Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Izza Hafiz Hilmi Indrajaya

16 Tahun Hidup yang Tak Terlupakan

                 Setelah 5 tahun Ibu saya tidak menimang seoarang bayi lagi, ia pun memutuskan untuk melepas alat KBnya, dan akhirnya Ibu saya pun mengandung seorang calon bayi, ya itulah saya. Setelah 9 bulan mengandung saya di dalam rahim, akhirnya pada 14 April di tahun 1996 lahirnya saya ke dunia dengan nama Hafiz Hilmi Indrajaya. Ibu saya bilang, kelahiran saya ini memang sangat direncanakan dan sangat ditunggu-tunggu, dikarenakan sudah 5 tahun lamanya tidak mempunyai bayi lagi setelah 2 orang kakak saya, akhirnya saya lahir dan itu membuat orang tua saya sangat bahagia. Kelahiran saya pun memang sedikit berbeda dengan orang lain, pada saat dini hari, ibu saya sudah merasakan perutnya mulai sakit dan meminta ayah saya untuk mengantarnya ke rumah sakit. Rumah sakit dimana tempat ibu saya melahirkan saya ada Rumah Sakit Puri Cinere. Kemudian ketika sudah sampai di rumah sakit, dokter kandungan Ibu saya mengatakan bahwa sudah tidak ada waktu lagi untuk proses persalinan yang lama, maka Ibu saya langsung dibawa kedalam ruang persalinan dan dalam keadaan sadar, bayi yang ada dirahimnya dikeluarkan secara perlahan-lahan. Ketika itu sedang jam 09.25 pagi pada hari Minggu. Setelah pertama kalinya saya mengeluarkan tangisan dan melihat dunia luar, saya pun langsung di pegang oleh ibu saya padahal tali pusar masih menyambung dengan ibu saya dan darah juga lendir masih ada di sekujur tubuh saya, berbeda dengan proses persalinan yang biasa yaitu membersihkan dahulu bayi dari lendir dan darah juga memotong tali pusar. Tapi itulah kasih sayang seorang Ibu, berjuang mati-matian untuk melahirkan seorang anak, dan ketika sang anak sudah berada dalam pelukannya, rasa sakit saat proses persalinan pun hilang.







Saat masih bayi

                Masa Balita
                Masa bayi dan balita saya sangatlah menyenangkan, kemanapun Ibu saya pergi saya pasti ada disampingnya , saat Ibu mengajar, memasak, ataupun berbelanja. Pernah pada suatu hari Ibu mengajak saya pergi ke Mangga Dua, saat itu saya masih bayi. Disana kami bertemu dengan keluarga dari Arab Saudi, mereka sangat tertarik melihat saya sebagai bayi yang mungil. Saat ditanya siapa nama saya, mereka kaget mengetahui bahwa nama saya adalah Hafiz Hilmi. Mereka bilang itu adalah nama Tuhan, seharusnya bila ingin menggunakan Asmaul Husna, maka di depannya harus ada tambahan seperti Abdul Rahman misalnya yang artinya hamba Tuhan. Itulah asal muasalnya orang tua saya menambahkan nama saya dengan Izza yang artinya pedang. Jadi mulai saat itu nama saya menjadi Izza Hafiz Hilmi Indrajaya yang artinya pedang yang dipercaya dan penyabar, memang kurang nyambung artinya tapi saya bangga diberikan nama seperti itu.
                Saya saat balita sering diajak berpetualang oleh Ibu saya, contohnya pada saat berumur 10 bulan saya diajak pergi ke Singapur. Disana saya selalu digendong dengan backpack bayi kemanapun Ibu saya pergi, naik MRT (Mass Rapid Transit), ferry, cable car, bus, dan banyak lagi yang lain. Walaupun sekarang saya tidak mengingatnya, tapi saya percaya itu menjadi pengalaman pada saat balita yang sangat seru dan menyenangkan.
                Saya menjalani tahap kelompok bermain pada saat balita sering sekali berpindah-pindah tempat, pernah saya mengikuti kelompok bermain di Internasional Playgroup di Bintaro, kemudian saya berpindah kelompok bermain lagi ke daerah Fatmawati yang dimiliki oleh Bapak Haidar Baghir. Tidak hanya itu, saya juga pernah mengikuti tahap kelompok bermain di daerah Ciputat Baru. Ibu saya selalu memindahkan kelompok bermain dikarenakan ingin memilih yang terbaik untuk saya.
                Kemudian ketika saya memasuki tahap taman kanak-kanak, saya menjadi siswa Taman Kanak-Kanak Ketilang di daerah Ciputat. Saya bersekolah di sana selama 2 tahun, disana saya diajarkan pelajaran-pelajaran hidup, keterampilan, dana lain-lain yang paling dasar. Keterampilan contohnya menggunting, melipat, membuat origami, dan banyak lagi. Untuk pelajaran hidup yang sederhana juga diajarkan, contohnya kita harus selalu patuh dengan orang tua, selalu berdo’a setelah shalat, mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Di TK Ketilang dulu juga menjadi TK kakak kedua saya, jadi Ibu saya sudah lumayan percaya dengan kualitasnya. Pokoknya disana bekal untuk menuju jenjang Sekolah Dasar saya sudah terpenuhi.






Saat balita

                Masa di Sekolah Dasar
                Saya melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar di sebuah sekolah yang berdekatan dengan tempat Taman Kanak-Kanak saya dahulu. Sekolah Dasar itu bernama Madrasah Pembangunan, sebuah sekolah islam. Dahulu kakak saya yang pertama juga bersekolah disana, dan maka dari itu Ibu saya sudah memercayakan sekolah itu untuk mendidik saya selama 6 tahun. Sekolah di Madrasah Pembangunan  menurut saya sangatlah menjadi beban, dikarenakan dari mulai kelas 1 saja sudah ada mata pelajaran bahasa Arab, dan pelajaran agama di bagi dengan 4 mata pelajaran yaitu, Fiqih, Aqidah Akhlak, SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), dan Al-qur’an Hadist. Ditambah lagi dengan mata pelajaran lain yang menambah beban. Tetapi walaupun pelajaran menurut saya sangat membebani, saya tetap berusaha untuk menjadi siswa yang rajin. Disana juga saya mempunyai banyak sekali teman, bagaimana tidak, satu angkatan memiliki 8 kelas, dari A sampai H, dan satu kelas rata-rata mempunyai siswa/siswi 36 orang, tidak terbayang banyak sekali teman saya yang ada disana sampai-sampai 6 tahun tidaklah cukup untuk mengenali mereka semua.
                Kegiatan di Madrasah Pembangunan juga sangatlah seru, salah satunya adalah pada saat kelas 5, kita semua diajak untuk mengikuti pesantren kilat di salah satu penginapan di puncak. Tetapi pada saat perjalanan ke lokasi, ada suatu kejadian yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan, yaitu pada saat keadaan yang sangat macet, hujan dan sedang melewati jalan turunan. Tiba-tiba bus yang saya tumpangi tertabrak bus umum yang ada di belakang bus pariwisata saya. Lebih mengherankan lagi, sebelum kejadian itu saya pernah bilang kepada teman saya seperti “aduh, bagaimana ya kalau tiba-tiba bus yang kita tumpangin terpeleset dan jatuh dari turunan ini, apalagi sekarang lagi hujan, macet pula dan juga sedang ada di turunan”. Walaupun tidak terjadi seseram yang saya bilang, tetapi tetap saja kecelakaan tersebut membuat saya kaget mengapa bisa terjadi setelah perkataan saya tadi. Untung saja tidak ada korban yang terluka. Teman yang tadi saya ceritakan langsung marah, mereka bilang itu ulah saya karena sudah berfikir yang negatif. Disanalah saya belajar bahwa apa yang kamu katakan bisa menjadi do’a dihadapan Allah. Maka perkataan itu harus selalu dijaga, pergunakan mulut untuk yang baik-baik dan jangan pernah berkata yang negatif. Setelah kejadian itu saya menanamkan sumpah kepada diri sendiri untuk tidak pernah lagi berkata yang negatif.
                6 tahun belajar dan bermain di Sekolah Dasar Madrasah Pembangunan, saya merasa tidak terlalu  special, karena pelajarannya yang membebani. Tapi tetap saja banyak sekali kenangan yang tersimpan selagi masih duduk di bangku SD.
Setelah tamat Sekolah Dasar saya diajak pergi ke Bali oleh orang tua, disana saya menginap dirumah teman Ibu saya. Disana saya pergi ke tempat-tempat kebudayaan Bali seperti, GBK (Garuda Wisnu Kencana), Uluwatu tempat menonton tari Kecak, Pantai Kuta, dan tempat-tempat lain yang sangat seru. Pengalaman sewaktu di Bali sangatlah mengesankan dan tidak akan terlupakan.





Saat SD

Masa di Sekolah Menengah Pertama
Setelah lulus dari sekolah dasar, saya meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama di Labschool Kebayoran. Menurut saya, disinilah pengalaman bersekolah yang paling seru. Dimana dulu di sekolah dasar setelah bell pulang sekolah saya langsung buru-buru ingin pulang, tetapi di SMP Labschool kebayoran ini, bell pulang sekolah tidak menandakan saya harus pulang, saya lebih sering pulang sore dikarenakan banyaknya kegiatan setelah sekolah, atau mungkin kalau diartikan kegiatan disini adalah bermain dengan teman. Sebenarnya pada saat tes masuk SMP, saya mencoba untuk masuk SMP Labschool Kebayoran dan Madrasah Pembangunan lagi. MP menjadi cadangan sekolah jika saya tidak terpilih menjadi siswa di Labschool kebayoran. Tetapi dengan optimis pada saat mengerjakan soal-soal seleksi SMP Labschool Kebayoran, ternyata dengan Ridho Allas swt saya dapat diterima di SMP yang sudah saya idam-idamkan semenjak SD, SMP Labschool Kebayoran.
                Suka duka telah saya alami pada saat bersekolah di SMP Labschool Kebayoran. Memang sekolah ini pertama membuat saya kaget, mula-mula pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS) kami yang laki-laki diwajibkan untuk memangkas rambut kami sampai 1 cm. Para perempuan diharuskan untuk memakai pita di rambutnya sebanyak 7. Memang memalukan, tapi itulah pertama kali saya mendapatkan pengalaman baru seperti itu, dan itu tidak akan pernah saya lupakan, dari mulai tas serut khusus yang harus dipakai selama MOS, kemudian name tag yang sangat rumit untuk dibuat. Tetapi setelah sekian lama menjadi murid SMP Labschool Kebayoran, saya sudah mulai terbiasa, saya sudah mulai menganal banyak orang baru. Saya merasa bersekolah di SMP Labsky itu sangatlah seru, karena dari mulai pertama masuk sekolah, sudah banyak acara di sekolah itu. Dari mulai KALAM, ACEX, AKTUAL, LDKS yang dilaksanakan pada saat saya duduk di bangku kelas 7 SMP. Saya juga terpilih menjadi seorang pengurus OSIS disana setelah melalui banyak tahap penyaringan dimulai dari LDKS. Saya menduduki bidang Pendidikan pada saat menjadi pengurus OSIS. Nama OSIS angkatan kami yaitu angkatan 8 adalah Hasthaprawira Satya Mahadhika yang artinya Prajurit Angkatan 8 yang Jujur dan Istimewa. Hal itu menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa bagi saya, dari mulai perjuangan kami yang sangat susah untuk menjadi seorang pengurus OSIS menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kami para pengurus OSIS dan juga MPK diberi kehormatan untuk memakai jas yang akan dipakai saat bertugas. Pada saat pelantikan OSIS pun sangatlah meriah, dengan didahului sebuah acara LALINJU atau singkatan dari Lari Lintas Juang, yaitu berlari sepanjang 7 km.
                Saat duduk dibanku kelas 8, saya mulai mengenal lebih banyak orang dan berteman. Kelas 8 juga bisa dibilang saat-saatnya murid untuk lebih banyak bermain. Karena nanti dikelas 9 kita semua harus fokus belajar untuk Ujian Nasional. Di kelas 8 kita satu angkatan mengikuti acara yang bernama BIMENSI atau singkatan dari Bina Mental Siswa. Di acara tersebut, kita semua dilatih untuk lebih disiplin dalam melakukan segala sesuatu. Kita di bimbing oleh SPN Lido, sebuah lembaga kepolisan yang bermarkas di daerah Lido. Disana kita semua diharuskan untuk memangkas rambut kami kembali sepanjang 1 cm. Di acara tersebut kami di latih untuk disiplin, menjadi seorang pemimpin, dan juga melatih kekompakan dan kerja sama sesama teman satu angkatan, angkatan 8. Kita juga dilatih untuk saling member kepada masyarakat yang membutuhkan dengan adanya bakti sosial kepada warga sekitar daerah Lido, yang mayoritas adalah masyarakat kurang mampu. Selain itu di kelas 8, kami juga mempunyai acara ACEX Labspart, yaitu sebuah acara yang dijalankan oleh para pengurus OSIS dan MPK juga panitia angkatan yang terpilih. Pada acara itu adalah kesamapatan untuk menunjukkan kekompakkan sebagai 1 angkatan yang solid.
Pada kelas 9 saatnya untuk memilih seorang ketua angkatan dan sekertarisnya, dan yang terpenting adalah nama angkatan kami. Teman saya menjadi ketua angkatan adalah Bayu dan yang menjadi sekertaris angkatan adalah Ebha, dan nama angkatan kami setelah berunding dengan cukup nama, terpilihlah nama Scavolendra Talvoreight yang artinya “eight is a typical entity which figure a never ending story” dalam bahasa Inggris. Nama itu menjadi nama kebanggan angkatan saya dan akan selalu diingat. Di kelas 9 juga ada acara yang sangat seru yaitu TO UAN singkatan dari Training Orientasi Ujian Nasional, acara yang dilaksanakan sebelum di mulainya UAN. Berguna untuk melatih mental dan spiritual kami semua agar dapat menempuh ujian nasional dengan baik. TO UAN bertempat di daerah Bogor. Disana tawa dan tangis kami satu angkatan rasakan, dimana kami bisa saling mengakui kesalahan satu sama lain, saat itu semua menjadi transparan, disanalah angkatan kami mulai bertambah solid dan keakrabannya bertambah hangat. Manfaat yang saya dan teman-teman satu angkatan dari acara TO UAN pastilah sangat banyak.
Setelah itu dikelas 9 juga akhirnya mulailah babak akhir selama 3 tahun lamanya, yaitu ujian nasional dan ujian sekolah. Saya dan teman-teman satu angkatan bisa dibilang sangat terbebani di karenakan ujian sekolah dan ujian nasional dilaksanakan dengan selang yang berdempetan. Dengan materi pelajaran yang sangat banyak. Tetapi Alhamdulillah hasil yang saya dapatkan dari UN dan US membuat saya dan orang tua bangga, walaupun tidak terlalu tinggi nilainya, tapi saya sadar hasil itu sesuai dengan kemampuan dan jerih payah saya. Setelah UN dan US selesai, angkatan 8 mengadakan acara farewell party, acara perpisahan kami. Kami semua memakai pakaian yang formal, acara-acaranya pun sangatlah meriah. Saya juga bangga, saya dapat tampil bersama rekan-rekan band saya S.L.O.W untuk memeriahkan acara. Sayang seharusnya saya mengikuti acara wisuda yang diselenggarakan setelah farewell dengan selang beberapa minggu, tetapi saya tidak bisa hadir dikarenakan saya sedang berada di Australia untuk jalan-jalan sembari menjenguk tante saya yang menimba ilmu disana. Tetapi pengalaman yang saya dapat di SMP Labschool Kebayoran sudah sangatlah banyak, tertinggal acara wisuda bukan berarti saya melewati banyak hal. Saya juga jadi mendapatkan pengalaman berpergian dengan pesawat sendiri untuk pertama kalinya ke Australia. Intinya saya sangat bangga sudah menjadi bagian dari angkatan saya, angkatan 8 Scavolendra Talvoreight dan juga menjadi murid SMP Labschool Kebayoran.



Kelas 7B



Kelas 8A


Kelas 9A


Saat naik jabatan OSIS (atas) & turun jabatan OSIS (bawah)

Sekolah Menengah Atas
Sekarang saya duduk di bangku SMA kelas XI Labschool Kebayoran. Sudah banyak acara-acara Labschool yang saya ikuti seperti Pra-mos, Mos, Pillar, Pra TO (Trip Observasi), TO, dan Bintama. Semua acara itu dilaksanakan ketika saya kelas X, maka dari itu sangat cepat rasanya sekarang sudah menjadi siswa kelas XI. Saya tergabung dalam kelas XE, kelas yang berisi 39 siswa itu awalnya terlihat masih diam-diam, sepi, damai, tenang, tentram, tetapi ternyata seiring waktu berlalu, kelas XE dikenal menjadi kelas yang Barbar. hobi mengoleksi surat kejadian, hedonis, dan banyak lagi hal-hal gila, semua itu terlihat kacau tetapi sebenarnya menjadi salah satu bagian dari murid XE sangat seru.
Di kelas XI saya tergabung dalam kelas XI IPA 4. Belum banyak hal-hal yang saya lalui bersama XI IPA 4, tetapi saya berharap di kelas XI ini akan menjadi lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.


Saat Trip Observasi


Kelas XE


Kelas XI IPA 4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar