Selasa, 28 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Rayhan Sri Bayu N


15 tahun yang dilewati dengan banyak cerita

Pada saat mengandung, ibu saya tengah menjalankan ibadah haji. Dikarenakan, ibu saya yang baru mengetahui bahwa ia sedang mengandung saya dengan usia kandungan 2 bulan pada saat pemerikasaan kesehatan terakhir yang dilaksanakan seminggu sebelum keberangkatan. Namun ibu saya tetap berangkat karena merasa bahwa inilah waktu yang tepat untuk melaksanakan ibadah haji. Disana ibu saya merasa banyak kemudahan, mungkin itu adalah berkah ibu yang sedang mengandung. 7 bulan kemudian lahirlah seorang bayi yang diberi nama Rayhan Sri Bayu Nandakusuma tanggal 21 november 1996, di rumah sakit Asih Jakarta. Dengan panjang tubuh 50 cm dan berat badan 3.6 kg.
Mengenai asal-usul nama saya berikut penjelasannya: “Rayhan” diambil dari bahasa arab yang artinya angin surga. “Sri” diambil dari nama ibu saya.“Bayu” mengenai nama yang satu ini ceritanya agak panjang, jadi saya mempunyai sepupu yang lebih tua 10 tahun dari saya yang sangat ingin mempunyai adik laki-laki bernama bayu, karena ia tak kunjung mempunyai adik laki-laki, akhirnya ia meminta ibu saya untuk menamai anaknya bayu. “Nanda” diambil dari kata ananda. “Kusuma” diambil dari nama belakang ayah saya.
Saya tumbuh berkembang di keluarga harmonis yang beranggotakan : 1. Hanggara Kusuma (ayah) 2. Asri Tjardiana (ibu) 3. Azkaa Sri Ayu N (kakak) 4. Rayhan Sri Bayu N (saya sendiri). Ayah saya adalah seorang pekerja keras yang melakukan apapun demi perkembangan anak-anaknya yang harus menjadi lebih baik dari dirinya. Ibu saya adalah seorang wanita yang teguh pendirian, displin, tegas  dan optimis. Ia sangat menyayangi anak-anaknya, tidak jarang ia memarahi saya dan kakak saya jika bertindak yang tidak baik. Namun saya yakin itu semua dilakukannya untuk membentuk kami menjadi orang yang lebih baik dari dirinya dan berguna bagi nusa bangsa. Kakak saya adalah orang yang menjadi kakak sekaligus teman bagi saya. Dikarenakan kami sangat sering mengobrol satu sama lain apapun yang terjadi di sekitar kami. Walaupun ia sering mudah tersinggung dan emosinya tidak stabil, disaat saya butuh semangat disitulah kakak saya muncul sebagai penyemangat dan memberikan nasihatnya agar saya bisa bangkit dari suatu kegagalan.
Saya bersama keluarga
Saya bersama sepupu
 Kami semua tinggal di sebuah rumah yang beralamatkan di Jl. kenari no. 8, Larangan Indah, Larangan, Tangerang. Disanalah banyak cerita tentang kehidupan saya dan keluarga

 TK
Menginjak umur 4 tahun saya mulai bersekolah di TK Al-Azhar 4 Kby. Lama. Saya belajar disana selama 2 tahun.  Tahun pertama saya menempati kelas A2, dan di tahun kedua menempati kelas B1. Disana saya belajar membaca, mengaji, shalat dan belajar bergaul dengan teman-teman. Saya juga pernah mengikuti berbagai lomba seperti baca surat pendek, dan peragaan busana.
Saya bersama teman sekelas saat TK
SD

Setelah lulus saya melanjutkan ke SD Al-Azhar 4 yang masih satu gedung dengan Tknya. Disinilah saya banyak belajar tentang apapun, mulai dari berhitung, menghafal surat-surat pendek, bahasa inggris dan masih banyak lagi. Disini juga saya mengenal banyak teman dan bermain bersama-sama mereka seperti bermain bola, basket, bentengan, galasin dan lain-lain. Selama SD saya juga sering mengikuti berbagai lomba seperti baca puisi, tarik tambang, dan balap karung.
Saya bersama teman SD
Pada saat saya memasuki kelas 2 SD saya masuk sekolah tennis di bilangan patiunus. Itu adalah kegiatan olahraga pertama saya yang dilakukan diluar kegiatan sekolah. Selama sekolah tennis selain berlatih, saya sering mengikuti berbagai turnamen. Prestasi saya diantaranya pernah menjadi semifinalist ferry raturandang, dan menjadi peserta kejurda yang dilaksanakan di kemayoran. Saat saya kelas 4 dan 5 saya mengikuti operet yang ternyata sangat menyenangkan. Mulai dari sanalah saya menyukai seni drama. Di kelas 6 saya berhenti tennis dikarenakan persiapan menghadapi ujian nasional SD. Setelah lulus ujian nasional saya dan teman-teman melakukan perpisahan di daerah puncak. Disana kami bersenang-senang namun juga sekaligus sedih karena tidak terasa setelah 6 tahun bersama kami akhirnya berpisah untuk melanjutkan ke SMP yang akan kami tuju masing-masing.

SMP

Saya tes masuk smp ke 3 sekolah yaitu: al-azhar pusat, labschool kebayoran dan smpn 19. Saya diterima di kelas bilingual al-azhar pusat, saya tidak diterima di labsky, saya diterima di SBI smpn 19. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk SMPN 19, walaupun sebenarnya saya sangat menginginkan untuk bersekolah di smp labsky. Di 19 saya saya mengenal banyak teman dari berbagai sekolah bahkan dari berbagai kota. Pada saat kelas 7 kami mendalami apa yang pernah dipelajari di SD. Namun bertahap tingkat kesulitan tiap mata pelajaranpun bertambah.
Saya bersama teman SMP
Di 19 saya mengikuti ekskul baseball, sudah lama saya ingin belajar bermain baseball. Saya masuk di club radjawali. Ternyata permainan baseball adalah permainan yang menuntut fisik yang kuat dan keharusan berfikir cepat. Bersama radjawali dan 19 sangikya meuti berbagai turnamen seperti turnamen pelajar, JYBA, bahkan mewakili indonesia mengikuti turnamen baseball di filipina.
Saya dan teman-teman tim baseball Radjawali
Saat memasuki kelas 9 untuk mempersiapkan ujian nasional smp saya masuk bimbel bernama SSC. Disanalah saya bertemu teman-teman dari berbagai sekolah yang mempunyai  tujuan yang sama yaitu mendapat nilai terbaik di ujian nasional. Ternyata teman-teman di ssc asik-asik, sehingga membuat saya semangat belajar. Selain belajar kami juga sering jalan-jalan bersama, itulah yang membuat kami semakin dekat dan semakin kompak. Alhamdulillah saya dapat lulus dengan nilai memuaskan. Setelah lulus saya bertekad untuk dapat masuk sma labschool kebayoran sehingga saya masuk kelas ssc untuk persiapan tes masuk sma labsky. Setelah 2 bulan persiapan yang matang, hari tes pun datang. saya menyiapkan otak dan mental dangan segala kemungkinan yang terjadi. Setelah pengumuman ternyata saya lulus. Saya sangat gembira. Karena memang inilah sekolah yang saya inginkan.
SMA
Setelah melakukan registrasi dan menyelesaikan administrasi, saya siap untuk masa orientasi siswa (MOS). Sebelum mos kita diberitahu bahwa kita harus membuat nametag yang telah ditentukan sebagai syarat mengikuti MOS. Saya cukup kaget, karena desain nametagnya menurut saya sangat sulit. Namun dengan kerja keras dan bantuan teman sekelompok nametag itu pun rampung.
MOS adalah kegiatan dimana kita diperkenalkan dengan berbagai macam hal dengan sekolah tersebut. Seperti budaya mereka, guru-gurunya, lalu kita diperkenalkan ruangan-ruangan apa saja yang ada, dan lain-lain. Saat MOS juga kita dilatih kedisiplinannya dengan makan komando, pergerakan yang harus cepat. Murid yang berasal dari luar labschool pasti kaget karena kedisiplinan yang begitu kental diajarkan oleh kakak-kakak osis yang diajarkan kepada kami.
Saya masuk dikelas XB, saya bertemu banyak teman baru dari berbagai sekolah. Temannya asik-asik dan lucu. Pokoknya kelas ini kelas yang sangat menyenangkan

Saya bersama teman-teman XB
Setelah MOS kegiatan non akademik lainnya yang wajib kami ikuti adalah TO yaitu kegiatan belajar bagaimana hidup di desa. Sebelum TO ada kegiatan pra TO, disinilah kita membuat tongkat dan nametag yang akan digunakan saat TO. Selain itu di pra TO lah kekompakan angkatan kami diuji dan nanti akhirnya akan terpilih tiga ketua angkatan yang disusul dengan terciptanya nama dari angkatan kami yang bernama “Dasa Eka Cakra Bhayangkara”. Setelah pra TO kami melaksanakan TO (Trip Observasi). Kegiatan ini mewajibkan kami untuk tinggal didesa selama lima hari dengan tidak boleh menggunakan alat elektronik apapun. Kami tinggal disebuah desa yang bernama desa “Parakan Ceuri”. Selama lima hari disini kami dilatih kemandiriannya diantaranya dengan cara harus memasak sendiri, dan cuci piring sendiri. Lalu kita dilatih kedisiplinan dengan cara harus pergi kemana-mana dengan membawa tongkat dan nametag yang katanya itu adalah harga diri kami. Lalu disana kita harus tidur malam karena harus menjaga vendel, tapi juga harus bangun pagi karena harus shalat shubuh berjamaah di mesjid dan senam pagi. Disanalah kedisiplinan kami terbentuk. Disana kita juga belajar membajak sawah bercocok tanam dan lain-lain. Selain itu kita juga harus membuat display makalah, yang berisi tentang survey suatu masalah, contohnya “Tingkat kriminalitas di kampung parakan ceuri”. Kita harus menanyakan kebeberapa penduduk untuk mendukung hipotesis kami yang nantinya akan dipresentasikan kepada juri-juri yang terdiri dari guru dan kakak osis. Selain itu disana kita juga dilatih untuk kreatif dengan harus menampilkan suatu drama yang bertema berbeda-beda setiap kelompok. Disana kita juga ada kegiatan penjelajahan yaitu mendaki dan menuruni gunung yang harus melewati beberapa pos dengan tugas tertentu. Ternyata 5 hari yang awalnya mengira membosankan malah menyenangkan, bahkan berat rasanya untuk meninggalkan kampung tersebut.
Saya bersama teman sekelompok, guru pembimbing, dan orangtua asuh
Beberapa bulan setelah TO ada kegiatan yang melatih kekuatan mental dan fisik, yaitu BINTAMA(Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa). Kegiatan ini diselenggarakan di Grup-1 Kopassus, Serang, Banten. Selama 2-7 April kita diajarin gimana jadi pemimpin yang baik, percaya diri, keberanian,dll. Di Bintama kita tidur di barak asrama Kopassus (Kopassus kepanjangannya adalah Komando Pasukan Khusus yang merupakan terbaik ke-3 di dunia) menggunakan velbed. Disini juga kita dituntut untuk bergerak cepat dan tepat. Termasuk pada kegiatan makan yang harus dikomandoi agar kita makannya bisa cepat. Disana banyak materi-materi yang bisa langsung dipraktekkan seperti navigasi darat , survival (bertahan hidup dengan makan daun, uler, biawak, dll), p3K, simuilasi gempa, sama caraka malam. Setelah itu ada outbound juga dan ada pelatihan PBB. Yang paling membuat kedekatan antara pelatih dan peserta adalah pas malam terakhir, Ada api unggun dan makan malem bersama (Tidak makan komando). Setelah 6 hari yang melelahkan akhirnya tibalah hari terakhir yaitu hari dilaksanakannya upacara penutupan BINTAMA yang disambut gembira oleh para peserta karena sudah tidak ada lagi makan komando, dibentak-bentak, serta berbagai tindakan-tindakan hukuman yang diberikan kepada kami jika kami melakukan suatu kesalahan. Namun disisi lain kami juga kangen dengan itu semua, juga dengan wajah pelatih-pelatih yang seram, lucu dan berwibawa. Jadi bintama memang cukup untuk dikenang, tidak untuk diulang.
Setelah BINTAMA tidak ada lagi program wajib sekolah yang harus diikuti yaitu adalah LAPINSI(Latihan Kepemimpinan Siswa). Kegiatan ini dilaksanakan disekolah selama 2 hari 1 malam. Disana kita diberi materi- yang berhubungan dengan kepeminpinan oleh berbagai nara sumber. Disana juga kita dilatih tentang simulasi berorganisasi. Kegiatan ini wajib bagi yang ingin menjadi pengurus osis.
Setelah lapinsi juga masih ada TPO (Tes Potensi Organisasi) yang meliputi tes fisik, agama, dan makalah. Lalu yang lulus tes itu langsung menjadi CAPSIS (Calon Pengurus Osis). Sungguh banyak kegiatan diluar akademik yang melatih siswa labsky dalam mental dan kepemimpinan.
Setelah berbagai kegiatan padat di kelas 10, sekarang saya telah naik ke kelas 11 dengan masuk jurusan ipa. Jurusan yang memang saya inginkan. Walaupun saya merasa agak kesulitan, saya akan berusaha maksimal belajar agar nilai rapot saya bagus dan dapat memudahkan saya masuk ke universitas unggulan dan dapat meraih cita-cita saya yang akhirnya akan membanggakan orang tua saya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar