Jumat, 17 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Irdina Tiara Putri


"16 tahun indah nya kenangan hidup yang tak akan terlupakan." 

   
   Pada hari Sabtu, 6 April 1996 tepatnya jam 01:10, di bilangan panglima polim terdengar dengan jelas jerit tangis seorang bayi  yang memecah kesunyian malam. Bayi itu adalah saya. Seorang bayi perempuan yang lahir di RSB. Asih yang dibantu oleh dr. Karno Suprapto. Saya lahir secara normal dengan berat badan 3.150 gram dan panjang 49cm. Irdina Tiara Putri adalah nama saya. Nama yang indah pemberian orang tua saya. Nama tersebut memiliki makna seorang putri yang dapat menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan dirinya. Saya adalah anak ke 2 dari pasangan Choirul Anwar dan Rita Gartini. Memiliki kakak laki-laki yang hanya berjarak 1 tahun lebih tua dari saya membuat saya cukup bersyukur, karena dapat memiliki teman bermain yang sebaya. Saya kerap memanggilnya Kiki, diambil dari nama lengkap nya yaitu Rizkiawan Fauzan.
   Ketika saya akan lahir, mama ditunggui oleh nenek dan paman, kebetulan papa tidak bisa hadir karena sedang meneruskan sekolah pasca sarjana di negeri paman Sam. Hal ini membuat saya sangat sedih lantaran  tidak dapat berjumpa dengan papa di saat hari pertama saya melihat dunia. Sehari setelah kelahiran saya dijemput oleh tante saya dan langsung menuju rumah nenek tercinta yang berada di bilangan Pulo Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 


MASA BALITA

   Pada minggu-minggu pertama saya, di rumah nenek sangat ramai dengan tamu-tamu yang  tiada henti mengunjungi saya. Mereka sempat berkata “Tia, kamu anak yang manis sekali” Selain mendapat kunjungan-kunjungan, saya juga banyak mendapat hadiah-hadiah baju-baju mungil ataupun mainan-mainan yang lucu untuk menemani saat saya terjaga. Pada usia 4 bulan Mama terpaksa meninggalkan saya dan kakak selama 1 bulan untuk pergi menyusul Papa di Amerika. Sementara itu saya di asuh oleh Nenek dan Kakek serta mbak Warti. Mbak Warti sangat sabar dalam merawat saya, ia juga sangat baik. Bisa dibilang dia adalah pengasuh bayi yang paling baik yang pernah kalian tahu. Nenek dan kakek senang sekali menjemur saya dan kakak di pagi hari agar mendapatkan sinar matahari yang dapat membantu proses perkembangan vitamin d pada tubuh saya. Berbeda dari seluruh keluarga saya yang ber-golongan darah A saya memiliki golongan darah O. Awal nya itu membuat saya berfikir bahwa saya bukanlah anak kandung dari keluarga ini tetapi seiring dengan ilmu pengetahuan yang saya pelajari saya pun sadar bahwa kemungkinan tersebut ada apabila golongan darah orang tua anak tersebut sama-sama A maka ia akan menghasilkan anak yang bergolongan darah A atau O. Saya pun cukup lega mengetahui hal terebut. 5 bulan adalah usia saya ketika baru pertama kali berjumpa dengan Papa. Sangat senang rasanya akhirnya dapat bertemu dengan papa.
atas-bawah: Kiki-Tia
ceritanya kaget lagi di foto :D

foto bareng mas Kiki

lagi bersantai dirumah nenek

sedang di rumah nenek


rumah pulo raya

MASA TK


merayakan ulang tahun bersama saudara
   Di usia 3 tahun saya sudah disekolahkan di kelompok bermain Kembang di Kemang. Rasanya senang sekali karena disana yang saya lakukan hanya bermain dan bermain. Tidak lama dari itu saya sekeluarga pindah ke Pamulang. Disana saya bergabung dengan TK Puspa Indah. Baru 1 tahun lamanya kami tinggal di Pamulang kami pindah rumah lagi ke daerah Hang Tuah, rumah yang sangat besar namun berkesan sedikit menyeramkan. Saya sering bermain sepeda roda 3 dengan kakak saya saat itu, berkeliling seisi rumah dan membuat rumah berantakan dengan polah kita berdua. Dahulu saya dan kakak sering sekali membuat kontes unjuk bakat dangan mama sebagai juri. Saya menampilkan tari, dan menyanyi sedangkan kakak saya menampilkan beladiri. Saat itu saya bersekolah di TK Patra, TK yang cukup besar dan nyaman. Saya banyak mendapat pelajaran disitu dari belajar menggambar, menari, menghitung, berenang, sampai masak-memasak. Saya juga sering mengikuti lomba tari dan senam kebugaran jasmani sewaktu itu, saya pun sangat senang kala mendapatkan piala penghargaan karena telah memenangkan beberapa kejuaraan. Saat di Hang Tuah saya dan kakak berteman akrab dengan tetangga saya yang sebaya, Rezandha namanya. Kami bersekolah di TK yang sama, kami pun sering menghabiskan waktu bermain bersama-sama.

bermain sepeda roda 3 bersama kakak
saat umur 4 tahun

membuat tenda bersama kakak

senyum :)
Lagi-lagi saya harus merasakan betapa lelahnya membereskan barang-barang kala berpindah rumah. Kali ini saya berpindah ke daerah Cilandak Barat. Senang rasanya berada di rumah baru ini, komplek yang nyaman dan asri ditambah lagi teman bermain saya saat di Hang Tuah dulu juga ikut pindah rumah ke komplek yang sama dengan saya.

MASA SD

pentas tari bali
   SDN Gunung 05 atau yang juga dikenal dengan SD Mexico adalah tempat dimana saya menganut ilmu kala SD. Bisa dibilang SD itu terletak cukup jauh dari rumah saya tetapi karena kakak saya sudah terlebih dulu bersekolah disana jadilah orang tua saya memutuskan untuk mensekolahkan saya disana juga. Masa SD adalah masa-masa yang sangat menyenangkan.Saya banyak mencoba hal-hal baru seperti mengikuti ekstrakurikuler marching band saya berperan sebagai colour guard atau pemain bendera, perisis seperti apa yang saya inginkan. Marching band sekolah saya banyak meraih penghargaan kala itu, tidak heran karena memang kita berlatih secara teratur, latihan nya pun cukup melelahkan namun dilain sisi juga sangat menyenangkan. Selain marching band saya juga mengikuti kelompok tari. Dahulu saya sangat bersemangat saat tiba jam pelajaran olahraga, buat saya berolahraga membuat saya bebas mengekspresikan diri kita diajarkan untuk bekerja sama, pantang menyerah dan berusaha sekuat mungkin untuk menjadi yang terbaik. Saat itu saya baru pertama kali diajarkan bermain  bola basket. Saya sangat senang dengan olahraga yang satu ini, saya terus menekuni bermain basket hingga akhirnya saya bergabung dengan team basket sekolah saya. Penghargaan-penghargaan terus diraih team sekolah saya, salah satu penghargaan yang membuat team saya dan saya sangat senang adalah kala team saya mendapat juara 1 dalam POR pelajar tk.propinsi DKI Jakarta secara berturut-turut selama 2 tahun.Dibidang akademik pun saya cukup berprestasi, sungguh masa-masa SD adalah masa yang sangat menyenangkan.
bersama teman-teman SD Mexico


MASA SMP


bersama teman SMPN 19
   Saya melanjutkan jenjang pendidikan saya ke SMPN 19 Jakarta. Karena saya berencana untuk masuk ke program RSBI maka saya harus melalui berbagai tes yang cukup banyak tahapan nya, awalnya saya harus memberikan nilai raport SD lalu lanjut ke tes akademik selanjut nya psikotes sehabis itu tes TIK dan yang terakhir adalah tes wawancara.Sungguh bukan hal yang mudah untuk dapat diterimah disana, tapi Alhamdulillah ternyata segala jerih payah saya dapat membuahkan hasil yang memuaskan, saya dapat diterima sebagai murid RSBI SMPN  19 Jakarta. Saya cukup bersyukur karena banyak teman-teman SD saya yang juga bersekolah di SMP ini. Untuk melanjutkan hobi bermain basket saya memutuskan untuk bergabung dengan team basket SMP saya. Saya juga bergabung dengan klub basket Indonesia Muda untuk lebih memperdalam hobi saya ini. Puji syukur kepada Allah yang sebesar-besar nya karena team basket klub saya dapat memenangkan pertandingan basket nasional dan meraih gelar juara 1. Kelas 7 & 8 berlalu begitu cepat rasanya, mungkin karena saya terlalu menikmati setiap kegiatan yang ada. Kelas 9 dipenuhi dengan kegiatan belajar untuk menghadapi Ujian Nasional. Rutinitas nya selalu sama saat itu, pergi kesekolah-bimbingan belajar-tidur. Namun tidak sia-sia semua usaha saya karena akhirnya saya dapat mencapai hasil yang baik.


bersama sebagian team basket smpn 19










bersama team basket Indonesia Muda


Indonesia Muda Basketball

Masa SMA 

   Saya memang telah ber cita-cita untuk dapat diterima di SMA Labschool Kebayoran, maka dari itu saya sangat senang saat dapat diterima disana melalui jalur prestasi. Ber sekolah di Labschool sungguh memberikan pengalaman yang  baru untuk saya. Bisa dibilang suasana disana sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang terdahulu saya rasakan. Labschool memiliki banyak program sekolah yang wajib di ikuti antara lain, TO dan Bintama. Program-progam sekolah tersebut  menyentak  kesadaran saya dari sisi manja dan ego bermain-main saya. Akhirnya saya sadar kalau saya harus menjadi pribadi yang lebih tegas, mandiri dan bertanggung jawab agar menjadi orang yang sukses kelak.
saat Trip Observasi

bersama Ibu Fitri, wali kelas xc

ki-ka: anne, putri, tikka, tiara


   Masih panjang perjalanan saya untuk menjadi orang yang sukses kelak. Saya memiliki cita-cita melanjutkan kuliah di hukum internasional UI. Intinya saya bercita-cita membuat orang tua saya bangga dengan jerih payah dan usaha saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar