Jumat, 10 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi M. Rifadli Suyudi

16 Tahun Secepat Kilat 

19 Juni 1996 pukul 05.05 subuh. Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi kedua orang tua saya, karena putra sulung mereka yang bernama Muhammad Rifadli Suyudi telah lahir tepatnya di Rumah Sakit Limijati yang terletak di Jalan Riau, Bandung.
Saya dilahirkan dari pasangan Yudi Harymukti yang bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia dan Sussy Suminarsih yang bekerja sebagai peneliti biologi molekular di Eijkman Institute Jakarta. Meskipun mereka berdua tinggal di Jakarta, namun mereka memilih melahirkan saya di Bandung karena keempat kakek dan nenek saya semuanya tinggal di Bandung.
Nama panggilan saya Ifad, yang artinya “bermanfaat”. Itulah yang dikatakan orangtua saya ketika saya menanyakan makna dari nama saya yang akan saya gunakan seumur hidup.  Saya mempunyai seorang adik perempuan yang umurnya terpaut 2 tahun yang bernama Amalia Rifayani Suyudi. Biasa dipanggil Mia, dia adalah seorang anak perempuan yang gendut dan tomboy.
Ya, saya dan adik saya memiliki nama belakang “Suyudi” yang merupakan gabungan nama kedua orang tua saya yaitu “Sussy” dan “Yudi”. Romantis? Ya begitulah kedua orangtua saya yang telah bekerja keras dan membanting tulang membesarkan saya selama 15 tahun ini.

MASA BALITA
Setelah dilahirkan, selama 3 bulan lebih saya dibesarkan di rumah nenek dan kakek sampai akhirnya Ibu saya memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan  mengasuh saya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga.
Di Jakarta, saya tinggal di sebuah rumah yang cukup nyaman di Jalan Pangadegan Timur di daerah Kalibata. Sejak umur 3 tahun saya sempat menjalani pendidikan di Playgroup/TK Mini Pak Kasur yang terletak agak jauh dari rumah  yaitu di jalan Cikini Jakarta Pusat. Saya hanya bersekolah  1 tahun disini karena kami sekeluarga akan pindah ke Australia untuk mengikuti Ayah saya yang mendapat tugas belajar S-2 dari kantornya di Wollongong University, Australia. Namun saya masih ingat betul bahwa saya bersekolah disana bersama dua teman saya yang sekarang satu SMA di SMA Labschool Kebayoran.
 Ayahku pergi terlebih dahulu ke Australia pada pertengahan tahun 2000. Sementara aku, ibuku serta adikku akan menyusul kesana setelah diizinkan oleh kantor ayahku.  Selama menunggu kurang lebih setengah tahun, kami kembali tinggal di rumah nenekku di Bandung. Aku sempat bersekolah di Playgroup Tadikapuri di Bandung selama menunggu tersebut.
Setelah enam bulan yang dinanti-nanti, akhirnya aku, Ibu, dan adikku pergi menyusul ayahku ke Australia pada bulan Desember tahun 2000. Saya tinggal di Australia selama setahun lebih. Disana kami tinggal di kota Wollongong, sebuah kota kecil kira-kira 1 jam perjalanan dari Sydney, dimana Ayah saya melanjutkan kuliahnya di Wollongong University. Disana pula saya melanjutkan sekolah saya di Wollongong City Preschool, sebuah Playgroup yang terletak di pusat kota Wollongong. 
 
                                     
Disana saya mengalami setahun yang paling mengesankan dalam hidup saya. Selain berkesempatan untuk bersekolah disana, saya juga bertemu dengan banyak orang yang baik dan juga menyenangkan. Salah satu nya adalah Raymond dan Alice. Mereka adalah tertangga terdekat kami selama setahun di Australia dan mereka adalah kakek dan nenek yang menyenangkan bagi kami dalam satu tahun ini. 
Raymond merupakan seorang kakek yang baik hati dan sangat menggemari bir. Di waktu senggang, dia sering mengajak saya untuk memancing bersama di Wollongong Beach yang tidak jauh dari rumah. Sedangkan Alice adalah seorang nenek dan juga Ibu rumah tangga yang hangat dan juga penyayang. Di saat Ibu dan Ayah sedang keluar rumah karena ada acara, saya dan adik saya sering dititipkan di rumah Raymond dan Alice. Alice selalu siap dengan hot chocolate dan kue buatannya begitu kami mampir ke rumahnya. Mereka malah senang jika kami bermain ke rumahnya dan selalu menyambut kami dengan hangat seperti cucunya sendiri.
                           
                           
Selain Raymond dan Alice, saya juga sangat menyukai teman-teman kuliah ayah saya di Wollongong. Mereka sama seperti ayahku yang merupakan mahasiswa Indonesia yang menyelesaikan kuliah nya di Wollongong. Kebetulan mereka juga bertetangga denganku dan juga sering bermain ke rumah saya. Bahkan ketika ulang tahunku yang kelima di sana, mereka mengadakan surprise party untukku di rumah.
 Di sekolah saya juga bertemu dengan banyak orang-orang yang menyenangkan. Tidak seperti yang saya pikir bahwa saya hanya akan bertemu dengan anak-anak dari negara Australia, ternyata di Wollongong City Preschool ini terdapat beraneka ragam bangsa dan budaya. Teman-teman saya ada yang berasal dari China, India, Afrika, bahkan ada juga yang berasal dari Indonesia. Di sekolah ini terdapat dua guru yang meninggalkan kesan paling mendalam dalam hati saya. Mereka adalah Rebecca dan Karen.
Mereka merupakan guru yang baik dan juga dengan sabar telah mengajarkan saya berbagai macam hal. Bahkan mereka pula lah yang pertama kali mengetahui dan memberitahu orangtua saya bahwa saya lebih banyak beraktivitas dengan menggunakan tangan kiri alias kidal. Itu adalah sebuah anugerah untuk saya karena hanya sedikit orang di dunia ini yang kidal seperti saya. Dan akhirnya pada akhir bulan Oktober tahun 2001 saya diwisuda dan dinyatakan lulus dari Wollongong City Preschool.
                         
                         
Selama saya tinggal di Australia, saya telah mengunjungi banyak tempat-tempat menarik di Australia. Di antaranya adalah Opera House yang sangat termasyhur di Sydney, dan beberapa tempat lainnya seperti Sydney Aquarium, Darling Harbour dan Taroonga zoo, yaitu sebuah kebun binatang yang terletak di pantai barat Sydney dan Fox Studio. Di Canberra yang merupakan Ibu Kota Australia, kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Parliament House yang merupakan gedung tempat DPR Australia, Anzac Parade yang merupakan monumen peringatan para prajurit Australia yang gugur dalam tugas serta beberapa tempat bersejarah lainnya.
Di awal tahun 2002, Ayah saya menyelesaikan  pendidikan S2 nya dan kami sekeluarga pun kembali ke Indonesia. 1 Tahun lebih di Australia ini merupakan salah satu pengalaman hidup yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan dalam hidup saya.
MASA SD
Sekembalinya dari Australia pada bulan Januari 2002, saya pindah rumah ke daerah Pondok Gede, Bekasi. Pada tahun ini pula saya memasuki jenjang SD. Karena dekat dari rumah, saya masuk ke Sekolah Dasar Islam Al-Azhar Jatikramat. Sekolah saya ini cukup besar dan juga mempunyai fasilitas yang cukup, namun mungkin karena terletak dalam kompleks perumahan, sekolah ini tidak begitu ramai, namun saya senang dapat bersekolah disini.
Bisa dibilang waktu SD saya adalah seorang sosok anak kecil yang lemah dan cengeng. Saya adalah anak yang pendiam dan juga pemalu serta tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cepat. Mungkin karena pengaruh dari Australia yang masih terbawa kesini. Di sekolah ini ada satu kenangan yang tidak dapat saya lupakan, yaitu pada saat kelas 2.
Saya sempat mengalami kecelakaan di sekolah yaitu telapak tangan saya robek dan kemasukan batu. Pada saat itu saya sedang bermain dengan teman di taman sekolah ketika saya terjatuh di lapangan yang banyak batunya. Karena ketika terjatuh saya bertumpu dengan menggunakan telapak tangan, akhirnya batu-batu besar dan tajam yang ada di taman itu merobek telapak tangan saya dan masuk melalui lubang sobekannya. Karena sakit sekali, saya menangis dengan keras dan langsung dibawa ke ruang UKS.
Mendengar berita tersebut, seluruh isi sekolah langsung menuju kesana. Saya pun menjadi bahan tontonan di sekolah. Setelah diobati, tangan saya diperban selama beberapa bulan. Celakanya, telapak tangan yang robek ini adalah tangan kiri saya sehingga saya harus beraktivitas menggunakan tangan kanan yang agak menyulitkan untuk saya.
Pada saat kelas 3 SD, saya sempat mengikuti lomba Calistung tingkat kecamatan se - Bekasi bersama kedua sahabat karib saya. Walaupun tidak dapat melanjutkan ke tingkat kotamadya, kami berhasil menjadi juara 3 dan itu merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya karena dapat mengharumkan nama sekolah saya. Begitu memasuki semester akhir kelas 3, saya pindah rumah dan juga pindah sekolah. Walaupun hanya dapat bersekolah 3 tahun di Al-Azhar, namun disini saya juga mendapatkan banyak teman-teman yang baru dan pengalaman baru yang begitu berharga dan tidak saya dapatkan di Australia.
Sekarang saya menempati sebuah rumah di bilangan Jakarta Selatan yang daerahnya cukup ramai yaitu di daerah Tebet, tepatnya di Jalan Tebet Utara IA no. 28 Jakarta Selatan. Rumah baru ini terasa benar-benar berbeda dengan rumah saya yang sebelumnya di Bekasi. Masih banyak kenangan yang tersimpan di rumah saya yang dulu sehingga membuat saya sulit untuk pindah ke rumah baru ini. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya terbiasa dengan rumah ini dan terus menetap di sini sampai sekarang.
Sedangkan untuk sekolah, saya pindah ke SD Ar-Rahman Motik yang terletak di Jl. Setiabudi daerah Kuningan. Sekali lagi saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan juga teman-teman baru di sekolah ini. Tahun pertama di SD Ar-Rahman Motik ini saya cukup dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan sudah memiliki banyak teman. Di kelas 4 ini juga saya sudah mengikuti banyak kegiatan seperti field trip dan juga berbagai macam lomba.
Di kelas 5 SD, saya ditunjuk oleh sekolah saya untuk mewakili sekolah dalam mengikuti lomba Kompetisi Teknologi Sederhana Kreatifitas Siswa dan Guru. Dalam lomba ini saya bersama guru pembimbing saya membuat alat berteknologi sederhana yang berguna untuk mendeteksi secara dini adanya gempa di suatu tempat. Di tingkat kecamatan Setiabudi saya berhasil menjadi juara satu dan melanjutkan ke tingkat kotamadya.
Alat pendeteksi gempa ini ternyata menarik perhatian para guru-guru dari sekolah lain dan sempat saya presentasikan di beberapa sekolah lain di kecamatan Setiabudi. Namun, sayang nya di tingkat kotamadya saya tidak berhasil melanjutkan ke tingkat provinsi, tetapi saya berhasil menjadi juara kedua dan ini cukup membanggakan bagi saya karena dapat mengaharumkan nama k sekolah saya sampai ke tingkat kotamadya.
 
Tahun 2007, saya mengikuti Ujian Nasional. Setelah saya dinyatakan lulus dari SD AR-Rahman, saya melanjutkan sekolah saya di SMP Labschool Kebayoran.     
MASA SMP
            SMP Labschool Kebayoran adalah sekolah yang saya pilih karena menurut saya, SMP Labschool Kebayoran ini adalah sebuah sekolah yang luar biasa. Sekolah ini menanamkan jiwa kepemimpinan kepada para peserta didiknya dan memiliki berbagai macam kegiatan yang dapat mengembangkan karakter. Saya sangat senang dapat bersekolah disini karena kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah ini sangatlah banyak dan juga menarik.
            Salah satu kegiatan yang saya ikuti di sekolah ini adalah Baseball dan Softball. Sejak kecil, saya sudah sangat tertarik dengan olahraga ini. Dan akhirnya saya bisa bermain Baseball di Labschool Kebayoran ini karena di SD pada umumnya belum ada kegiatan baseball atau softball. Kegiatan ekstrakulikuler softball di SMP Labsky ini bergabung dengan klub baseball Rajawali yang ada di Senayan. Latihannya diadakan setiap hari Rabu dan Sabtu. 
                                          
Setelah kurang lebih berlatih selama 3 bulan bersama teman-teman saya yang lain, kami membentuk tim baseball SMP Labschool Kebayoran dan mendaftarkan diri dalam Turnamen Pelajar 2008. Di turnamen ini Labsky mendaftarkan dua tim yaitu tim Labsky A dan Labsky B. Sesuai dugaan saya kami, Tim Labsky B yang belum lama bermain baseball ini tak dapat bersaing dengan sekolah lain yang kemampuannya sudah jauh di atas kami. Sehingga kami pun dibantai di turnamen ini dan tak dapat memenangkan satu pertandingan pun.
Tetapi kakak kelas kami, Tim Labsky A yang juga mendaftarkan diri di turnamen ini berhasil menjadi juara ke 4. Pada Turnamen Pelajar Tahun 2009 pun saya dan teman-teman saya masih belum bisa menjuarai turnamen ini, namun kakak kelas saya kali ini berhasil menjadi runner up atau juara 2 di Turnamen tahun itu. Walaupun tidak menjadi juara, saya bangga pada kakak kelas saya yang juga merupakan tim baseball SMP Labschool Kebayoran. Dan akhirnya tahun terakhir saya untuk dapat bermain baseball di SMP pun tiba. Turnamen Pelajar 2010 adalah turnamen terakhir yang saya dan teman-teman saya ikuti. Di turnamen tahun ini, ada satu pertandingan yang sangat membekas di hati saya. Pertandingan itu adalah pertandingan antara SMP Labsky dan SMP Highscope.
Pertandingan itu diadakan di siang hari di bawah sinar matahari yang terik. Dari seluruh pengalaman saya bertanding, ini adalah pertandingan yang paling mengesankan bagi saya. Dan yang paling menyenangkan adalah di pertandingan ini teman-teman dari angkatan saya, angkatan 8 SMP Labschool Kebayoran Scavolendra Talvoreight sengaja datang ke Lapangan Baseball Pintu Satu Senayan untuk mendukung saya dan teman-teman saya bertanding melawan Highscope.
Dengan dukungan teman-teman kami, saya dan teman-teman tim berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan ini. Pertandingan berlangsung sengit bahkan sampai diadakan perpanjangan waktu. Dan akhirnya kami berhasil memenangkan pertandingan ini dengan skor 10-9. Seluruh teman-teman yang mendukung kami bersorak sorai atas kemenangan kami. Benar-benar pertandingan yang mengesankan dan menyenangkan di tahun terakhir kami.
            Selain Baseball, kegiatan yang saya ikuti di masa SMP ini adalah menjadi salah satu pengurus OSIS SMP Labschool Kebayoran. Ketertarikan saya menjadi pengurus OSIS di Labschool adalah ketika saya melihat OSIS yang sangat gagah dengan jas biru tuanya dan terlihat kerja mereka yang terorganisir. Karena itu, sejak awal saya masuk saya langsung berniat mengikuti rangkaian seleksi OSIS yang diawali dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Ini merupakan pelatihan materi dasar kepemimpinan dan saya berhasil melewati acara tersebut dengan baik. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian, salah satunya Orientasi Lanjutan selama 3 hari sebelum kami dilantik sebagai Calon Pengurus Osis angkatan 8. 
                                     
                 
Pada tanggal 17 Agustus 2009, saya mengikuti LALINJU atau lari lintas juang yang merupakan proses dari pelantikan Pengurus OSIS dan MPK Labschool Kebayoran. Di OSIS ini saya menjabat sebagai Koordinator Pendidikan. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari OSIS yang jumlah nya hanya 62 orang ini. OSIS angkatan saya bernama Hasthaprawira Satya Mahadhika, dan tugas sebagai Pengurus OSIS sangatlah berat. Saya sebagai koordinator mengemban tugas berat untuk dapat memimpin dan menjalankan proker dengan baik. Walaupun melelahkan, bersama teman-teman OSIS/MPK lah saya belajar bagaimana berorganisasi, memimpin, dan juga dipimpin. Sebuah pengalaman berharga dalam hidup saya yang sangat berarti.
            Pada Tanggal 25 April 2011, saya dan teman-teman seangkatan melaksanakan Ujian Nasional selama empat hari. Hasil yang saya dapatkan bisa dibilang cukup memuaskan, dan angkatan kami berhasil membawa SMP Labschool Kebayoran sebagai peringkat ke-7 se-DKI Jakarta. 
            Banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan di SMP. Teman-teman saya di kelas 7, 8, dan 9 telah banyak memberikan pengalaman hidup yang mengesankan. Semua kebersamaan yang tercipta mulai dari Labs Fresh School Day, KALAM, AKTUAL, BIMENSI, OSIS-MPK, TO UAN, Paket, Farewell, dan berbagai macam acara lainnya membuat saya menyadari arti persahabatan yang utuh. Mereka semua, teman-teman angkatan 8 Scavolendra Talvoreight adalah teman-teman yang tak tergantikan sampai kapan pun. Kegiatan yang begitu banyak ini memang menyita banyak tenaga dan waktu, tetapi pengalaman ini belum tentu bisa didapatkan di sekolah lain. Saya sangat bangga dan bersyukur telah menjadi bagian dari SMP Labschool Kebayoran angkatan 8.
        Kini saya sudah memasuki tahap SMA dan di SMA Labschool Kebayoran dan berharap dapat terus mendapatkan lebih banyak pengalaman berharga lagi ke depannya. 

1 komentar: