Selasa, 28 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Ikko Haidar F.


  
16 Tahun Yang Penuh Makna

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang telah mereka lewati selama ini dari sejak mereka lahir ke dunia ini sampai mereka menjadi dewasa. Penulis pada kesempatan ini ingin menceritakan tentang perjalanan hidup yang telah penulis lalui sejak dia lahir hingga menjadi seorang remaja seperti saat ini.

PEMBUKA

Bersama Keluarga
Bersama Sepupu di Sidareja, Cilacap
Nama saya Ikko Haidar Farozy. Saya dilahirkan pada hari Jum’at tanggal 23 Agustus 1996, 15 tahun lalu di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah, Samarinda dengan berat badan 4.450 gram dan panjang 54 cm. Saya memiliki orang tua, yaitu ibu yang bernama Sarita Alie  dan ayah saya yang bernama Budi Eko Yuono. Saya juga memiliki seorang kakak yang bernama Okky Nindar Sari.
Ayah saya adalah seorang karyawan swasta, sedangkan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga, dan kakak masih kuliah di ITS semester 7 di Fakultas Teknik Industri. Saya merasa bangga dan bahagia karena saya mempunyai orang tua dan kakak yang mereka semua sangat amazing, selalu perhatian dan mendukung  terhadap saya. 

MASA BAYI DAN BALITA

Ketika bayi, saya adalah seorang bayi yang tergolong aktif, karena saya tidak pernah mau diam, dan membuat orangtua saya terhibur dengan tingkah laku saya yang demikian. Ketika berusia 4 bulan, saya tumbuh gigi dan membuat kedua orang tua saya bingung karena kakak saya pun tumbuh gigi di usia 10 bulan, sampai tetangga di lingkungan komplek bercanda ke ibu saya bahwa saya bisa makan keripik singkong. Diusia itu juga saya masuk rumah sakit karena kekurangan cairan akibat muntah-muntah, dan saya masuk lagi di usia 10 bulan. Kalau saya boleh jujur, saya (bahkan sampai sekarang) tergolong orang yang gampang sakit, terutama karena factor perbedaan cuaca dan kelelahan. Terutama penyakit tenggorokan dan badan panas. 

Saat masih bayi



Saat masih 1 tahun

Saya bias berjalan di usia 10 bulan, dan prosesnya Alhamdulillah tergolong cepat bagi anak seusia saya. Namun, saya baru bisa berbicara lancar pada usia 2 tahun. Sampai-sampai pada saat usia 10 bulan di rumah sakit, saya dikira perawat bisu karena tidak mau berbicara.

Pada awalnya, saya tinggal di Samarinda, namun pada usia 3 tahun, saya pindah ke Balikpapan karena mengikuti kakak saya yang pada saat itu akan SD di Balikpapan. 

Ketika saya berusia 3 tahun, saya memiliki kebiasaan yang tergolong ganjil bagi anak seumur saya, yaitu saya sering sekali membaca buku cetak Bahasa Inggris yang berjudul Get Ready milik kakak saya yang saat itu masih kelas 3 SD. Oleh karena itu, sejak umur 3 tahun, saya mulai tertarik dengan Bahasa Inggris sampai sekarang. Bahkan saking sering membacanya, ketika saya masih berusia 3 tahun, saya justru lebih sering berbicara Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Dan pada diri saya pun tumbuh hobi membaca ketka umur 3 tahun. Ketika usia 3 tahun jugalah saya masuk ke playgroup Tadika Puri, Balikpapan.

Pada usia 4 tahun, saya masuk ke jenjang TK Kecil (TK A) di TK Dewi Sartika, Balikpapan. Disana, saya sangat senang sekali karena ada rambu-rambu lalu lintas dikelas (Saya sangat terobsesi dengan rambu-rambu lalu lintas ketika saya masih balita). Selain itu, setiap minggu di TK Dewi Sartika saya mendapat majalah Tiko, yang berisi gambar-gambar yang menyenangkan bagi saya, dan saya pun suka menggambar abstrak alias mencoret-coret.

Milad ke-5

Pada usia 5 tahun, orang tua saya pindah ke Surabaya dan saya masuk ke jenjang TK Besar (TK B) di Istana Balita. Disurabaya sangat menyenangkan, karena bertemu teman baru, dan lingkungan baru. Saya di Surabaya, saya senang sekali melihat KA dan Jalan Tol karena di Balikpapan dan Samarinda, tidak ada KA ataupun Jalan Tol. Saat itu juga saya sangat senang membaca Buku Pintar, sampai saya sempat bisa menghafal huruf plat-plat nomor di seluruh Indonesia dan mampu memperkirakan hari apa, tanggal berapa, tahun berapa. Sayangnya, saya tidak lagi memiliki kemampuan tersebut sekarang.

Saat lulus TK di Surabaya
MASA SD

Pada usia 5 tahun 10 bulan, saya dan orangtua kembali ke Balikpapan. Disana, saya masuk ke SDIT Istiqamah. Dilingkungan itupun saya merasa nyaman, karena lingkungannya yang Islami, karena di sekolah itu sudah lengkap dengan fasilitas pendidikan, yang dimana pendidikan umum dan agama sama-sama kuat, sehingga saya tidak harus belajar mengaji diluar jam pelajaran karena di Sekolah sudah diajarkan. 

Pada kelas I juga saya memiliki pengalaman yang mengesankan, karena ketika kelas I, ada vaksinasi rutin, dan saya takut disuntik, sampai akhirnya saya kabur dari sekolah dan mengajak ayah untuk membawa saya pulang kerumah. Pada kelas I pulalah hobi membaca saya meningkat drastis setelah melihat iklan buku Ensiklopedi Anak Disney di majalah Donal Bebek, oleh karena itu pun saya pada suatu waktu minta kepada orang tua membelikan ensiklopedia tersebut, dan sejak saat itu pulalah saya mulai tertarik untuk mengkoleksi buku-buku tersebut, sampai pada akhirnya pada tahun 2005-2006 ketika buku tersebut berhenti cetak. Selain itu, saya juga senang majalah Mickey Mouse yang memiliki topic serupa.

Di kelas II, saya sudah mulai berani divaksinasi, yang kemudian berlanjut sampai kelas VI, yang dimana sesudah itu tidak ada lagi vaksinasi rutin di sekolah.

Pada suatu waktu ketika saya di kelas III, saya bersama keluarga pergi ke Banjarmasin untuk silaturahmi Lebaran selama satu minggu di rumah Tante saya di Banjarbaru. Biarpun begitu, saya sebenarnya ke Banjarmasin hanya sehari. Lama di Banjarbaru. Ketika perjalanan pulang ke Balikpapan, ayah saya tidak mengetahui kalau ternyata beliau melewati jalan yang tidak seharusnya dilewati karena tidak ada papan petunjuk. Kebetulan ada Polantas yang sedang menaiki angkot. Kemudian pak polisi langsung turun dan mencegat mobil yang kami tumpangi. Pak polisi langsung menanya kepada ayah saya dan meminta surat-surat kendaraan. Namun, saya berkata bahwa Pak Polisi bahwa ayah saya memang salah. Namun, masih untung Pak Polisi mengerti bahwa ayah bukanlah orang Banjarmasin, sehingga hanya diberi teguran untuk memperhatikan petunjuk jalan. Selain itu, pada kelas III SD, saya mulai mengikuti kegiatan sanlat di sekolah yang diselenggarakan sekolah bekerjasama dengan DT secara rutin tiap tahun pada bulan Ramadhan. Saya mendapat banyak pencerahan spiritual dari kegiatan tersebut. Pada saat muhasabah, saya selalu menangis karena teringat akan orangtua dirumah.

Ketka kelas IV, untuk pertama kali di angkatan saya ada kegiatan perkemahan di halaman sekolah. Namun, karena saya tidak tahan dan kangen keluarga, maka saya nangis minta pulang. Ketika kelas IV, saya mulai menunjukkan prestasi saya dibidang IT, dengan mengikuti lomba IT Kids Fiesta 2005 bersama teman-teman sekelas saya menghadapi kelompok dari sekolah lain di bidang desain web dengan PowerPoint. Alhamdulillah, kelompok saya pada saat itu juara 3.

Ketika kelas V, mulailah saya menjadi anak yang lebih mengerti, dan setiap ada kegiatan, saya tidak pernah lagi cerewet. Pada kelas V pulalah saya entah menjadi tertarik dengan bidang kedirgantaraan (walaupun sebenarnya ketertarikan saya dengan pesawat sudah ada sejak kecil) ketika saya menemukan salah satu majalah Angkasa edisi Oktober 2005 di Gramedia.  Ketika itu, saya langsung membaca artikel tentang kejadian jatuhnya pesawat Mandala di Medan yang terjadi pada 5 September 2005. Sejak saat itulah minat saya akan kedirgantaraan langsung meningkat drastis. Meskipun beigtu, saya tidak pernah berimpian menjadi pilot. Entah itu sipil ataupun militer karena resikonya sangatlah besar. Sekolah saya mengirim lagi saya dan teman-teman saya untuk mengikuti lomba IT Kids Fiesta 2006. Namun, kami hanya mendapat juara harapan. Pada saat kelas V semester I, saya diikutkan les privat matematika oleh orangtua saya karena saya agak kesulitan menghadapi matematika. Lebih menariknya, ketika pertemuan eprtama, saya merasa keberatan karena terkesan “kaget”. Alhamdulillah, pada pertemuan berikutnya sampai pertemuan paling terakhir tepat sebelum UAN matematika kelas IX (Atau 4 tahun lebih saya les dengan beliau), saya merasa sangat enjoy dengan gurunya. Sampai saya merasa sedih ketika berpisah dengan guru privat saya pada malam sebelum UAN Matematika. 

Pada saat kelas VI, ketika masuk pertamakali, saya merasa agak cemas pada awalnya, karena pada masa itu, saya menghadapi awal masa remaja, DAN pada kelas VI pulalah ada UASBN yang harus dihadapi untuk lolos dari SD dan melanjutkan ke SMP. Alhamdulillah, pada kelas VI SD juga saya mulai bisa meningkatkan prestasi saya. Saya dipilih oleh guru bahasa Inggris saya bersama kakak kelas SMP yang pada saat itu dia kelas IX untuk mengikuti lomba spelling bee. Hanya saja, karena itu lomba individu, maka saya harus bersaing dengan kakak kelas, dan karena itu pengalaman paling pertama saya dalam mengikuti lomba, maka saya pun hanya mendapat juara harapan. Meskipun begitu, saya tetap bersyukur. Selain itu saya mengikuti kegiatan perkemahan di Manggar. Di kegiatan tersebut saya mendapat banyak pengalaman baru, seperti flying fox, mandi dengan air sumur, dan pentas seni yang dimana kelompok kami kebetulan kehabisan ide sampai membuat ide secara spontanitas. Nah, karena tidak biasa dengan air sumur, maka ketika pulang saya langsung kena cacar air. Ketika memasuki semester II, maka saya pun menghentikan kegiatan bermain karena harus konsentrasi menghadapi UASBN (boleh dikata saya senang bermain PS sama senangnya dengan menghadapi pelajaran). Alhamdulillah, atas berkat Allah, saya dimudahkan dalam menghadapi UASBN dan UAS. Dan yang lebih Alhamdulillah lagi, saya mendapat peringkat I di sekolah dengan nilai rata-rata 9.25 untuk UASBN dan UAS.

Setelah lulus dari SD, maka saya pun bersiap untuk menghadapi SMP. Saya melanjutkan ke SMPIT Istiqamah, yang berada di satu lingkungan dengan SD-nya. Saya memilih untuk melanjutkan di sekolah yang sama karena lingkungna sudah familiar dengan lingkungan dan guru-gurunya, dan rasa persaudaraan disana lebih kuat

Saat perpisahan SD





MASA SMP
Ketika memasuki kelas VII, Alhamdulillah saya sudah biasa karena sudah sering membaca buku-buku pelajaran SMP kakak saya yang kebetulan sekolah di SMP yang sama. Selain dengan tambahan dari ensiklopedia yang materinya kebetulan mengena dengan materi-materi SMP. Jadinya, saya sudah tidak begitu kaget dengan pelajarannya, biarpun saya pada awalnya agak khawatir tentang materi Aljabar. Namun, Alhamdulillah setelah mempelajarinya di les, saya pun menjadi terbiasa dengannya. Mata pelajaran favorit saya adalah Biologi dan saya terus menyukainya sampai sekarang. Pada tahun itu juga saya dipilih lagi untuk mengikuti lomba spelling bee bahasa Inggris, yang kebetulan tahun itu diselenggarakan di sekolah. Hanya saja, saya gugur. Meski begitu, saya tetap bersyukur. Di tahun itu pula saya ditunjuk mengikuti lomba cerdas cermat bilingual di mata pelajaran biologi dengan kelompok saya tergabung dengan kelas VII, VIII, dan IX.  Namun, karena itu pengalaman pertama saya, hasilnya masih belum menang. Namun, saya tetap bersyukur dan selalu berusaha.

Saat masih 12 Tahun ketika liburan di Pontianak

Bersama teman-teman setelah ikut Olimpiade Sains di Samarinda
Ketika saya naik kelas VIII, saya mulai tertarik dengan lawan jenis, namun karena pacaran dilarang di lingkungan sekolah, dan saya menyadari bahwa saya belum waktunya dan ingin fokus belajar, maka saya tidak membawa ketertarikan saya ke level yang lebih “serius”. Pada kelas VIII pulalah angkatan saya mengikuti outbond di Dodikjur (Dipo Pendidikan Kejujuran) TNI-AD (Serupa dengan Bintama/Bimensi di Labsky). Disana saya memiliki banyak pengalaman yang sangat menarik, terutama karena mendapat pelatihan dari tentara. Selain itu, saya dan beberapa teman-teman ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam OSN. Kebetulan saya mengikuti bidang biologi. Alhamdulillah, saya mendapat juara I di tingkat Kotamadya, namun tersisih di Provinsi. Selain itu, saya juga mengikuti lomba spelling bee tingkat Kotamadya dan Alhamdulillah berhasil mendapat juara I.
Bersama teman-teman kelas VIII Pa

Bersama teman-teman dikelas IX Pa ketika Study Tour di Surabaya
Ketika naik ke kelas IX, maka keadaan saya sungghlah tegang karena saya tahu bahwa saya akan menghadapi UAN. Oleh karena itu, saya mulai mempersiapkan UAN dikelas IX sejak dini. Meskipun begitu, saya masih sempat mengikuti beberapa lomba. Salah satunya lomba menulis cerpen Bahasa Inggris tingkat umum dan berhasil mendapat juara I. Kemudian, pada semester II, saya sudah tidak mengikuti kegiatan apapun karena sudah konsentrasi menghadapi UAN. Alhamdulillah, pada saat kelulusan, saya mendapat juara III dengan NEM 36.8, walaupun sebenarnya nilai saya sama dengan nilai juara II.

Saat Perpisahan SMP
Pada saat kelas IX pulalah, orangtua saya berniat untuk pindah ke Jakarta. Kemudian, saya mencari informasi di Internet tentang SMA unggulan di Jakarta. Setelah mencari informasi di internet, ternyata orangtua saya dan saya pun akhirnya berminat untuk masuk ke SMA Labschool Kebayoran. Dan Alhamdulillah, setelah menempuh perjuangan yang berat akhirnya  saya berhasil diterima di SMA Labsky. Saya pun bersyukur saya bisa menjadi bagian dari SMA Labschool Kebayoran.
MASA SMA
Alhamdulillah, saya mendapat suatu lingkungan yang baru, dengan pengalaman yang baru pula. Serta teman-teman semuanya baik dan menyenangkan. Begitu pula dengan guru dan wali kelasnya. Akan tetapi tentu saja saya juga menghadapi tantangan baru berupa pelajaran yang lebih “wah” dibandingkan SMP. Apalagi persaingan disini jauh lebih seru dibanding yang saya hadapi dulu.
Perjalanan saya dikelas X dimulai dengan mengikuti fase MOS, yaitu Masa Orientasi Siswa yang juga diikuti oleh teman-teman seangkatan, dimana kita dikenalkan kepada aturan, dan kegiatan-kegiatan yang ada di Labsky. Pada awalnya saya cukup kaget dan heran menerima perlakuan dari kakak kelas yang agak “keras”, meskipun memang tujuannya baik, yaitu untuk menggembleng mental kita agar harus cepat dan disiplin dalam kegiatan bahkan dalam tekanan sekalipun. Bahkan saya pun sempat menjadi kesal karena baru kali ini dikerasi dalam masa MOS. Akan tetapi, saya pada akhirnya bisa mengerti maksud dan tujuan mereka begitu dan berhasil mengikuti MOS dengan baik dan menjalin pertemanan dengan kakak kelas yang membina pada saat masa MOS.
Bersama teman-teman XE waktu Lari Pagi Terakhir
Sesudah MOS kami pun kemudian mendapat pembagian kelas dan ternyata saya masuk ke Kelas XE dengan Wali Kelas Pak Edi, yang Alhamdulillah meskipun pada awalnya saya memang canggung karena lingkungan yang sama sekali baru akhirnya saya bisa beradaptasi dan mendapat teman baru di SMA Labsky dan pada akhirnya saya jadi senang dengan kelas ini karena meskipun usil, tapi solidaritasnya kuat sekali. The best class I’ve ever seen
Saat Study Tour di Bandung
Selain MOS, ada lagi kegiatan yang wajib diikuti, mulai dari PILAR (Pesantren Islam Ramadhan), TO (Trip Observasi), BINTAMA (Bina Mental dan Kepemimpinan Siswa), dan LAPINSI (Latihan Kepemimpinan Siswa), yang Alhamdulillah, semuanya sangatlah berkesan dan memberikan pelajaran yang amat berharga bagi saya, terutama TO dan BINTAMA karena disitulah saya mendapat paling banyak pengalaman yang berharga dan patut dijadikan pelajaran untuk langkah saya kedepannya
Di Semester 2 jujur saya kembali tegang. Tidak lain karena akan adanya BINTAMA dan Penjurusan yang akan sangat menentukan langkah kedepan. Terutama Pelajaran Semester 2 tiba-tiba saja menjadi jauh lebih sulit dibanding Semester 1. Disitu Saya sadar bahwa saya harus merubah pola belajar dan lebih disiplin dalam menerapkannya agar bisa melalui semuanya dengan baik dan bisa masuk ke jurusan yang saya inginkan yaitu IPA. Selain itu, saya juga merasakan perubahan yang sangat dalam setelah mengikuti BINTAMA. Ternyata BINTAMA tidak sesulit yang saya bayangkan, bahkan saya menjadi lebih semangat dan disiplin dalam hidup. Terutama sebagai pelajar dimana kita harus disiplin dalam membagi waktu.
Di Semester 2 juga saya dan kawan-kawan sempat mengikuti OSN, dimana saya mengikuti Bidang Biologi, bersama dengan Venna dan Kak Ferdy, dengan guru Pembina Bu Ema. Kebetulan OSN-nya bertepatan dengan hari ke-2 BINTAMA sehingga kami pun paginya izin untuk kembali ke Jakarta dan kembali pada sore harinya. Namun pada akhirnya hanya Kak Ferdy yang lolos ke tingkat Provinsi, semoga saja nanti diberi kesempatan lagi. Aamiin
Bersama teman-teman XE waktu Perpisahan di Tanjung Lesung
Alhamdulillah, saya pun berhasil melalui masa dikelas X dengan baik, dan pada akhirnya berhasil masuk ke jurusan IPA. Pada saat pembagian kelas ternyata saya masuk ke kelas XI IPA3, dengan wali kelas Pak Endang (Alias Pak Osa). Tentu disana sudah menanti pengalaman, teman, dan tantangan baru yang akan saya hadapi. Semoga saya bisa melalui semuanya dengan baik, dan akhirnya bisa menjadi jauh lebih disiplin dan mandiri, serta lebih giat dalam belajar. Amiin

Bersama Keluarga saat Milad ke-16

1 komentar: