Senin, 27 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Nurani Rahma Arafah


"16 tahun sudah berlalu"

MASA BALITA
         Pada hari Sabtu tanggal 27 April 1996, saya lahir tepat pada pukul 11.00 malam. Dapat dikatakan bahwa saya hampir lahir pada tanggal 28 april 1996. Saya lahir di Rumah Sakit Pertamina Pusat Jakarta, dengan berat 4,1 kg dan panjang 52cm. Saya diberi nama Nurani  Rahma Arafah yang biasa dipanggil Rani.
         Orangtua saya bernama Tri Rahayu dan Aryo Gajah Seno. Saya merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Saya memiliki satu kakak laki-laki yang bernama Haryo Satrio Muhammad. Beda usia saya dan kakak saya hampir 2tahun, lebih tepatnya 1tahun 10bulan. Saya bersuku Jawa, karena kedua orangtua berasal dari Jawa Tengah. Ibu saya bersal dari Yogyakarta dan ayah saya berasal dari Solo.
Bersama ibu

Foto bersama keluarga



         Sejak lahir saya sudah tinggal di Jakarta lebih tepatnya di Tangerang. Tapi kakak saya pernah merasakan tinggal di Jawa, karena orangtua saya baru pindah saat saya masih dalam kandungan ibu saya.  Saya tinggal di Pamulang kabupaten Tangerang.
         Saya tumbuh seperti anak-anak lainnya dengan masa kecil yang bahagia dan menyenangkan. Masa kecil saya habiskan dengan bermain sebagai kegiatan yang paling dominan yang saya kerjakan. Masa balita saya dipenuhi dengan berpindah-pindah rumah. Saat saya belum memasuki playgroup saya sudah mengalami pindah rumah sebanyak 2kali. Saat saya berusia 2tahun saya pindah rumah untuk waktu yang cukup lama. Saya pindah tidak jauh dari rumah lama saya, saya tetap tinggal di daerah Pamulang, Tangerang.
         Saat saya berumur 3tahun saya sudah masuk sekolah yaitu playgroup atau KB di dekat rumah saya. KB saya dan TK saya adalah sama, yaitu di KB&TK Puspa Indah Pamulang, Tangerang. Karena TK saya tidak jauh dari rumah saya melainkan satu komplek dengan rumah saya. Maka saya pergi dan pulang dengan menggunakan jemputan. Tapi dulu saya tidak mau menggunakan jemputan sehingga saya sering sekali sengaja membuat saya terlambat agar saya bisa diantar orangtua saya menggunakan mobil.
         Di depan TK saya banyak penjual mainan dan makanan. Tapi ibu saya tidak pernah memperbolehkan saya untuk membeli makanan yang dijajakan di depan TK saya. Ibu saya tidak pernah memberikan saya uang jajan agar saya tidak membeli makanan di depan TK saya. Ibu saya bilang bahwa makanan yang dijajakan di depan TK saya itu tidak higienis dan menyebabkan penyakit. Sehingga setiap istirahat, pengasuh saya selalu datang ke TK saya memberikan saya makan siang. Dan pengasuh saya juga sering menjemput saya untuk pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda karena dulu saya tidak mau naik jemputan.
        Sejak TK saya sudah diajarkan oleh orangtua saya untuk melaksanakan puasa di bulan puasa. Saya memulainya dengan puasa setengah hari. Orangtua saya mengajarkan saya untuk puasa tapi saat zuhur saya boleh makan siang lalu setelah itu saya diharuskan melanjutkan puasa. Dulu saya pernah sangat lapar dan makan siang saya belum habis, maka setelah saya melanjutkan puasa saya diam-diam makan di belakang agar tidak ketahuan oleh pengasuh saya. Suatu saat saya pernah ketahuan lalu saya dinasihati agar tidak seperti itu lagi. Lalu saya tidak pernah makan diam-diam lagi setelah kejadian terserbut.
Makan es krim bersama kakak dan ayah

Usia 3 tahun

Usia 4 tahun

Di lembang, jawa barat
Bersama kakak saat TK

MASA SD
         Saya melanjutkan pendidikan sekolah dasar saya ke SDI Madrasah Pembangunan di ciputat, Tangerang. Saya melanjutkan ke SD tersebut karena kakak saya juga bersekolah di sekolah tersebut. Ketika saya masuk ke sekolah tersebut kakak saya sudah kelas 3. Saat tes masuk sekolah tersebut saya belum dapat menuliskan nama lengkap saya yaitu ‘nurani’ saya hanya bisa menuliskan nama panggilan saya yaitu ’rani’.
         Ketika saya beranjak naik ke kelas 2 SD, saya sering sekali lupa membawa buku pelajaran. Dulu saya sangat takut jika tidak membawa buku pelajaran, karena saya sangat takut di marahi guru. Padahal saya belum pernah di marahi oleh guru saya. Jadi, ketika saya tidak membawa buku pelajaran saya selalu menangis. Ketika saya menangis pasti satu teman laki-laki saya akan memberi tahu guru saya bahwa saya menangis. Dan guru saya akan menghampiri saya untuk menanyakan kenapa saya menangis, lalu saya akan menjawab bahwa saya menangis karena tidak membawa buku pelajara. Lalu biasanya guru saya akan menyuruh saya untuk memakai buku yang ada, dan menyuruh saya untuk tidak menangis kembali. Sungguh pengalaman yang memalukan.
         SD Madrasah Pembangunan mempunyai kegiatan rutin setiap sabtunya yaitu kegiatan senam kesehatan jasmani atau yang disingkat skj. Dulu saya sekolah bukan sampai jumat saja tapi sampai sabtu. Sungguh melelahkan, ditambah lagi sebelum pembelajaran saya diharuskan melaksanakan skj. Biasanya jika saya sedang tidak ingin melaksanakan skj saya akan pura-pura sakit perut. Lalu guru akan menempatkan saya di kelas, dan memberikan saya teh hangat agar perut saya tidak sakit lagi.
         Saya pulang dan pergi ke sekolah selalu menggunakan jemputan, begitu pula kakak saya. Saya sangat dekat dengan teman satu jemputan saya yang rumahnya dekat dengan rumah saya, melainkan satu komplek dengans saya. Tetapi, saya dengan teman satu jemputan saya tersebut tidak sekelas. Saya selalu berharap agar sekelas dengan teman saya itu, dari kelas satu hingga kelas 2. Akhirnya di kelas 3 SD saya tetap tidak sekelas dengan dia, tetapi kelas kami bersebelahan saya kelas 3G dan dia kelas 3H.
         Di SD saya setiap pembagian rapot kenaikan kelas, selalu ada daftar nama kelas selanjutnya. Ketika saya naik kelas 4 saya melihat daftar tersebut rupanya saya mendapat kelas 4B. Saya sangat senang berada di kelas tersebut karena ternyata teman dekat yang satu jemputan dengan saya juga berada di kelas tersebut. Awal semester saya selalu bermain dengan teman satu jemputan saya tersebut tapi akhir semester saya lebih sering bermain dengan teman saya yang lain yang baru saya kenal di kelas 4. Saat semester 2 saya dipilih menjadi ketua kelas, awalnya saya sangat senang menjadi ketua kelas. Tapi lama kelamaan saya merasa bosan dan sangat kerepotan, tapi saya bisa mengatasi hal tersebut.
         Di akhir kelas 4, dan kakak saya kelas 6 yang berarti kakak saya akan tamat SD dan akan melanjutkan ke SMP. Keluarga saya telah merencanakan untuk pindah rumah, karena SMP kakak saya sangat jauh dengan rumah saya yang berada di pamulang. Orangtua saya juga sudah merencanakan untuk memindahkan sekolah saya dengan yang lebih dekat dengan rumah saya yang baru. Awalnya saya mersa tidak senang, karena saya sudah sangat nyaman dengan sekolah saya yang lama. Tapi akhirnya saya menurut saja, dan akhirnya saya pindah rumah ke Radio Dalam, Jakarta Selatan.
         Saya melanjutkan kelas 5 sampai 6 SD di sekolah citra alam ciganjur Jakarta Selatan. Sekolah ini adalah sekolah alam. Sekolah ini sangat berbeda dengan SD saya yang lama, satu hal yang sama adalah keduanya merupakan sekolah islam. Awalnya saya ragu bersekoah disini tetapi akhirnya saya merasa nyaman dengan sekolah tersebut.
         Saat kelas 6 SD saya dan angkatan saya di seluruh Indonesia mengalami UASBN pertama di Indonesia. UASBN ini merupaka UAN sama seperti yang ada di SMP dan SMA. Bedanya UASBN ini untuk masuk ke SMP negeri, dan UASBN ini merupakan syarat kelulusan. Satu hal yang sangat berbeda dari UAN adalah UASBN untuk menjawab jawabannya kami diharuskan untuk menyilang jawaban bukan membulatkan jawaban seperti UAN. Menurut saya UASBN ini haya syarat kelulusan saja bukan untuk masuk ke SMP negeri. Dikarenakan saya tidak diperbolehkan masuk ke negeri, bahkan orangtua saya tidak memasukkan nem saya untuk mendaftar ke SMP negeri. Padahal nem saya termasuk ke dalam kategori lumayan baik.
Kelas 3 SD, dengan keluarga liburan di Bali
Kelas 5 SD, berlibur di Pulau Dewata bersama kakak


MASA SMP
         Saya melanjutkan jenjang SMP saya di SMP Labschool Kebayoran, Jakarta. Saya memang dari awal sangat menginginkan untuk bersekolah disini. Selain itu kakak saya juga bersekolah di SMP yang sama dengan saya, sehingga orangtua kami sangat mendorong kami untuk bersekolah di SMP Labsky ini. Awalnya saya kira saya tidak keterima disini karena tesnya sangat sulit dan saya sudah melepaskan Alpuss sebagai sekolah cadangan saya karena saya ibu saya sangat yakin saya akan keterima.  Dan akhirnya saya keterima dan bersekolah di SMP Labsky.
         Saat mos saya tidak masuk pra-mos di hari jumat, tapi saya masuk hari sabtu karena salah hari. Saya sudah panik karena saya tidak tahu kelompok berapa dan tidak ada yang bersal dari SD yang sama dengan saya. Kakak saya membantu saya dengan menelpon temannya yang merupakan pj mos. Saat itu saya sangat mersa lega karena saya dibawa ke kelompok saya oleh teman kakak saya yang merupakan mentor saya. Saya dijelaskan semuanya sehingga saya mengerti hal-hal yang diperlukan untuk mos.
         Saya masuk ke kelas 7C, dengan wali kelas ibu Elin. Saya awalnya tidak kenal dengan hampir seluruh murid di kelas ini. Tetapi ternyata ada teman saya dari SD MP. Dan untungnya juga dia dulu pernah sekelas dengan saya sehingga dia juga ingat dengan saya. Akhirnya saya berteman dengan semua murid yang ada. Kelas saya dulu bernama Ra7Chet diambil dari salah satu robot di transformer.
Pada saat kelas 7 ini, diadakan suatu kegiatan yang bernama Aktual dimana kami (angkatan saya, angkatan 8) akan studi lapangan dan nantinya akan dipresentasikan. Melalui kegiatan ini saya menjadi lebih aktif berbicara dan lebih menghargai kerja sama (karena tugas ini tugas berkelompok). Suatu saat,  pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan SSN (Showing Sympathy for Needy). Acara tersebut berinti bahwa kami harus berbagi kepada yang lebih membutuhkan dan acara tersebut diselenggarakan perkelas. Di kelas 7 juga terdapat rangkaian KARISMA atau (Kaderisasi Siswa Mandiri) untuk mencari calon-calon OSIS/MPK selanjutnya, sayangnya saya tidak lolos sehingga saya tidak dapat menjadi OSIS atau MPK. Pada akhir tahun kelas 7 ini, terdapat acara refleksi untuk berkumpul dan berbagi kesan-pesan selama satu tahun terakhir. Pada akhir tahun ada salah satu teman saya yang akan pindah ke Kanada. Saya dan teman-teman saya ikut melepas kepergiannya dengan mengantarnya ke bandara. Kami memberikan banyak hadiah perpisahan untuk dia. Dia ada salah satu teman dekat kami. Saat itu kami semua melepas kepergiannya dengan perasaan sangat sedih. Dia adalah teman yang sangat baik dan menyenangkan.
Pada saat kenaikan kelas 8, saya mendapatkan kelas 8A. saya sangat senang berada di kelas ini karena banyak teman saya yang dekat dengan saya yang sekelas dengan saya di kelas 8 ini. Angkatan kami sepakat untuk menamai kelas kami berdasarkan nama website, maka saya dan teman-teman sekelas menamai kelas kami mys8Ace sedangan kelas lainnya adalah face8Book, fli8Ckr, e8uDdy, 8Elogger,dan firefoX.
Pada tahun kedua ini, saya dan teman-teman seangkatan lainnya mengikuti kegiatan BIMENSI (Bina Mental Siswa) yang dipandu oleh polisi di Lido, Bogor. Saya mendapat banyak pelajaran, seperti lebih sigap dan cepat, memperkuat mental dan fisik, serta mampu bertahan di keadaan yang sulit. Hal tersebut karena disana kami harus bergerak dan berpikir cepat. Pada saat bimensi banyak kenangan yang tidak dapat terlupakan yang terjadi pada saya. Pada saat kelas 8 pula terdapat acara yang bernama ACEX/Labspart.
         Setelah melewati masa-masa yang menyenangkan di kelas 8, saya memasuki jenjang kelas 9. Saya memasuki kelas 9D. Di tahun terakhir kami (angkatan 8) di SMP Labschool Kebayoran ini, terpilihlah nama angkatan untuk kami yaitu Scavolendra Talvoreight yang merupakan singkatan dari Eight is a typical entity which figure a never ending story yang memiliki arti Angkatan 8 adalah tipikal kesatuan yang ceritanya tidak akan pernah berakhir. Saat-saat kelas 9 ini, pihak sekolah sangat memperhatikan nilai-nilai muridnya dan memberi kelas tambahan yang biasa dinamakan paket untuk menambah kemantapan persiapan menghadapi ujian, namun pihak sekolah juga memberi peluang untuk murid-muridnya refreshing  dengan bepergian ke puncak dan menginap selama 2 hari 1 malam, acara ini dinamakan TO UAN.
         Sekolah saya mengadakan jalur khusus masuk SMA Labschool Kebayoran, untuk angkatan saya kuota jalur khusus(jasus) kali ini ditambah satu kelas lebih banyak dari tahun lalu. Murid yang mendaftar jasus ada sekitar 120-an, sedangkan yang dapat diterima hanya sekitar 77 orang. Sayangya saya tidak diterima jasus, saya kecewa karena saya tidak diterima jasus tapi pasti Tuhan sudah punya rencana lain untuk saya. Saya menjalani tes masuk SMA Labschool Kebayoran dan akhirnya saya di terima di SMA tersebut. Sebenarnya Labsky adalah sekolah cadangan untuk saya, saya sebenarnya ingin masuk SMAN 8 Jakarta. Setelah saya menjalani tes SMAN 8 ternyata saya tidak lulus dari tes akademiknya. Akhirnya saya melanjutkan SMA ke SMA Labschool Kebayoran.
TO-UAN di Puncak
Lukisan kelas 9D
Photobooth bersama kelas 9D
Bersama Sasha

MASA SMA
         Saya menjadi angkatan ke 11 di SMA Labschool Kebayoran ini, maka bersama-sama kami akan melewati 3 tahun masa SMA. Dimulai dengan acara MOS, masa orientasi siswa dimana pertama kali saya bertemu dengan teman-teman baru saya dari luar sekolah. Acara ini berlangsung selama 3hari. Pada saat itu saya masuk ke kelompok 2, kelompok dibagi berdasarkan kelas yang akan kami tempati. Di kelompok 2 ini hanya sedikit teman dekat saya, lumayan yang saya sudah kenal dan lumayan banyak pula yang berasal dari luar sekolah. Setelah melewati masa MOS, saya lalu memasuki kelas XA, angkatan saya terbilang angkatan dengan jumlah murid terbanyak, yaitu 6 kelas.
         SMA Labschool Kebayoran mempunyai acara lainnya yaitu Trip Observasi dimana kami akan tinggal di desa selama 5 hari dan merasakan kehidupan pedesaan. Kami membuat tongkat dan nametag untuk acara ini. Nametag yang kami buat jauh lebih sulit dari nametag MOS yang pernah kami buat. Tongkatnya juga tidak mudah untuk dibuat, tapi masih lebih mudah dibandingkan membuat nametagnya. Saya masuk ke kelompok 23, kelompok saya berisi jumlah yang paling banyak yaiu 9 murid. Tapi ada satu siswa yang berasal dari kelas 12 sehingga saya sama sekali tidak kenal dengannya. Kami melaksanakan TO di desa Parakan Ceuri, Purwakarta. TO mengajarkan kami untuk menghargai alam, tolong menolong, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar kami.
         Kegiatan sekolah selanjutnya adalah BINTAMA (Bina Mental Kepemimpinan Siswa), acara ini seperti BIMENSI yang pernah saya lakukan di SMP. Acara ini diadakan di KOPASSUS, serang Banten. Bedanya BINTAMA lebih keras pengajarannya dibandingkan BIMENSI. Lalu ada kegiatan lain yang dinamakan LAPINSI(Latihan kepemimpinan siswa), kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa yang berminat untuk menjadi OSIS/MPK. Saya dari awal sudah tidak yakin untuk mengikuti acara ini, pada akhirnya saya tidak mengikuti kegiatan ini. Lalu saya berkesempatan mengikuti misi budaya ke Turki dan menampilkan tarian tradisional Indonesia. Misi Budaya diadakan saat liburan kenaikan kelas dari kelas 10 ke kelas 11.
         Saya masuk ke jurusan IPA, tepatnya saya masuk ke kelas XI IPA 1. Karena mengikuti misi budaya saya tidak masuk sekolah di satu minggu pertama. Saya masuk sekolah bertepatan dengan awal bulan puasa. Untungnya kelas saya belum terlalu jauh pelajarannya, sehingga saya tidak terlalu jauh untuk mengejar pelajarannya.

Buka puasa bersama ex-9D saat kelas 10

Study tour bandung Dasecakara

Bersama teman-teman di bandara Dubai

Saat misi budaya ke Turki

Bersama Nichil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar