berlangsung sangat ramai. Kenapa bisa ramai? Karena saat itu saya sudah bersekolah di kelas A (kecil) Kelompok Bermain Nurul Azhar, Pamulang.  Jadi, tamu yang datang sangat banyak.

Rapot Play Group

MASA TK

Rapot TK
                Tahun Keempat.  Seharusnya saya baru naik ke kelas B (besar) di kelompok bermain.  Tapi, karena saya terlambat masuk kelompok bermain, orang tua saya memutuskan agar saya ‘melompati’ kelas B dan langsung masuk ke taman kanak-kanak.  Pertengahan tahun 2000 saya resmi menjadi siswi  TK Islam Al-Azhar 19 Pamulang.

                Di TK tempat saya sekolah, hanya ada 3 macam ekstrakurikuler: menari, menggambar, dan mengaji.  Saya mengikuti ketiga ekskul tersebut, namun paling berprestasi di bidang menari.  Setiap kali mengikuti lomba, mulai dari se-kecamatan hingga se-Jabotabek, saya selalu ditempatkan di posisi paling depan.  Ada cukup banyak prestasi yang saya dan teman-teman raih.
                Saya lulus dari TK pada tahun 2002. Taman Kanak-kanak berakhir dengan cukup menyenangkan karena saya khatam Iqra’ dan dapat melanjutkan ke Al-Quran.

Jalan-jalan ke TMII, bersama Krisna dan Ibu


MASA SD

                Tahun keenam.  Pada pertengahan tahun 2002, saya lulus dari TK dan melanjutkan ke tingkar selanjutnya, Sekolah Dasar.  Saya bersekolah di SD Islam Al-Azhar 15 Pamulang.  Hari pertama di Sekolah Dasar, saya sangat bersemangat.  Seragam baru, tas baru, sepatu baru, semuanya baru.
                Tahun pertama di sekolah dasar cukup menyenangkan.  Saya mendapat peringkat 2 di kelas saat semester 1 dan peringkat 3 di semester 2.

                Kemudian saya naik ke kelas 2 SD.  Ada kejadian lucu di tahun kedua di sekolah dasar ini.  Ayah saya membeli sebuah kamera yang berwarna merah muda dan bentuknya aneh, bukan seperti kamera biasanya.  Kemudian saya diberitahu bahwa nama kamera tersebut adalah polaroid, kamera yang bisa langsung mengeluarkan hasil.  Sebagai anak kecil, saya takjub.  Saya membawa kamera tersebut ke sekolah dan berfoto-foto bersama teman-teman saya.  Sampai suatu saat, ibu guru melihat lalu mengambil kamera saya.  Saya, seorang siswa kelas 2 SD, dipanggil ke ruang kepala sekolah.  Saya kira bapak kepala sekolah akan memarahi saya, ternyata tidak.  Beliau mengembalikan kamera saya dan menasihati saya agar tidak membawa itu lagi ke sekolah.  Lucu rasanya mengingat waktu itu.  Sekarang saya baru menyadari bahwa kamera tersebut adalah Instax Mini 7 keluaran Fuji Film.

                Sekarang saya sudah kelas 4 SD.  Kabar gembira tahun ini, ibu saya sedang hamil anak ketiga!  Saya akan segera memiliki adik kedua.  Pada tanggal 1 September pukul 05.00 WIB, saya sedang tidur bersama Krisna, nenek, dan tante saya.  Ya, ayah dan ibu sedang berada di rumah sakit.  Telepon nenek berbunyi , dari ayah mengabarkan bahwa adik saya sudah lahir melalui operasi Caesar.  Seorang adik perempuan bernama Nadira.

                Kelas berikutnya, kelas 5.  Tahun ini sangat membahagiakan.  Menjelang akhir tahun ajaran, guru komputer memanggil saya.  Saya diminta untuk menjadi peserta sebuah lomba komputer.  Saya menjadi wakil sekolah di kecamatan untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten Tangerang.  Selama sebulan saya terus-menerus pulang sore karena harus berlatih.  Saya ingat, suatu hari ibu guru membongkar isi CPU, mencabut semua benda di dalamnya, dan menutupnya rapat dengan mur.  Kemudian ia memberikan obeng dan berkata, “ini obengnya, kamu pasang kembali semua sambungannya sampai komputer ini bisa menyala dengan benar.” Cukup berat ya, hahaha.
Ulang tahun bertepatan dengan Idul Fitri
                Latihan-latihan yang saya dapatkan membuahkan hasil.  Saya berhasil menjadi juara 2 Lomba Mata Pelajaran Komputer se-Kabupaten Tangerang.  Setelah itu saya kembali dipilih menjadi duta sekolah untuk mengikuti lomba mata pelajaran tingkat Al-Azhar se-Indonesia.  Saat itu saya duduk di kelas 6 SD.  Saya kembali berhasil.  Saat pengumuman pemenang, saya diminta naik ke atas panggung bersama guru saya karena berhasil mendapatkan Juara 2 Lomba Mata Pelajaran Komputer Tingkat Al-Azhar se-Indonesia.
                Kelas 6, tahun terakhir saya di sekolah dasar.  Saya lulus dari Sekolah Dasar pada tahun 2008 dengan NEM UASBN 26,95.  Nilai rata-rata Ujian Sekolah saya masuk 10 besar se-angkatan, peringkat 8 tepatnya. 


MASA SMP
          Bulan Juli tahun 2008, hari-hari pertama saya di SMP Labschool Kebayoran diisi dengan kegiatan MOS. Kami, angkatan ke VIII menjalani MOS dengan dibimbing oleh guru dan kakak-kakak OSIS/MPK Heksatriya Praja Danadyaksa.  Kegiatan di kelas 7 yang lainnya, seperti KALAM 2008 dan AKTUAL 2008 kami lakukan dengan bimbingan dari kakak OSIS/MPK periode berikutnya, Saptanayaka Wirja Dhyatmika.
6 Maret 2010 - setelah closing ACEX Labspart 2010
                Pengalaman paling berharga saya di SMP adalah menjadi bagian dari kepengurusan OSIS/MPK Hasthaprawira Satya Mahadhika.  Saya, yang pada awalnya tidak mau menjadi OSIS, hampir tidak mengikuti kegiatan LDKS.  Tapi, karena Bu Nina (wali kelas kelas 7E) bilang semua kelas 7 harus mengikuti LDKS, akhirnya saya ikut dengan keterpaksaan.  Saya lolos LDKS dan berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya.  Karena saya tidak begitu berniat, saya memilih menjadi seksi Bakti Sosial (karena menurut saya, seksi baksos program kerjanya paling sedikit).  Tahap orientasi yang terdiri dari 4 macam tes – agama, bakat, fisik, dan presentasi program kerja – tetap saya jalani.  Saya pikir nothing to lose juga.  Hari pengumuman tiba dan para kertas pengumuman saya tertulis bahwa saya “LULUS menjadi CALON PENGURUS OSIS”, kok bisa?
                Saya melanjutkan kegiatan untuk Capsis dan CapMPK seperti Pra Orientasi Lanjutan (Pra OL) dan Orientasi Lanjutan (OL) di daerah Sukabumi.  Puncaknya pada tanggal 17 Agustus 2009, saya dan teman-teman Capsis CapMPK melakukan LALINJU (Lari Lintas Juang) dari gedung Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sampai Labschool Kebayoran, dan setelah itu saya dilantik menjadi seksi Olahraga 1 menggantikan Kak Anitalia.  Saat itu saya sudah duduk di kelas 8.
LALINJU 2010, sie Olahraga OSIS (ki-ka: Addo, Ara, Adam)

                Selama menjabat, saya menjalankan proker-proker sie Olahraga seperti lari pagi jumat, Senasis, dan Sportive Labs (class meeting).  Salah satu kegiatan yang menjadi  titik puncak adalah acara tahunan ACEX Labspart 2010.  Pada tahun 2010 ini, 2 proker besar sekolah (ACEX dan Labspart) untuk pertama kalinya dilaksanakan secara bersamaan.   Saya diamanatkan menjadi koordinator seksi acara, dipasangkan dengan Pak Armat Masari dari panitia guru.  Kegiatan ini menjadi titik awal saya menyukai bidang tersebut, menjadi dasar saya menjalani apa yang sedang saya jalani saat ini.
                Masa jabatan Hastha selesai pada tanggal 9 Agustus 2010.  Pada saat itu, saya sudah naik ke kelas 9 dan memegang tanggung jawab lain sebagai Ketua Panitia Farewell terpilih.  Tetapi, karena suatu alasan saya mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan menyerahkan kepada Arvin, yang selanjutnya saya menjadi sekretaris.
                Saya lulus dari SMP Labschool Kebayoran pada tahun 2011 dengan NEM yang, menurut saya, cukup memuaskan.  Sebelumnya saya sudah diterima di SMA Labschool Kebayoran pada bulan Maret dan ditolak di 2 sekolah (SMAN 28 Jakarta dan SMAN 5 Bandung). 
Lari pagi terakhir kelas 9 memakai kostum Elmo, bersama Syahla
Bukber Scavoreight, bersama Maga

MASA SMA

                Juli 2011, hari pertama di SMA Labschool Kebayoran rasanya biasa saja.  Mungkin karena setengah dari 240 orang ini adalah teman-teman saya dari SMP Labsky.  Sebagian besar wajah lama, sisanya wajah baru.  Inilah kami, angkatan ke XI SMA Labschool Kebayoran.
                Kegiatan pertama di SMA adalah Pra-MOS.  Kemudian dilanjutkan dengan MOS bersama guru-guru, narasumber, kakak OSIS MPK, dan kakak-kakak capsis.  MOS yang cukup berkesan, mungkin karena sifat labschool yang agak semi-militer ini sudah sering saya rasakan di SMP jadi ketika SMA saya sudah terbiasa, walaupun tetap saja ada hal-hal baru yang saya dapatkan.
                Tahun pertama di SMA rasanya sangat berat.  Setelah MOS, saya masuk ke kelas XD.  Bersama-sama kami berjuang untuk dapat bertahan di kelas X ini.  Terdengar hiperbol memang, tapi itulah kenyataannya.
XD

                Kegiatan berikutnya adalah PILAR 2011 pada bulan Agustus.  Dua bulan setelah itu, yaitu pada bulan Oktober, dimulailah rangkaian kegiatan Trip Observasi, seperti mengecat tongkat dan membuat name tag.  Selanjutnya, Pra TO yang sangat tidak terlupakan.  Mengapa?  Bukan hanya karena isi dari Pra TO itu saja yang ‘seru’, tapi juga pada tanggal 15 Oktober 2011, angkatan XI ini resmi bernama Dasa Eka Cakra Bayangkara dengan ketua angkatannya Bayu, Maga, dan Abon.
Bersama Kak Mia (peserta terbaik TO 2010)
                20-24 Oktober, kami Dasecakra (nama pendeknya) beserta guru-guru dan kakak OSIS MPK serta beberapa orang dari SkyPers dan SkyBlitz menjalani kegiatan Trip Observasi.  Kegiatan yang sangat seru dan tidak terlupakan.  5 hari bersama kelompok 27, kami (saya, Deina, Wina, Thya, Ihsan, Bimo, Andri, dan Faris) dengan pendamping Kak Widari menjalani hari-hari jauh dari orang tua.  Puncaknya pada hari terakhir (24 Oktober) yang bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke 15, alhamdulillah saya terpilih menjadi peserta terbaik putri untuk kegiatan Trip Observasi ini.

Saat sedang shift Sky Battle - bersama Deina, Tikka, & Tiara
                Target saya selanjutnya menjadi bagian dari kepanitiaan event besar Sky Battle 2012, seksi acara tepatnya.  Alhamdulillah, saya bisa mencapai target tersebut.  Ini menjadi sebuah langkah besar bagi saya.
                Selanjutnya saya menjadi seksi acara (lagi) untuk Sky Avenue yang insya Allah dilaksanakan Oktober nanti.  Saya juga dipercaya untuk menjadi stage manager untuk Sky Lite, sebuah drama musikal karya siswa/i SMA Labsky.
                Kegiatan-kegiatan lain di kelas X adalah Study Tour ke Bandung, BINTAMA bersama Kopassus, dan Lapinsi.  Untuk keorganisasian, sejak awal saja ingin menjadi MPK, sehingga ketika dilaksanakan TPO, saya tidak ikut.

Dasa Eka Cakra Bayangkara
Saar Study Tour ke Bandung, bersama Abon dan Bunawar
"Merah"

Fiera - Ara - Deina - Syahla

LALINJU 2012 - Daksabhadrika Aswatama
SKYLITE 2012 - Stage Manager (tengah) bersama PJ Properti (ka-ki)


                Sekarang, saya duduk di kelas XI, lebih tepatnya XI IPS 3.  Kenapa IPS?  Karena saya memang ingin IPS. Saya pikir dengan masuk IPS, saya akan lebih bisa menyeimbangkan akademik dan non-akademik saya (Amiin).

                Untuk kedepannya, saya berharap saya dapat menyelesaikan semua tanggung jawab yang diberikan kepada saya.  Jujur, untuk saat ini, saya belum tahu ingin kuliah apa.  Tapi mungkin saya ingin menjadi seorang event organizer yang profesional ketika sudah dewasa nanti.  Selain itu saya ingin membangun sebuah restoran, usaha fotokopi, dan pastinya membanggakan kedua orang tua & keluarga saya. Amiin ya rabbal alamin.

1 komentar:

  1. Buat saudara punya permasalahan ekonomi:hub aki santoro karna saya sudah membuktikan bantuan aki santoro yang berminat hub di no 0823 1294 9955 atau   KLIK DISINI 100% tembus



    BalasHapus