Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas 1 - Autobiografi Maga Arsena



LIKA-LIKU 15 TAHUN



BALITA
    

 27 April 1996, pukul 19.00 WIB waktu tepat saya dikeluarkan dari rahim Ibunda di 
Rumah Sakit Pelni daerah Menteng, Jakarta Pusat. Ayah saya begitu gembira saat mendengar
dokter berkata, "selamat atas kelahiran putra bapak yang pertama". "anak laki-laki memang keingian
ayah pas ibu sedang mengandung kamu". Dan tuhan-pun mengabulkan doanya.

    Waktu pun terus berjalan, 2 bulan saya tidak punya nama. "pas itu ayah kebingungan cari nama
sampe-sampe kamu udah 2 bulan aja belom punya nama", kata ibunda. Akhirnya entah ada inspirasi apa,
Muncul nama Maga di benak pikiranya. Dan ia menyambungkan nama Arsena yg berasal dari nama
Pembalap Idolanya yaitu, "Ayrton Senna" digabung menjadi Arsena. Sedangkan nama Arifin, berasal dari
nama Opa yaitu, Marzuki Arifin. Dan akhirnya terciptalah nama yang sempurna Maga Arsena Arifin.

  






TK
   

   Tahun demi tahun terus berjalan. Ibu mendaftarkan ku ke TK Islam Al-Azhar Kemang S
yifa Budi Jakarta.


  Saya ingat ketika itu, Saya adalah murid yang cengeng. Hingga Ibu pun sering menunggu saya hingga
waktu pulang sekolah pukul 10.00 WIB. Saya masuk di kelas A-4 bersama sahabat kecil saya yaitu Andy 
Pohan. 10 tahun Andy menghilang tanpa kabar. Hingga hari ini saya belum bertemu dengan dia. Di social network pun tidak ada. Masa TK saya merupakan anak yang bermasalah dengan pembelajaran Huruf Arab,
sehingga saya dimasukan ke kelas khusus TPA. Saya merasa kesusahan mempelajari 2 jenis huruf sekaligus, Bahasa Indonesia, dan Arab.


                                Saya ketiga dari kanan. Salah satu murid terpendek di kelas A-4.

  Saya-pun naik ke kelas B-4, satu tahun yang sangat susah untuk diingat. Tidak ada satupun peristiwa
yang ada di kepala saya saat ini. Yang saya ingat, saya tidak sekelas lagi dengan Andy Pohan. Dan saya pun
mulai bisa bergaul dengan teman-teman selain Andy. Di kelas B-4 itu, saya diajarkan untuk melakukan shalat. Jujur saya sangat benci dengan materi tersebut. Apalagi ketika posisi  ruku', kami semua harus melakukan posisi ruku sementara bu guru mengecek murid per murid. Itu sangat membuat pegal kaki.



SEKOLAH DASAR

  Saya melanjutkan pendidikan saya di Sekolah yang sama, Al-Azhar Syifabudi Kemang.
Saya memasuki masa SD dengan sangat menyenangkan. Karena pas teman-teman saya di TK
banyak yang melanjutkan di SD Al-Azhar juga. Tetapi sahabat saya Andy Pohan pun pindah
sekolah dan hilang tak ada kabar. Saya masuk ke kelas 1C bersama Indi Mutahar, Helmi Qhastari, Raihan
Dzaki, dan masih banyak lagi. Mereka teman-teman terbaik saya pada saat itu. Kami sering bermain 
gangsing jepang, yaitu beyblade.

  Tahun demi tahun terus berjalan masa-masa SD itu masa yang sangat indah. Kalau saya mendengar
lagu Guns N Roses yang berjudul "Sweet Child o Mine", SD Al-Azhar Kemang langsung muncul di pikiran
saya. Tempat main bola, lapangan bola basket, mesjid yang sangat nyaman di lantai 4, teman-teman SD, smua langsung teringat di otak. 



Saya dan adek saya ketika kelas 5 SD



  Saya bersama ayah di Gelora Bungkarno 2006



Family Dinner 2008

    Akhir 2008 pun saya lulus dari SD Al-Azhar Syifabudi. Dan melanjutkan SMP di Labschool Kebayoran.



SMP

  Tak sekalipun nama SMP Labcshool Kebayoran ada di benak pikiran saya. Waktu itu ibu mendaftarkan
nama saya di tes SMP Labsky. Saya yang hanya belajar semalam sebelum tes merasa tidak yakin. Ketika tes, saya hanya mengerjakan sebisa saya. Ketika pengumuman, tiba-tiba nama saya muncul di website labschool. Benar-benar beruntung kalau saya harus jujur. Saya melaksanakan mos selama seminggu. Saya ingat nama OSIS angkatan 6 kalau tidak salah "Heksatria Praja Danadyaksa". Mereka terlihat sangat gagah
dengan menggunakan jas OSIS tersebut. Saya-pun jadi terinspirasi untuk bisa menjadi OSIS karena ketertarikan saya terhadap jas tersebut, Yap betul, inspirasi saya hanyalah Jas-nya. Saya masuk ke kelompok 21 dan memakai pita biru. Teman pertama saya adalah Fachrizal Arsya Saleh. Ia adalah teman
yang pertama kali saya kenal di Labschool Kebayoran.

Saya dan Fachri

  Ketika mos telah usai, sungguh saya sangat senang. Karena saya bisa sekelas dengan fachri 
di kelas 7B. Di hari pertama sekolah, saya duduk di kursi bagian kedua paling belakang pojok kelas. 
Saya duduk bersama Fachri, dan belakang saya ada Ziyad, Batok. Di depan saya ada Galing dan Rompas.
Kami ber-6 ngobrol bareng terus. Tau-tau si Batok dan saya itu sesama pecinta Arsenal FC. Kami pun sering ngobrol-ngobrol tentang sepak bola. Wali kelas kita itu Mrs. Tami. Dia guru bahasa inggris. dan ia pun
sangat perhatian kepada kami. Setiap pagi kami harus naik ke lantai 3, karena disitu merupakan letak kelas kami. 

  Di semester 2 ada yang disebut dengan acara LDKS. Saya lupa singkatanya apa. Yang jelas itu
adalah ajang seleksi pertama untuk jadi osis. Saya-pun berusaha seaktif mungkin. Dan Akhirnya saya bisa
lolos seleksi di tahap LDKS. Setelah LDKS, ada seleksi Orientasi yang mencangkup fisik, presentasi, tes bakat, dan tes agama. Itu seleksi paling terakhir. Kalu tahap itu lolos maka kita sudah fix menjadi calon pengurus OSIS. Tahap terakhir adalah OL. Kita berangkat ke Sukabumi untuk melaksanakan tahap tersebut. Disana kita diajarkan banyak ilmu tentang Organisasi. Mulai dari proker, konsistensi, dan lain-lain.
Kakak OSIS yang mendidik kami itu kalau tidak salah "Saptanayaka Wirja Dhyatmika".  

Kegiatan games di OL


Kerja kelompok

Ketika Capsis

Pelantikan OSIS HASTHA PRAWIRA SATYA MAHARDIKA

  Di Akhir kenaikan kelas 7B. Kami melaksanakan Refleksi kelas di rumah Ario Maleeq. Disana
menyenangkan sekali. Apalagi ketika berenang.

Refleksi 7B

Kelas 7B

  Ketika kelas 8, saya masuk di kelas 8A. Nama kelasnya rada maksa yaitu MyS8Ace. Entah suara
anak laki-laki kalah voting dengan suara anak perempuan di kelas itu. Di kelas 8 wali kelas saya itu Pak
Bambang. Ia merupakan guru olahraga sekaligus guru favorit saya sepanjang masa. Karena saya dekat dengan dia di Tim Bola Basket. Saya mengalami kesulitan di bidang Akademis, karena harus menyeimbangkan kegiatan organisasi juga. Nilai saya terlihat menurun drasti di ke 8. Tetapi akhirnya pak
Bambang pun selalu membimbing saya sehingga saya bisa mengatasi nilai-nilai saya dengan baik.

Kelas 8A

Saya dan Azis

Saya, Biji, dan Azhmi orang-orang tertampan satu angkatan ketika kelas 8

   Di kelas 8 pun saya diperkenalkan oleh Ayah kepada olahraga favorit saya yaitu downhill sepeda. 
Ia mengajak saya ke sentul untuk pertama kalinya untuk melaksanakan olahraga ini.

Sebex, Sentul 2009


3rd Place

  Di kelas 9, saya mendapat kelas yang amat sangat kompak. 9E atau vuvu9Ela. Kelas kami
bisa dibilang kelas yang "ansos" di karenakan kelas kita berada di lantai 2. Sedangkan kelas 9 yang lain
terletak di lantai 1 semua. Wali kelas kita pak M.Taufiq. Tadinya saya agak ragu. Makin kelamaan
ia semakin komunikatif kepada kelas kami. Sehingga ia pun sangat cocok dengan kami. Di kelas 9, saya
bisa dikatakan murid yang sangat serius belajarnya. Saya tidak pernah bolos satu tambahan belajar sekali
pun. Di semester 2, saya-pun melaksanakan tes di banyak sekolah. Kolese Gonzaga, SMA 3, Pangudi Luhur, alpust 1, dan SMA Labschool. Dan saya diterima di semua sekolah tersebut kecuali labschool. Hingga pada akhir kelulusan, Ibu saya di telepon dengan pihak sekolah yang mengatakan saya diterima di SMA Labschool kebayoran. 

foto masa-masa kelas 9 : 

Saya dan Haura

Bersama Syahla, teman sekelas dari kelas 8 hingga kelas 11

Kelas 9E

Saya, Gilang, dan Kacrut pada wisuda SMP


SMA

    Saya melanjutkan pendidikan ke SMA Labschool Kebayoran. Entah apa, tapi rasanya sangat berbeda dengan SMP. Padahal gedungnya pun sama. Saya MOS selama 3 hari. Dan masuk ke kelas X-B bersama
wali kelas tercinta. Bapak Eri Sulistyono. Bisa dibilang kelas X-B seru. Saya bingung bisa satu kelas dengan
tukang rusuh seperti Akang, Hasif, Rendy, BDR, Caesar, dan Jako. Pada awalnya hanya mereka saja yang ribut. Tetapi pada akhirnya satu kelas tertular. Saya harus aku bahwa kelas 10 adalah grade tersusah yang pernah saya jalani. Dan masalahnya adalah mengurus nilai saya yang pas-pasan. Dan soal Labchool yang sangat susah. Tetapi hari demi hari telah berlalu. Dan Saya pun dapat menyesuiakan diri.

Foto-foto kelas 10 :


Bersama Akang, BDR, Hasif, dan Caesar


Bersama kelas 10 B


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar