Senin, 20 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Diva Nabila Arumsari

15 Tahun Penuh Kisah

 Awal mula perjalanan hidup saya berawal di Rumah Sakit Asih pada tanggal 24 Desember 1996 saat ibu saya melahirkan saya pada pukul 13:13.  Saya merupakan anak pertama dan mungkin juga anak terakhir dari pasangan Meta Octavia dan Nurhadi Hastojuniarto.  Kebetulan sekali pada tanggal kelahiran saya tersebut, eyang saya berulang tahun. 

MASA BALITA
     Sewaktu saya berumur 1 tahun, eyang saya mengadakan sebuah pesta ulang tahun yang pada akhirnya dikacaukan oleh saya sendiri karena ketakutan saya akan badut.  Saat itu saya langsung meninggalkan tempat ulang tahun.  Saat  saya berumur 2 tahun, orang tua saya mulai memasukan saya ke KidsSport untuk melatih keseimbangan tubuh saya yang kurang baik karena pada saat itu saya sering terjatuh, tidak bisa jalan dengan lurus, dan tidak bisa melompat.  Ketika berumur 2,5 tahun, umur saya sudah mulai cukup untuk memasuki playgroup, pada saat itu dengan mempertimbangkan letak rumah, mama saya memilih untuk menyekolahkan saya di Teddy Bear. Setelah satu tahun, akhirnya saya diwisuda dari Teddy Bear.

MASA TK
                Pada saat ingin masuk TK umur saya baru 3,5 tahun oleh karena itu saya harus memasuki masa percobaan di TK Bakti Mulya 400.  Akan tetapi, setelah melewati 2 minggu akhirnya saya berhasil untuk menjadi murid tetap dalam jenjang TK A.  Banyak kegiatan baru yang dilakukan di TK ini, salah satunya adalah pariwisata.  Pada akhirnya, saya diwisuda dari TK saya pada umur 5,5 tahun.

MASA SD
                Saat masa SD saya dimulai, saat itu saya baru berumur 5,5 tahun.  Pada awalnya, mama dan papa ingin memasukan saya ke SD Al- Izhar Pondok Labu, akan tetapi dikarenakan umur saya yang kurang dari 6 tahun, akhirnya saya tidak diterima.  Oleh karena itu, akhirnya diputuskan saya masuk ke SD Bakti Mulya 400 yang berlokasi sama dengan TK saya.
                Kesan pertama saya saat memasuki sekolah dasar adalah capek. Karena jam masuk yang lebih lama dan kegiatan belajar yang terus menerus dilakukan.  Pada saat kelas 1 dan 2 kita masuk sekolah dengan menggunakan shift.  Kelas 1 bergantian dengan kelas 2 untuk masuk kelas.  Saat kelas 3, saya mendapat wali kelas yang dapat dibilang cukup unik.  Namanya adalah Pak Wahyu, dia membuat sistem kelas kita dengan berbeda.  Satu kelas dibagi dengan 5 team yang akan bekerjasama selama setahun untuk mengumpulkan poin.  Kelompok dengan poin terbanyak akan mendapat keuntungan untuk nilai – nilai tugas seluruh mata pelajaran.
                Saat kelas dua SD, saya dibelikan seekor kucing persia.  Kucing tersebut saya beri nama Sagwa seperti judul kartun yang ada di Disney Channell.  Saya memberi nama dia Sagwa dengan harapan Sagwa dapat menulis dengan buntutnya.  Hingga kini, saya masih memelihara Sagwa dan Sagwa akan berumur 9 tahun pada 16 November nanti.  Disaat kelas dua juga, saya berpindah rumah ke rumah eyang saya yang berlokasi di Kompleks Kostrad.
Kucing peliharaan saya, Sagwa
                Kelas 4 merupakan masa yang berat cukup saya, seluruh pelajaran sudah mulai susah dan sukar untuk dipahami.  Setelah setahun, akhiirnya saya naik ke kelas 5A.  Bisa dibilang kelas 5 ini merupakan kelas yang paling berkesan selama masa SD.  Kelas saya ini bernama heroes, kelas ini sering terjadi konflik antar anak-anaknya dan yang tidak terlupakan adalah saat saya tertangkap saat memberi contekan. Waktu itu, teman saya ada yang tidak bisa mengerjakan soal, oleh karena itu saya kasih dia jawabannya akan tetapi salah satu teman saya ada yang mengadukan saya ke guru dan pada akhirnya saya diceramahi panjang lebar.
                Dikarenakan pakde saya yang berlokasi di Bintaro, eyang saya akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya dan kami semua pindah ke daerah Bintaro.  Saat kelas 5 ini, saya diperbolehkan untuk memelihara seekor anjing Shih Tzu yang bernama Shiro, akan tetapi, karena kucing saya tidak menyukai Shiro akhirnya Shiro harus tinggal di rumah eyang saya. 
Anjing peliharaan saya, Shiro
                Kelas 6 merupakan saat yang paling serius karena akan lulus dari SD.  Apalagi, saat angkatan 2008 terdapat UASBN. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang membebani kami.  Kelas 6 cukup menyenangkan, setiap pulang sekolah atau try out, kami akan selalu menyempatkan waktu untuk bermain petak umpet ataupun benteng.  Di akhir tahun, kami melakukan wisuda di SMA Bakti Mulya 400 dan melakukan perpisahan angkatan 18 di Desa Gumati.
Eighteeners saat perpisahan
MASA SMP
                Saat menentukan SMP, saya langsung memilih untuk masuk SMP Labschool Kebayoran karena permintaan Alm. Kakek saya saat saya masih kecil.  Akan tetapi, saya juga melakukan tes di SMP Bakti Mulya 400.  Saat itu, saya diterima di SMP Bakti Mulya 400 dengan peringkat yang baik, akan tetapi, saya lebih memilih untuk masuk SMP Labschool Kebayoran.
                Tahun pertama yang jauh berbeda dari SD.  Saat masuk SMP, saya harus mengikuti Masa Orientasi Siswa yang disebut Labs Fresh School Day.  Saat itu, rambut kami harus dikuncir dan dipita enam, membuat nametag yang sulit, dan membuat tas serut.  Setelah 5 hari, akhirnya saya dapat memasuki kelas 7C.  Kelas ini mempunyai nama panggilan Ra7Chet, yaitu robot di transformers.  Bersama kelas ini, saya melakukan banyak kegiatan seperti studi lapangan (AKTUAL) yang berada di Pasir Mukti, melakukan bakti sosial Showing Sympathy for Needy, menghias stand ACEX, dan melakukan lomba islami AKSI.
                Kegiatan yang dilakukan dengan kakak OSIS MPK adalah rangkaian Kaderisasi Siswa Mandiri. Rangkaian kegiatan bermula dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa., kegiatan yang dilakukan adalah materi dan PBB.  Lalu, karena saya berminat untuk menjadi pengurus OSIS, saya melanjutkan ke tahap orientasi atau tes masuk. Tes yang dilakukan cukup beragam mulai dari agama, presentasi, bakat, dan fisik.  Alhamdulillah, saat itu saya lolos menjadi pengurus OSIS.  Pada tanggal 17 Agustus 2009, saya dilantik sebagai Koordinator Dana Usaha.  OSIS/MPK angkatan 8 bernama Hasthaprawira Satya Mahadhika.
                Tahun kedua SMP telah dimulai.  Saya memasuki kelas 8B, kelas ini bernama Face8Book. Pada tahun kedua ini, saya sangat senang karena saya sudah mulai mengenali beberapa muka teman – teman saya.  Banyak kegiatan yang dilakukan saat kelas 8 yaitu ACEX, EXASKY, BIMENSI, dan LBJ.  Pada saat itu, saya bersama teman – teman saya mengikuti program pertukaran budaya ke Jepang.  Kami berangkat pada tanggal 25 Oktober 2009 dan mendarat di Nagoya, setelah itu kami bersekolah dan tampil di Numazu, dan kami ke KBRI di Tokyo. Hal yang paling tidak terlupakan tentu saja saat di Tokyo, saat itu kami mengunjungi Tokyo Tower, KBRI, dan ke DisneyLand. Kegiatan lainnya adalah Bina Mental Siswa (BIMENSI)  saat kegiatan ini mental kami ditempa oleh para Polisi di SPN Lido.  Banyak kegiatan dilakukan yaitu rafting, flying fox, jelajah alam, dan caraka malam.  Saat itu saya adalah kelompok 4 dan kelompok saya adalah KOMODO. Bimensi dilaksanakan selama 4 hari, kami berangkat dan pulang menggunakan tronton.  Disaat kelas 8, kami harus membuat sebuah pertunjukan kelas yaitu EXASKY.  Saat itu, tema kami adalah detektif dan saya berperan sebagai penjaga tirai.  Selain itu, saat lari pagi kelas 8 terakhir kami bertema sebagai Superhero.
Bimensi IX

Lintas Budaya Jepang III

            Tahun terakhir di SMP akhirnya dimulai, saya memasuki kelas 9B yang bernama Montene9Bro.  Saat kelas 9, kami cenderung serius belajar karena berusaha untuk lulus dengan nilai terbaik.  Lalu, saat tanggal 9 Agustus 2010, OSIS MPK kami berpindah jabatan ke angkatan bawah.  Selain dalam hal akademis, kami harus menguru photoshoot kami dan lari pagi terakhir kami.  Kelas saya mendapatkan tema Eropa.  Lalu, saat kelas sembilan, pada akhirnya angkatan kami memiliki nama yaitu Scavolendra Talvoreight.  Pada bulan januari, kami berangkat untuk melakukan TO UAN di Alfa Resort kegiatan TO UAN sangatlah menyenangkan.  Pada akhirnya, kami harus menentukan untuk melanjutkan SMA di mana.  Saat itu merupakan saat yang paling bimbang untuk saya, sempat terpikir untuk masuk Taruna Nusantara, SMAN28, SMAN78, ataupun SMAN47.  Akan tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk tes di SMA Labschool Kebayoran dan SMAN28.  Alhamdulillah saat itu, saya diterima tes di SMA Labschool Kebayoran dan dengan segala pertimbangan saya memutuskan untuk memasuki SMA Labschool Kebayoran. 
Bersama Naryn & Alissa saat turun jabatan
Bersama Scavolendra Talvoreight
                Sebelum meninggalkan SMP  Labschool Kebayoran, kami melaksanakan perpisahan atau yang disebut Celebration Day.  Kami melihat penampilan dari teman – teman, berfoto bersama, dan bersenang – senang.  Setelah pengumuman pada tanggal 4 Juni 2011, kami melaksanakan wisuda.  Wisuda kami cukup membuat terharu karena kami harus meninggalkan SMP ini. 

MASA SMA
                Memasuki SMA Labschool Kebayoran tentulah bukan hal asing untuk sebagian dari kami, terutama karena SMP dan SMA terletak di gedung yang sama.  Saat pertama kali memasuki SMA, tentu saja kami harus mengikuti masa orientasi siswa kami harus membuat nametag yang cukup sulit.
                Tahun pertama saya di SMA, saya memasuki kelas XC. Kelas yang dapat dibilang cukup ramai dengan 39 siswa, akan tetapi salah satu teman kami Seno harus pindah dan meneruskan sekolah di luar negeri.  Kegiatan khas SMA Labschool Kebayoran adalah Trip Observasi.  Sebelum melakukan Trip Observasi, kami harus mengikuti Pra-TO.  Disaat Pra-TO fisik dan mental kami dibina untuk mempersiapkan kedisiplinan kami saat di Parakan Ceuri.  5 hari saya bersama – sama dengan kelompok 16, kami dimentori oleh Kak Dinda dan Kak Garina.  Saat disana, kami membantu pekerjaan rumah orang tua kami disana dan pada hari ke-4 kami melakukan penjelajahan.  Saat, penjelajahan, kami harus melewati beraneka pos.
                Saat kelas 10 sampai dengan sekarang, saya mulai mengikuti komunitas perkusi yaitu LAMURU kami melakukan berbagai performance bersama-sama.  Pada bulan Januari, kami melakukan Study Tour ke Bandung selama dua hari.  Pada bulan April, kami mengikuti Bina Mental Siswa (BINTAMA) di Kopassus Grup-1 Serang.  Saat itu, kompi saya dibina oleh Pelatih Ribut.  Bermacam kegiatan dilakukan, seperti Jurit Malam, Outbound, Team Building, berkegiatan di hutan, PBB, Bela Diri, Lempar Pisau, dan lainnya.  Pada hari ketiga, saya  sempat kembali ke Jakarta sebentar untuk mengikuti OSN Astronomi di SMAN 8, akan tetapi sayangnya saya tidak fokus untuk mengerjakan soal. Akhirnya setelah 6 hari, kami kembali ke Jakarta.  Saat kelas 10, XC sering mendapat teguran dari guru, kami sering berisik dan tidak memperhatikan akan tetapi kelas kami sangat kompak.  Di akhir – akhir tahun ajaran, kami sering membawa NintendoDS untuk bertanding mario kart bersama.
                Kemerosotan nilai sangat terasa di SMA.  Saat kelas 10, saya sangat tidak menyukai mata pelajaran IPA karena merasa hal tersebut tidak berhubungan dengan jurusan Akuntansi yang akan saya ambil saat kuliah, akan tetapi hal tersebut justru membuat nilai saya semakin parah.  Pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil jurusan IPS.

Bersama teman XC bermain Nintendo DS


Perpisahan XC di Jambuluwuk

Bersama Parusa Seno sebelum pindah



Bersama Kelompok 16 Trip Observasi


LAMURU

Dasa Eka Cakra Bhayangkara
  
      Tahun kedua di SMA dimulai, saya memasuki kelas baru yaitu XI IPS 1.  Segalanya berbeda, mulai dari kelas yang dahulu ramai sekarang menjadi hanya 28 anak dan mata pelajaran yang menjadi sangat sedikit.  Di saat kelas XI, semua sudah mulai memikirkan untuk perguruan tinggi.  Begitu pula dengan saya, saya berharap bahwa saya dapat memasuki sekolah impian saya pada akhirnya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan dapat membahagiakan orang tua saya.  Dan semoga saja kisah saya di SMA ini akan berlanjut dan berakhir dengan indah di kelas XII nanti.

1 komentar:

  1. Semoga saja kisah saya di SMA ini akan berlanjut dan berakhir indah....

    Inilah kekuatan sebuah autobiografi, sanggup merekam doa yang ada di relung hati dan tak terobservasi.

    Tak ada kalimat yang lebih indah kecuali saya dan guru-guru lain mengamininya.

    BalasHapus