Jumat, 03 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Nadhira Khanza

Saat 16 Tahun Terasa Begitu Cepat


Masa Balita:

Nadhira Khanza lahir pada tanggal 11 Januari 1996 di Rumah Sakit Asih, Jakarta. Dhira lahir secara normal dan sehat dengan berat 3,3 kg dan panjang 51 cm.  Saat Dhira pulang dari rumah sakit, seluruh keluarga sudah menanti-natikan kehadiran Dhira. Dhira disambut hangat oleh keluarga di rumahnya, Jl. Darmawangsa V no. 6 Terutama Kakak Dhira, Ais yang belum genap dua tahun. Dhira tumbuh bersama Ais. Mereka selalu main bersama, makan, mandi, belajar dan hal-hal lainnya.


Akhirnya, tiba saatnya Dhira untuk mulai bersekolah. Pertama Dhira bersekolah di KB dekat rumahnya. Dhira mulai mencari teman baru, walaupun dengan malu-malu. Ais membantu Dhira untuk mencari teman. Makan bekal bersama. Bermain dengan guru dan teman-teman lainnya.

Setelah KB, Dhira melanjutkan TK di Al-Izhar. Al-Izhar terletak di daerah Pondok Labu, sehingga Dhira harus bangun lebih pagi. Setiap pagi, Bunda membangunkan dan siap-siap untuk mengantar Dhira ke TK. Karena kantor Ayah sejalan dengan TK Al-Izhar, setiap pagi Dhira diantar Ayah ke sekolahnya.

Di rumah, Dhira sangat suka menonton televisi. Namun lama-kelamaan acara di televisi menjadi sangat membosankan. Terkadang, saat Dhira mengajak Kakaknya untuk bermain bersama, kakaknya suka menolak karena sudah sibuk dengan pelajaran di SD.

Tidak lama setelah itu, akhirnya keluarga Dhira dikaruniai seorang anak perempuan lagi. Dhira sangat senang akan kehadiran adik bayi. Dhira merasa sekarang mempunyai teman yang bisa diajak bermain. Saat adiknya sudah cukup besar, Dhira selalu mengajak adiknya bermain. Dhira juga selalu menjaga adiknya, dan tidak bosan-bosannya Dhira menemani adiknya bermain apa saja. Dhira sangat menyayangi adiknya. Kini, Dhira mempunyai Kakak dan Adik yang sangat asik untuk diajak main bersama. Dhira tidak pernah merasa kesepian lagi.

Masa-masa TK Dhira jalani dengan sangat senang. Dhira berkenalan dengan banyak teman-teman baru. Dhira masuk di kelas A-1 dan mulai bermain dengan teman-temn sekelasnya. Awalnya Dhira merasa malu dan segan untuk bermain, sebab Dhira tidak satu sekolah dengan Ais. Ais sudah masuk SD saat itu. Tapi akhirnya Dhira bermain dengan semua teman-temannya.


Dhira sangat suka bermain pasir di taman bermain sekolahnya. Taman bermain itu terletak di pekarangan sekola, dan saat beristirahat seluruh siswa bermain di sana. Ada rumah pohon yang sangat besar, dikelilingi kolam pasir yang tentunya lebih besar lagi. Untuk naik ke rumah pohon tersebut, terdapat tangga atau jarring-jaring yang bisa dipanjat. Ada juga permainan bergelantung dan jembatan-jembatan panjang. Dhira tidak merasa canggung lagi, karena hari terasa begitu cepat hingga Dhira harus langsung pulang.

Sayangnya, karena rumah Dhira cukup jauh sehingga Bunda dan Ayah tidak sempat menjemput Dhira. Dhira setiap hari pulang dengan jasa antar-jemput yang disediakan sekolah. Namun sesekali Dhira dijemput Bunda atau Ayah. Dhira sangat senang apabila saat pulang sekolah ternyata Ayah atau Bunda yang menjemput Dhira.

Setelah kurang lebih 2 tahun menghabiskan masa-masa di TK tiba saatnya untuk Dhira melanjutkan sekolah ke SD. Orangtua Dhira merencanakan untuk menyekolahkan Dhira di SDI Al-Ikhlas, dimana Ais juga bersekolah di sana. Letaknya pun tidak begitu jauh sehingga Dhira tidak perlu naik antar-jemput lagi.

Masa SD:

Dhira masuk ke SDI Al-Ikhlas saat berumur 6 tahun. Dhira merasa sangat senang bisa bersekolah di SDI Al-Ikhlas. Dhira mendapat banyak teman baru karena suasana SD sangat berbeda dengan suasana TK Dhira dulu.  SD Dhira kini letaknya lebih dekat daripada saat TK dulu, sehingga Dhira tidak perlu bangun terlalu pagi. Dhira setiap pagi berangkat bersama supir dan Ais.


Semasa di kelas, Dhira terus tekun belajar. Walaupun sesekali mendapat nilai yang kurang memuaskan, tapi Dhira terus berjuang untuk bisa mendapatkan nilai terbaik. Nilai yang tidak sempurna atau kurang bisa Dhira perbaiki dengan belajar di rumah bersama Bunda. Sesekali Dhira pun bertanya kepada Kakaknya yang lebih tua 2 tahun. Tentu Ais dengan senang hati membantu dan mengajarkan Dhira. Dhira pun tidak segan untuk bertanya-tanya tentang pelajaran lainnya.

Pada pelajaran KTK atau kerjinan tangan, Dhira sering pula mengalami kesulitan karena Dhira kurang sabar mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti menjahit, atau menempel. Dhira membutuhkan bantuan dari teman-teman sekelasnya. Tidak jarang pula Dhira membantu teman sekelasnya untuk mata pelajaran lain.

Saat kelas 4, Dhira memulai untuk berorganisasi dengan teman-teman disekolah. Dhira mengikuti OSSDIA atau semacam OSIS di SD. Dhira merasa sangat senang karena bisa lebih aktif di sekolah, selain belajar tentunya. Tidak jarang saat sabtu atau minggu Dhira habiskan untuk berorganisasi di sekolah. Bahkan beberapa kegiatan diadakan di luar Sekolah. Dhira belajar untuk berorganisasi, mulai dari menyusun jadwal setiap bulan, membuat proposal, mengajukan proposal dan mengurus acara setelah proposal disetujui.

Dhira tumbuh menjadi anak yang sangat aktif di sekolah. Dhira juga sempat ikut beberapa ekstrakulikuler yang dapat menyalurkan minat dan bakat Dhira. Dhira sempat ikut basket, kaligrafi, paduan suara dan marching band. Dhira sangat suka menghabiskan waktunya untuk bermain marching band. Dhira memainkan senar drum. Latihan biasa diadakan setiap hari rabu sehabisa sekolah. Dhira juga sempat mengikuti beberapa perlombaan. Walaupun tidak selalu menang, namun Dhira memenangkan suatu kejuaran. Dhira sangat bangga dan senang saat itu.


Setelah lima tahun menghabiskan masa SD akhirnya tiba dimana Dhira harus menghadapi ujian besar di kelas 6. Saat itu, angkatan Dhira adalah angkatan pertama yang mengikuti Ujian Nasional untuk bisa lulus dari SD. Mata pelajaran yang diujiankan adalah matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Dhira merasa pelajaran di sekolah masih kurang hingga Dhira mengambil tambahan belajar di luar.

Dhira mendapatkan teman-teman baru di tempat bimbingan belajar. Dhira juga merasa sangat nyaman dengan tempat bimbingan belajarnya. Letaknya tidak begitu jauh dari rumah sehingga Dhira tidak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak di jalanan. Setelah berjuang untuk belajar lebih tekun lagi. Akhirnya Dhira bisa lulus dari SDI Al-Ikhlas dengan nilai yang cukup memuaskan. Dhira sangat senang, begitu juga dengan keluarga Dhira. Bunda, Ayah, Kakak dan Adik Dhira, semuanya ikut bersenang untuk keberhasilan Dhira. Kini saatnya Dhira untuk melanjutkan ke tahap SMP.

Masa SMP:


Setelah masa SD yang cukup panjang, tiba saatnya Dhira untuk tes seleksi masuk SMP. Dhira sangat ingin menlajutkan sekolahnye ke SMP Labschool Kebayoran. Dengan berjuang belajar dan berdo’a, Dhira akhirnya diterima SMP Labschool Kebayoran.  


Seperti masa-masa pertama kali masuk sekolah, Dhira merasa gugup. Tidak banyak teman-teman SD Dhira yang masuk ke SMP Labschool Kebayoran lagi. Masa-masa MOS terasa cukup berat bagi Dhira. Dhira mulai mengenal dari tujuh hari sebagai masa orientasi.


Dhira juga cukup terkejut dengan aktivitas yang hanya ada di SMP Labschool Kebayoran, yaitu lari pagi. Lari pagi dilaksana hanya pada hari jum’at. Memang awalnya lari pagi tidak terdengar menyenangkan. Namun sekarang saat sudah lulus, Dhira paling merindukan lari pagi di SMP. Saat lari pagi, biasanya ditentukan tema agar terasa lebih menyenangkan. Kadang-kadang sesuai dengan peringatan nasional seperti hari pahlawan nasional atau hari anak.


Anne (teman semasa SMP): “Dhira itu orangnya bener2  care banget, mainnya sama siapa aja gak pandang bulu gak pilih-pilih temen. Orangnya bener-bener organized  dan konsisten, gak pernah ngingkarin janji (yaa lupa pernah sih beberapa… tapi not a big deal). Kalo gak ada Dhira, aku gak bakal mau deh ke masjid buat sholat… mager banget. Pokoknya Dhira tuh bener-bener sholehah. Selain itu Dhira asik banget orangnya, fun, toa sekali, dan seru banget buat diajak bercanda. Tapi dia bisa ngebagi waktu, dimana bercanda sama seriusnya!! Dhira orangnya loyal banget deh, setia kawan. I love her so much.”


Selain lari pagi, kegiatan lain yang hanya ada di SMP Labschool Kebayoran adalah rangakain kegiatan KARISMA. Dhira mengikuti seluruh kegiatan tersebut karena Dhira ingin menjadi salah satu pengurus OSIS di SMP Labschool Kebayoran. Tahap seleksi pertama adalah LDKS, tersaringlah setengah angkatan yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.


Tahap selanjutnya adalah Orientasi yang terdiri dari serangkaian berbagai macam tes. Tes pertama adalah tes bakat. Dhira memutuskan untuk bermain gitar, untuk mengiri beberapa temannya. Tes kedua adalah tes agama. Dhira diharuskan untuk bisa membaca qur’an, beberapa do’a sehari-hari dan juga bacaan-bacaan sholat. Tes ketiga adalah tes fisik. Fisik yang kuat dibutuhkan karena nantinya pengurus OSIS akan memimpin lari pagi. Tes terakhir adalah tes makalah. Pada tes ini, peserta diminta untuk merancang beberapa contoh kegiatan yang akan di laksanakan saat sudah menjabat sebagai OSIS.


Setelah mengikuti serangkaian tes tersebut, tersaringlah 62 orang yang akan ditempa mentalnya agar kelak siap menjadi OSIS. OSIS sangat dibutuhkan bagi SMP Labschool Kebayoran sebagai pemimpin dari teman-teman lainnya. OSIS angkatan dari bernama Hasthaprawira Satya Mahadhika dan dipimpin oleh Fachrizal Arsya Shaleh. OSIS melakukan kegiatan yang diawasi oleh MPK. MPK diketuai oleh Dyah Suci Handayani saat itu. OSIS dan MPK Dhira saat itu menjabat selama kurang lebih 1 tahun.


Setelah menjabat di pengurus OSIS, Dhira naik ke kelas 9 dan harus menghadapi satu ujian lagi. Yaitu Ujian Nasional agar bisa lulus dan meneruskan ke SMA. Lagi-lagi Dhira harus belajar lebih rajin lagi. Ujian Nasional terdiri dari 4 mata pelajarn, yaitu Bahasa Indonesia, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Selain Ujian Nasional, juga ada Ujian Akhir Sekolah yang harus dilewati. Ujian Sekolah terasa lebih berat, karena selain mata pelajaran yang di UAN-kan, Ujian Akhir Sekolah juga memasukkan mata pelaran seperti IPS, PKn, dan masih banyak lagi. Namun Dhira terus berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik.


Syahla (teman semasa SMP)           : “Dhira sangatlah bersemangat saat berbicara dengan teman-teman, Dhira juga sangat feleksibel bisa berteman dengan siapa saja”



Setelah pemantapan di sekolah, Dhira mengambil bimbingan belajar lain di luar sekolah. Tak jarang Dhira harus pulang maghrib karenanya. Namun Dhira lakukan ini semua untuk mempersiapkan diri saat Ujian Akhir Nasional nanti.


Kini Dhira sudah memasuki tahap SMA dan berhasil lulus dari SMP Labschool Kebayoran dengan nilai yang sangat memuaskan. Dhira senang karena dapat membanggakan kedua orangtuanya dan dapat melanjutkan ke SMA Labschool Kebayoran.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar