Senin, 20 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Fara Putri Zhafira


16 Tahun Hidup yang Bermakna

Pada suatu sore di hari Rabu 16 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Mei 1996, saya lahir di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center atau lebih sering dikenal dengan MMC di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Kedua orang tua saya, yang bernama Farid Masykur dan Ira Marini, memberikan saya nama Fara Putri Zhafira, kata Zhafira berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti ‘Yang beruntung’. Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, saya langsung dibawa pulang ke rumah saya yang berada di Villa Pamulang, Tangerang Selatan. Di keluarga saya, saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saya mempunyai satu adik laki-laki. Perbedaan umur saya dengan adik saya adalah sebanyak 5 tahun. 

Ulang Tahun ke-1


Masa Balita

Ketika saya berumur kurang lebih satu setengah tahun, kedua orang tua saya memasukkan saya ke sebuah pre-school bernama Tumble Tots, saat itu saya mulai bersekolah dan belajar sambil bermain, walaupun disebut bersekolah, tetapi saya tidak setiap hari pergi ke sekolah tersebut, karena sekolah tersebut adalah pre-school, saya hanya pergi ke sekolah sebanyak satu kali dalam seminggu.

Saya dan keluarga

Umur 3 tahun

Sebelum memasuki TK, saya bersekolah di sebuah KB bernama Bunga Bangsa yang berada di dekat rumah saya, yaitu di daerah Pamulang Estate, Tangerang Selatan. Saat itu saya masih berumur kurang lebih 3 tahun, setiap harinya saya pergi ke sekolah diantar oleh mbak saya menggunakan mobil antar jemput.


Masa TK

Setelah lulus dari KB, saya yang saat itu berusia sekitar 4 tahun mulai memasuki masa TK, saya bersekolah di TK Muhammadiyah yang masih terletak di daerah Pamulang. Setiap harinya saya sekolah di antar dan di jemput menggunakan mobil antarjemput dan saya ditemani oleh mbak saya. Ketika saya berada di TK B, tepatnya ketika saya berumur hampir 5 tahun, pada hari Senin tanggal 12 Februari 2001, adik laki-laki saya lahir di rumah sakit yang sama dengan saya yaitu Rumah Sakit Metropolitan Medical Center. Adik saya diberi nama Muhammad Farhan. Setelah saya lulus TK dan adik saya genap berumur 1 tahun, saya pindah dari rumah saya yang berlokasi di Villa Pamulang ke rumah nenek saya di daerah Slipi, Jakarta Barat dikarenakan nenek saya tinggal disana hanya seorang diri sehingga kedua orang tua saya memutuskan untuk pindah rumah dan menemani nenek saya.

saya dan adik


Masa SD

Saya yang saat itu berumur 6 tahun dan baru pindah dari daerah Pamulang, masuk ke sebuah sekolah dasar yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya yaitu SD Bhakti yang terletak di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat. Pertama kali masuk sekolah, saya masuk ke kelas 1B. Pada awalnya, jika ada guru di kelas saya benar-benar anak yang pendiam karena waktu kecil saya sangat pemalu sehingga guru-guru mengira saya anak yang diam, namun suatu hari ketika guru saya sedang keluar kelas, saya dan teman-teman saya melakukan suatu kenakalan dan ternyata guru saya melihatnya, lalu saya dan teman-teman saya di hukum di depan kelas dan guru saya pun memberi tahu orang tua saya. Selama masa SD, dari kelas 1 hingga sekitar kelas 5, saya selalu diantar oleh orang tua saya sebelum mereka berangkat kerja. Ketika saya duduk di kelas 5 SD, om saya pindah dari Jogja ke rumah nenek saya untuk menemani beliau sehingga saya kembali pindah rumah tetapi rumah baru saya letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek saya, masih terletak di daerah Slipi juga. Masa SD selama 6 tahun terasa sangat cepat. Saya yang saat itu sudah duduk di kelas 6 SD, masih tidak tahu mau melanjutkan ke SMP mana, namun karena teman saya banyak yang mendaftar dan ikut tes di SMP Labschool Kebayoran dan menurut orang tua saya sekolah itu bagus, akhirnya  saya juga mengikuti tes di SMP tersebut tanpa memiliki cadangan sekolah lain. Alhamdulillah saya diterima di SMP Labschool Kebayoran bersama 6 orang lainnya yang berasal dari SD yang sama seperti saya. Saat saya kelas 6, angkatan saya juga merupakan angkatan pertama yang mengalami UN untuk SD atau UASBN, awalnya saya sangat khawatir dan takut menghadapi UASBN, tetapi ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan dan akhirnya saya lulus SD dengan NEM yang cukup memuaskan.

Perpisahan SD


Masa SMP

Saya melanjutkan bersekolah SMP Labschool Kebayoran yang terletak cukup jauh dari rumah saya yaitu di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Sebelum memulai belajar seperti biasa,  hari pertama masuk sekolah diawali dengan masa orientasi terlebih dahulu selama 5 hari, masa orientasi tersebut sangat penuh dengan ketentuan-ketentuan seperti harus membuat nametag dan rambut harus dikuncir 6. Awalnya saya sangat keberatan dengan ketentuan tersebut karena saya paling tidak suka yang namanya dikuncir. Walaupun terasa sangat berat dan melelahkan, akhirnya masa orientasi selama 5 hari tersebut pun selesai. Setelah masa orientasi berakhir, pembagian kelas pun baru diumumkan dan saya masuk ke kelas 7B yang diberi nama au7oBots. 

Kelas 7B

Pada awal kelas 7 semester 2, ada kegiatan dari sekolah yaitu LDKS, LDKS merupakan tahap awal dari serangkaian kegiatan untuk seleksi menjadi pengurus OSIS/MPK, saya yang memang sangat ingin menjadi pengurus OSIS mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Dari sekian banyak tahap, seperti LDKS, orientasi, orientasi lanjutan dan sebagainya. Alhamdulillah saya berhasil lolos dari semua tahap tersebut dan menjadi calon pengurus osis. Lalu, saya naik ke kelas 8 dan saya masuk ke kelas 8C yang memiliki nama fli8Ckr. 

Kelas 8C

Pada tanggal 17 Agustus 2009, sebelum dilantik menjadi pengurus osis, kami harus menjalani lalinju (lari lintas juang), jadi kami harus  berlari dari gedung menpora yang terletak di daerah Senayan ke sekolah. Jarak yang ditempuh sekitar 8-9 kilometer, walaupun itu sangat melelahkan tapi saya dan teman-teman yang lain tetap bersemangat karena kami akan dilantik menjadi pengurus osis. Saya pun di kepengurusan OSIS, mendapatkan posisi yang memang dari awal saya inginkan, yaitu seksi bela negara.  Pelantikan di sekolah saya saat itu memang cukup unik, setelah melaksanakan lalinju, kami akan membentuk formasi di lapangan hijau, dan senior kami akan menyiram kami dengan air bunga, setelah itu baru kami resmi dinyatakan sebagai pengurus OSIS yang baru. OSIS angkatan kami memiliki nama Hasthaprawira Satya Mahadhika yang memiliki arti ‘prajurit angkatan delapan yang jujur dan istimewa’. 

Pelantikan OSIS

Selain pelantikan pengurus osis dan mpk, siswa kelas 8 SMP Labschool Kebayoran harus menjalani sebuah kegiatan yang bernama BIMENSI (Bina Mental Siswa), selama 4 hari kami menginap di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara Lido dan mental kami pun dilatih oleh para polisi disana, walaupun 4 hari terasa sangat berat dan lama, kegiatan disana pun terasa cukup keras namun pada akhirnya 4 hari di SPN Lido pun menjadi kenangan yang cukup berkesan. Setahun berada di kelas 8 bisa dikatakan masa yang paling bebas dan menyenangkan selama bersekolah di SMP. Setelah itu saya naik ke kelas 9, tahun terakhir dan bisa dikatakan tahun tersibuk saya sebagai siswa SMP, saya pun mendapat kelas 9C, yang memiliki nama van9Couver. 

Kelas 9C di Marbella Anyer

Kepengurusan osis pun sudah berganti karena saya dan teman-teman yang lain harus fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional. Kehidupan saya sebagai kelas 9 dipenuhi dengan belajar, mulai dari paket di sekolah, maupun les-les pelajaran diluar jam sekolah dan juga dipenuhi dengan jadwal tryout yang cukup banyak dan tes paket. Belum lagi keharusan kami untuk membuat sebuah karya tulis sebagai nilai praktek untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sangat berat memang menjadi kelas 9, namun kelas 9 juga masa yang sangat berkesan dengan teman-teman karena itu merupakan tahun terakhir kami berada di sekolah yang sama.  Waktu menjelang ujian nasional pun semakin dekat, rasa takut saya dalam menghadapi ujian nasional SMP sangat jauh lebih besar daripada ketika saya akan menghadapi UASBN SD. Saya yang akan melanjutkan ke SMA pun bingung dalam memilih sekolah tujuan saya selanjutnya. Saya mempunyai 2 pilihan sekolah, yaitu SMA Labschool Kebayoran dan SMA Negeri 78. Kedua orang tua saya sangat menyarankan untuk memilih SMAN 78, selain letaknya yang sangat dekat dari rumah, sekolah itu pun termasuk dalam jajaran sekolah-sekolah favorit di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat. Namun saya khawatir tidak mampu bersaing dengan siswa lainnya yang ingin masuk ke SMAN 78, saya juga sangat khawatir NEM saya tidak mencukupi. Tetapi karena dorongan dari banyak orang termasuk kedua orang tua saya, saya akhirnya memantapkan SMAN 78 sebagai tujuan saya. Saya juga mencoba-coba tes di SMA Labschool Kebayoran dan Alhamdulillah saya di terima, tapi orang  tua saya berkata saya tidak usah mengambil SMA Labschool Kebayoran karena mereka yakin saya akan diterima di SMAN 78. Setelah menghadapi berbagai macam ujian, saya sebagai siswa kelas 9 mendapat libur kurang lebih selama 3 bulan. Waktu liburan saya pun diisi dengan berbagai macam kegiatan, salah satunya perpisahan kelas 9 bersama 9C. Kami sekelas memutuskan Anyer sebagai tempat perpisahan kami. Kami menginap di hotel Marbella Anyer selama 2 hari 1 malam. Walaupun waktunya sangat singkat, tetapi acara perpisahan tersebut sangat menyenangkan. Selama liburan, saya tidak bisa sepenuhnya bersantai karena saya belum mendapatkan SMA. Saya sibuk bolak-balik ke SMAN 78 untuk mendaftar, menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan, dan juga menjalani tes yang bertahap-tahap. Hasil ujian nasional pun diumumkan, nilai saya pun cukup memuaskan, hanya meleset 0.05 dari target awal saya dan NEM tersebut berhasil membuat saya diterima sebagai siswa SMAN 78. Akhirnya, liburan saya yang bersisa sekitar kurang lebih 1 bulan bisa saya jalani dengan nyaman, saya bisa bersantai dan bersenang-senang dengan teman-teman.

Lari pagi terakhir

Bersama sebagian 9C di Anyer


Masa SMA

Kelompok MOS

Buka puasa bersama XF di SMAN 78

Waktu masuk SMA pun tiba, siswa yang berasal dari SMP Labschool Kebayoran di SMAN 78 hanya saya dan satu orang teman saya. Kami menjalani masa orientasi yang cukup unik tetapi berkesan selama 3 hari.  Saya pun masuk ke kelas X-F. Sistem akademik di SMAN 78 sangat berbeda dengan sekolah lainnya, karena SMAN 78 menggunakan sistem SKS dimana mata pelajaran kami terbagi atas 2 paket dan kami bebas memilih pelajaran tambahan sesuka kami. Selama 1 semester saya bersekolah di SMAN 78, namun karena beberapa hal saya memutuskan untuk pindah ke SMA Labschool Kebayoran. Saya mulai bersekolah di SMA Labschool Kebayoran dari semester 2 dan saya, bersama dengan 2 anak baru lainnya, masuk ke kelas X-C. X-C bisa dikatakan merupakan kelas yang sangat asik dan seru, sangat disayangkan saya hanya berkesempatan berada di XC selama kurang lebih 6 bulan. Saya pun naik ke kelas 11 dan bisa masuk ke jurusan yang saya inginkan, yaitu IPA. Saya masuk di kelas XI IPA 4. 

Kelas XC

Lari pagi terakhir


XC di Jambuluwuk

Perjalanan hidup saya tidaklah berhenti sampai disitu, saya masih memiliki perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai cita-cita saya. Oleh karena itu, saya harus bersungguh-sungguh belajar dan berusaha untuk meraih apa yang saya inginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar