Sabtu, 18 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Melati Wijayanti


16 Tahun Perjalanan Hidup yang Menyenangkan
Usia 1 Bulan

Di pagi yang cerah tepatnya pada hari Selasa tanggal 14 Mei 1996 pada pukul 07.02, lahirlah seorang bayi perempuan secara normal bernama Melati Wijayanti dengan berat 3,3 kg dan panjang 49 cm di rumah sakit BKIA Aisiyah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Melati merupakan anak pertama dari pasangan Amina Yusrona dan Khadik Winarto Ridwan.
Masa Balita
Pada saat kelahiran saya, Ayah saya harus bekerja di Jakarta dan tidak bisa menemani Ibu saya disaat melahirkan saya. Alhasil kakek dan nenek saya yang menggantikan Ayah saya menemani dan merawat saya dan Ibu saya. Keluarga besar Ayah dan Ibu sangat menantikan kelahiran saya. Banyak yang mengunjungi saya dan Ibu saya secara langsung ke rumah sakit maupun ke rumah nenek saya.
Magelang bukanlah rumah kami yang sebenarnya. Disana kami hanya menumpang di rumah nenek karena ini adalah proses persalinan yang pertama bagi Ibu saya jadi beliau lebih memilih pulang ke rumah orang tuanya dan melahirkan disana. Tempat tinggal kami yang sebenarnya berada di Bekasi, Jawa Barat.
Saat saya berumur 3 bulan, barulah kami sekeluarga kembali ke rumah kami di Bekasi. Salah satu alasan mengapa kedua orang tua saya menunggu sampi saya berumur 3 bulan karena mereka khawatir akan kondisi saya yang masih renta apabila diajak bepergian dengan jarak yang cukup jauh. Ketika saya berumur 9 bulan mulai terlihat perubahan yang sangat besar dalam diri saya yaitu saya mulai bisa berjalan, berbicara, dan gigi saya mulai tumbuh. Ibu saya yang melihat langsung kejadian itu sangatlah bahagia dan langsung menghubungi Ayah saya yang kebetulan sedang ditugaskan di luar kota.
Saya suka sekali bermain bersama pembantu saya, Mbak Upik biasa saya memanggilnya. Dia orang yang sangat baik dan pengertian dan selalu mengajak saya bermain agar saya tidak cepat bosan. Namun, lama-kelamaan rasa bosan itu muncul. Ketika saya berumur 2 tahun, Ibu saya melahirkan seorang bayi laki-laki lahir yang diberi nama Azhar Kurnia. Dia adalah adik laki-laki saya yang terpaut umur 2 tahun dari saya. Betapa bahagianya perasaan saya ketika mengetahui bahwa saya akan mendapatkan teman sekaligus adik yang akan menemani saya nantinya.
Usia 2 Tahun

Ketika saya menginjak umur 2,5 tahun Ayah dan Ibu saya untuk pertama kalinya mengajak saya pergi melihat terbitnya matahari sekaligus memetik bunga matahari di belakang komplek tempat tinggal kami. Sejak saat itu saya sering membangunkan kedua orang tua saya tepat pada pukul 5 pagi untuk minta diantarkan melihat matahari terbit sambil memetik bunga. Sepulang dari memetik bunga biasanya Ibu saya akan mampir ke pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari setelah itu baru kami akan pulang ke rumah. Pada saat itu saya juga sudah bisa menirukan suara-suara hewan. Ketika saya melihat seekor hewan melintas seperti ayam dan kambing misalnya, Ayah atau Ibu saya akan bertanya kepada saya binatang apa itu dan saya akan menjawab dengan menirukan suaranya. Kebiasaan itu berlanjut hingga saya berumur 3 tahun dan baru berhenti ketika orang tua saya mengajak saya pergi ke rumah nenek saya di Magelang untuk pertama kalinya setelah saya dilahirkan di sana.
Liburan Ke Bali Usia 1 Tahun
Kebetulan di dalam komplek rumah kami terdapat sebuah playgroup yang bernama playgroup Al-Hijrah. Saya mulai disekolahkan di playgroup tersebut sejak umur 2 tahun. Karena playgroup tersebut terletak masih dalam satu komplek, terkadang Ibu mengantarkan saya dengan berjalan kaki atau antar-jemput dengan menggunakan becak. Pada waktu itu ketika Ibu saya menjemput saya dari playgroup, dia akan membawakan saya segelas susu karena sepulang dari playgroup adalah waktu tidur siang saya dan setiap sebelum tidur baik tidur siang ataupun tidur di malam hari, saya harus minum susu jika tidak saya tidak bisa tertidur.
Liburan Di Ancol Usia 3 Tahun
Masa TK
Satu tahun saya menghabiskan waktu di playgroup Al-Hijrah. Lalu saya melanjutkan ke TK Cempaka. Ketika itu saya berumur 4 tahun dan orang tua saya mendaftarkan saya di TK tersebut. Setelah terdaftar saya dan Ibu saya datang ke TK tersebut untuk membeli baju seragam.
Dulu keluarga saya tidak memiliki kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil. Ayah selalu menggunakan transportasi umum ketika berangkat dan pulang kerja. Oleh karena itu saya harus ikut mobil antar-jemput yang di fasilitasi oleh sekolah karena itu saya harus membiasakan diri bangun lebih pagi dari sebelumnya karena jam harus menjemput teman-teman yang lainnya. Pada awalnya saya merasa takut karena tidak ada yang menemani saya di hari pertama masuk sekolah. Namun itu tidak berlangsung lama karena saya di TK tersebut banyak sekali teman-teman saya yang berasal dari komplek perumahan yang sama dengan saya. Sejak saat itu saya mulai memiliki banyak sekali teman baik.
Ada satu kegiatan yang menyenangkan bagi saya ketika saya bersekolah di TK Cempaka ini yaitu kegiatan pergi berenang bersama setiap hari Sabtu sore. Saya sangat menyukai kegiatan berenang ini karena sedari kecil sebelum saya masuk ke sekolah TK ini, saya sudah dibiasakan melakukan olahraga renang ini bersama Ayah dan Ibu saya. Walaupun tidak benar-benar berenang dan hanya cenderung bermain air saja namun hal itu membuat saya tidak kaget dan takut akan tenggelam seperti teman-teman saya yang lainnya. Sejak saat itu Ayah saya rutin mengajak saya berenang.
Beberapa prestasi saya dapatkan ketika saya berada di TK Cempaka ini. Saya mengikuti lomba gerak jalan beregu putri dan mendapatkan juara ke 3. Lalu saya dipilih oleh guru saya untuk mengikuti lomba peraga busana daerah dan meraih juara harapan ke 2. Setelah itu saya ditunjuk kembali oleh guru saya untuk mengikuti lomba menari. Sejak saat itu saya memiliki dua hobi yaitu menari dan berenang
Liburan Ke Singapore Usia 4 Tahun
Tampil Diacara Hari Anak Nasional
(Pojok Bawah Kiri)
Ketika saya lulus dari TK Cempaka dan mendapatkan libur, kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur ke Bali. Saya sangat senang pada saat itu karena saya akan pergi berlibur bersama keluarga saya. Hal pertama yang saya persiapkan adalah perlengkapan renang saya. Beberapa hari kemudian kami berangkat ke Bali dengan menggunakan pesawat dan saya tidak merasa takut sama sekali bahkan cenderung sangat senang dan bahagia. Sesampainya di sana kami langsung pergi mengunjungi tempat-tempat terkenal yang ada di Bali. Setelah beberapa hari di sana ketika kami selesai sarapan, kami mampir sebentar ke pantai dekat tempat kami menginap. Ketika sedang asyik bermain bersama adik saya di pinggir pantai tiba-tiba saja Ibu saya tak sadarkan diri dang langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata Ibu saya terkena penyakit stroke.
Tampil Di Perpisahan TK Cempaka 2002
(Pojok Depan Kiri)
Masa SD
Rencananya sepulangnya kami dari Bali, kami akan pindah ke rumah kami yang berada di Jakarta. Namun hal itu harus diundur beberapa bulan dengan maksud untuk memulihkan kondisi Ibu saya terlebih dahulu. Setelah melakukan pengobatan terapi, kondisi Ibu saya semakin membaik dari yang tidak bisa bangun sendiri hingga bisa berjalan kembali walaupun tidak bisa se-normal dahulu.
Setelah kondisi Ibu saya membaik, kami sekeluarga pindah ke rumah baru kami di Jakarta. Alasan kami pindah karena kantor tempat Ayah saya bekerja berada di Jakarta dan lebih banyak sekolah bagus di Jakarta. Setelah pindah, Ayah dan Ibu saya mulai mencari sekolah dasar untuk saya. Mereka memutuskan untuk mendaftarkan saya di SD AL-Azhar 4 Kebayoran Lama.
Pada saat itu keluarga kami masih belum memiliki kendaraan pribadi, sehingga kami memutuskan untuk menginap di sebuah hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor Ayah dan tidak terlalu jauh pula dari calon sekolah saya nantinya. Kami tinggal sementara di hotel tersebut karena saya akan menjalankan tes masuk sekolah dasar tersebut. Setelah selesai melaksanakan rangkaian tes masuk selama kurang lebih 2 hari, kami akhirnya kembali ke rumah kami.
Saat hari pertama masuk sekolah saya harus bangun pukul 05.00 pagi untuk persiapan berangkat ke sekolah. Selain itu saya juga harus bangun pagi karena saya ikut mobil antar-jemput sekolah. Saya merasa kaget dan tidak terbiasa karena harus bangun sepagi itu. Pada awalnya saya sangat rewel dan susah sekali dibangunkan dan saya merasa keberatan akan hal itu. Namun lama-kelamaan saya mulai terbiasa dengan rutinitas bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Lama-kelamaan orang tua saya tidak tega melihat saya harus bangun sepagi itu, akhirnya saya tidak mengikuti mobil antar-jemput sekolah di waktu pagi lagi namun saya tetap ikut mobil tersebut di waktu sepulang sekolah.
Masa SMP
Setelah 6 tahun bersekolah di SD, saya memutuskan untuk melanjutkan ke SMP Labschool Kebayoran. Awalnya saya tidak mengetahui sekolah ini sampai akhirnya Ayah saya memperkenalkannya kepada saya. Ayah saya memberitahu saya betapa bagusnya sekolah Labschool ini sehingga saya tertarik untuk mencobanya.
Di hari tes masuk penerimaan siswa baru, saya merasa sangat gugup dan takut padahal saya sudah mempersiapkan diri sebulan sebelum ujian masuk tersebut. Saya datang ke Labschool ditemani oleh Ayah saya. Dia selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa mengerjakan soal-soalnya tanpa merasa kesulitan.
Saat pengumuman hasil ujian masuk tiba, Ayah saya yang pertama melihat kalau ternyata saya tidak diterima melainkan saya berada di posisi cadangan. Saya merasa tidak enak kepada Ayah saya karena saya tidak bisa memberikan hasil seperti apa yang sudah ia bayangkan. Namun pada akhirnya saya tetep di terima karena ada beberapa siswa yang diterima namun memutuskan untuk tidak masuk menjadi siswa SMP Labschool Kebayoran.
Selama berada di SMP Labschool ini saya aktif mengikuti setiap kegiatan yang ada salah satunya adalah menjadi anggota OSIS. Saya mengikuti serangkaian kegiatan yang dianjurkan agar saya dapat terpilih menjadi anggota OSIS. Setelah mengikuti serangkain kegiatan akhirnya saya terpilih menjadi anggota OSIS Hasthaprawira Satya Mahardhika dan dilantik pada 17 Agustus 2009. Jabatan saya adalah kesehatan 1 yang kebetulan berhubungan dengan cita-cita saya kelak yaitu menjadi dokter. Masa menjabat saya menjadi anggota OSIS selesai pada 17 Agustus 2010.
Pelantikan OSIS
(Tengah) 
Di SMP ini pula saya menyalurkan hobi menari saya di kegiatan ekstrakulikuler. Hobi menari saya sempat terhenti ketika saya berada di SD dan kemudian berlanjut ketika saya berada di SMP. Hampir setiap acara yang melibatkan penari, saya selalu ikut.
Tampil Di Acara Ulang Tahun Purwacaraka
(Kiri)

Lari Pagi Terakhir Kelas 9

Latihan Exasky Kelas 8B

Pertukaran Pelajar Ke Malaysia
(Barisan Bawah dengan Kostum Papua)

  Masa SMA

              Saya memutuskan untuk melanjutkan bersekolah di SMA Labschool Kebayoran. Kali ini saya merasa sangat beruntung dan bahagia karena saya berhasil diterima melalui jalur khusus. Program yang ada di SMA tidak jauh berbeda dengan yang ada di SMP sehingga saya tidak merasa begitu kaget. Ada beberapa program wajib yang harus kami ikuti antara lain TO dan Bintama. Di program TO kami diajak untuk tinggal di rumah penduduk di sebuah desa yang segalanya serba sederhana sedangkan program bintama mengajarkan kami agar kami dapat menjadi pribadi yang mandiri dan siap untuk menghadapi lika-liku kehidupan dimasa yang akan datang. Dimasa SMA ini saya sadar bahwa perjalanan hidup saya masih panjang dan masih banyak yang bisa saya lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Bersama Teman-Teman
(Pojok Kanan Atas)

Studi Tour Ke Bandung
(Tengah)
Ulang Tahun Ke-16
Refleksi Kelas XA
(Barisan Atas Kedua dari Kiri)

1 komentar:

  1. "Dimasa SMA ini saya sadar bahwa perjalanan hidup saya masih panjang dan masih banyak yang bisa saya lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik."
    Sebuah perjalanan hidup melewati masa lahir dari Magelang ke Bekasi hingga ke Jakarta, sampai di Labsky Melati menemukan sesuatu yang berharga dalam hidup ini: kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
    Yang luar biasa buat saya adalah, kesadaran ini muncul pada usia muda, ketika banyak teman-teman lain justru melihat masa muda sebagai kesempatan untuk berhura-hura.

    Tidak berlebihan jika saya menyarankan agar siswa SMA Labsky yang lain harus membaca ini.

    BalasHapus