Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Athira Presialia

15 Tahun Penuh Warna dan Makna

       Rabu, 25 September 1996, merupakan hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi orangtua dan keluarga saya. Malam itu, tepatnya pukul 20.04 di Rumah Sakit Pondok Indah, lahirlah seorang bayi perempuan yang sehat dengan berat 3,6 kg dan panjang 50 cm dari pasangan Ananto Prasetio dan Tersia Hanumsari, yang kemudian diberi nama Athira Presialia.

       'Athira' berasal dari bahasa Arab yang berarti harum. Kata Ibu saya, maksudnya harum adalah mengharumkan nama baik. Presialia berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu precious yang berarti berharga. Jadi, Athira Presialia berarti anak yang dapat mengharumkan nama baik yang berharga.
          
Saat baru lahir
MASA BATITA
       Setelah saya lahir, saya dan keluarga pun tinggal di rumah nenek dari keluarga ibu saya. Sebagai anak sulung dan merupakan cucu yang pertama dari keluarga ibu saya, saya mendapatkan cukup banyak perhatian dari anggota keluarga.
       Saat masih balita, saya merupakan anak yang susah makan. Ibu saya berkata, “ Dulu, Kakak tuh susaaaah banget makannya. Kadang maunya makan pake centong nasi, terus kalau makan diemut pula”. Saya pun ingat, waktu kecil jika saya tidak mau makan, makanan saya pun diblender agar saya mudah memakannya. Selain itu, waktu balita saya memiliki kebiasaan unik., yaitu saya harus memakan snack kentang Pringles dahulu, baru saya mau minum susu. Dan kebiasaan unik itu pun berlanjut sampai saya umur 5 tahun. Kebiasaan aneh lainnya adalah dulu, kalau saya tidak bisa tidur, saya pasti merengek untuk diajak papa berkeliling-keliling dengan menggunakan mobil. Kalau berkeliling nya sudah puas, baru saya bisa tertidur pulas. Ketika saya berusia sekitar 8 bulan, saya sudah mulai bisa bicara walaupun hanya beberapa kata. Kata pertama yang bisa saya sebutkan adalah “mama”. Mama pernah bertanya, “Kenapa sih Kakak dulu kalau ngomong awalan katanya pasti huruf ‘T’. Mobil jadi tobil, kakung jadi tatung..” dan sampai sekarang saya pun geli bila saya diceritakan kejadian itu.  Pada usia sekitar 11 bulan, saya pun sudah mulai bisa berjalan.
Makan dengan menggunakan centong nasi
       Pada usia sekitar 1 tahun menuju 2 tahun, saya dan orangtua saya pindah rumah dari rumah kakek dan nenek saya ke rumah saya yang sekarang di daerah Pondok Indah. Lalu, ketika saya berusia 2 tahun 7 bulan, ibu saya mendaftarkan saya ke kelompok bermain di dekat rumah, yaitu KB Bakti Mulya 400. Pada pertengahan tahun 1999, yaitu bulan Juli, nenek dari ayah saya meninggal karena sakit. Karena pada saat itu saya masih kecil, jadi saya masih belum terlalu mengerti apa-apa. Ketika saya berumur 3 tahun 2 bulan, tepatnya tanggal 21 November 1999, Mama melahirkan adik saya yang bernama Mahira Aviandiva. Saya merasa senang, karena saya memiliki teman untuk bermain bersama di rumah.
Merayakan ulang tahun yang pertama

Foto bersama kado saat ulang tahun yang ke-3 :)

Bersama Mahira

MASA TK
       Setelah menjalani 1 tahun di KB, saya melanjutkan sekolah di TK yang sama yaitu TK Bakti Mulya 400. Banyak teman-teman dari KB yang melanjutkan sekolah juga di sana. Sewaktu saya KB dan TK, saya tidak mau ditinggal oleh ibu saya. Saya selalu menangis bila ditinggal ibu saya pulang, sehingga sewaktu saya TK, mbak saya yang bernama Mbak Mami selalu menunggu saya di sekolah.
       Ketika TK A,  saya masuk ke kelas A3. Saya ingat sekali, dulu ada guru yang membuat saya sangat takut, sampai-sampai saya takut untuk meminta izin ke kamar mandi. Hasilnya, saya pun mengompol di kelas. Saya pun sangatlah malu dan langsung pulang ke rumah. Waktu TK A pula, saya sangat senang dengan pelajaran olahraga. Ketika itu, pelajaran olahraganya adalah bermain sepak bola. Sebenarnya, itu hanya untuk yang laki-laki, namun saya memutuskan untuk ikut. Sewaktu saya bermain sepak bola, ada seorang teman yang mengikuti gaya salah satu kartun TV Captain Tsubasa, dan dia melakukan sliding tackle hingga saya terjatuh. Tangan kiri saya pun retak selama 2 minggu, dan sejak saat itu saya jera bila mengikuti pelajaran olahraga. 1 tahun kemudian, saya naik kelas ke TK B. Saya pun masuk di kelas B4. Di kelas ini, saya sangatlah senang karena saya hampir mengenal semua teman-teman saya dari TK A. Di TK B ini, saya mengikuti banyak kegiatan, seperti tampil di acara pentas seni, dll. Sekitar tahun 2000, saya pun lulus dari TK dan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar.
Persiapan pensi kelas TK A (saya ketiga dari kiri)
Bersama teman-teman TK (saya di belakang, ke-2 dari kanan)

MASA SD
       Saya melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar ke sekolah yang sama pula, yaitu SD Bakti Mulya 400.  Di SD, saya merasa senang, karena banyak teman-teman dari TK BM 400 yang masuk ke SD yang sama. Di SD ini, saya mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti contohnya mengikuti pensi, ekskul, lomba-lomba, dll.  Mama juga mendaftarkan saya ke berbagai kursus, seperti kursus bahasa Inggris, sempoa, dan piano.
Saya saat konser piano


Merayakan ulang tahun ke-6 di Wendy's

Juara 1 Lomba Pramuka (saya ke-2 dari kiri)

       Di tahun kedua SD,suatu peristiwa terjadi, yaitu saat saya sedang mengikuti karyawisata ke TMII. Saat makan siang, saya dan beberapa teman sedang bermain di tangga, dan tidak sengaja saya tersandung tangan dan kaki teman saya. Saya pun terjatuh dan kepala saya terhantam tangga. Awalnya saya kira tidak terjadi apa-apa, tetapi ternyata pelipis saya robek dan berdarah, sehingga perlu dijahit. Saat kelas 5, saya sempat terkena penyakit DBD selama  3 minggu, tetapi karena dukungan teman-teman saya pun bisa mengejar pelajaran.  Di kelas 5 ini pula, Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengikuti OSN mata pelajaran IPA, dan Alhamdulillah saya bisa mencapai tingkat kotamadya. Kelas 6 pun tiba, dan saya dan teman-teman merasa sangat deg-degan, karena angkatan saya adalah angkatan pertama yang akan melaksanakan UASBN.  Tetapi Alhamdulillah, angkatan 18 Eighteeners berhasil lulus 100%. Kegiatan-kegiatan seperti foto untuk buku kenangan, pelatihan pumping, dan tentu saja yang terakhir perpisahan angkatan di desa Gumati, merupakan kegiatan yang sangat saya rindukan.
Bersama kelas 6C
 
MASA SMP
       Sejak berada di SD, saya ingin sekali untuk melanjutkan SMP di SMP Labschool Kebayoran, dan Alhamdulillah dengan segala kerja keras dan berdoa akhirnya saya bisa diterima dan bersekolah di sana.
        Tahun pertama saat awal masuk, kami mengikuti kegiatan Pra-MOS atau Pra-Labs Fresh School Day (LFSD).  Setelah itu, kami yang baru kelas 7 mengikuti MOS atau Labs Fresh School Day selama 5 hari bersama kakak-kakak OSIS/MPK dan guru. Di kelas 7, saya masuk ke kelas 7C yang kemudian diberi nama ra7Chet. Ternyata, kegiatan di SMP sangatlah banyak dan sangat berbeda dengan SD. Kegiatan-kegiatan yang saya lalui saat kelas 7 antara lain KALAM atau pesantren ramadhan, AKTUAL, ACEX, dll. Karena kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, saya pun tertarik untuk menjadi pengurus OSIS. Saya pun mengikuti rangkaian-rangkaian kegiatan lain seperti LDKS, Orientasi, pra-OL, dan OL, dan Alhamdulillah saya terpilih menjadi calon pengurus OSIS.
Bersama Karge, Anty, Puput, Adel, Miranda, dan adiknya Kidung
       Tahun kedua, saya masuk ke kelas e8uDdy. Senang sekali rasanya berada di kelas yang baru dengan teman-teman yang baru pula. Tanggal 17 Agustus 2009, saya dan teman-teman yang tadinya capsis mengikuti LALINJU dan dilantik menjadi OSIS dengan nama Hasthaprawira Satya Mahadhika, dan saya menjabat sebagai sekretaris 1 OSIS. Masa-masa kelas 8 adalah masa-masa yang sangat menyenangkan dan seru bagi saya dan teman-teman, karena di tahun kedua ini kami menjadi tambah dekat dan tambah solid tentunya. Tetapi karena seringnya saya main, di tahun ini nilai saya sempat turun juga, namun akhirnya saya bisa mengurangi main dan meningkatkan kembali nilai yang turun. Saat kelas 8 juga banyak kegiatan yang dilakukan, antara lain EXASKY, BIMENSI, juga saya mengikuti Lintas Budaya ke Jepang.

Divan, Saya, Naryn, dan Cantya saat LBJ

Bersama teman-teman 8D
LALINJU 2010 bersama Dindol dan Kalista
8D pergi ke Dufan
 
       Tahun terakhir di SMP, saya masuk ke kelas 9C dengan nama van9Couver. Di tahun terakhir ini, kami seangkatan sudah memiliki nama yaitu Scavolendra Talvoreight. Masa-masa kelas 9 merupakan masa yang seru, namun juga lelah, karena kami seangkatan harus belajar dengan giat. Kami mendapat pendalaman materi yang disebut Paket. Sebelum paket, biasanya saya dan teman-teman sekelas suka jajan makanan dahulu, sehingga kadang telat datang ke paket. Tapi itu sangatlah seru dan saya sangatlah kangen dengan masa-masa itu. Bulan Januari, kami mengikuti kegiatan TO UAN di Alfa Resort, Puncak. Tiba saatnya memilih SMA, tadinya saya ingin mencoba untuk tes di SMA negeri, akan tetapi saya lebih mantap untuk masuk ke SMA Labschool Kebayoran dan Alhamdulillah saya bisa masuk kesana dengan menggunakan Jalur Khusus. Waktupun berlalu, hingga akhirnya masa-masa ujian pun tiba. Alhamdulillah saya mendapatkan hasil NEM dan nilai-nilai saya dengan baik, dan SVR lulus 100%. Setelah ujian, SVR mengadakan farewell party di Crowne Plaza Hotel. Acara setelah itu adalah mengadakan acara REFLEKSI bersama van9Couver ke Anyer selama 2 hari 1 malam. Intinya, masa-masa SMP merupakan salah satu masa yang terindah dalam hidup saya.
 
Lari pagi terakhir, saya menjadi Elvis Presley :)
Refleksi ke Anyer bersama van9Couver!
 
MASA SMA
       Tibalah masa SMA, saya sudah tidak terlalu asing dengan teman-teman karena banyak teman-teman SVR yang ada di sini, tetapi juga banyak teman-teman lain yang baru. Di SMA, saya masuk ke angkatan 11. Pertama kami mengikuti acara MOS. Setelah MOS selama 3 hari, kami jadi tahu kegiatan-kegiatan yang ada SMA. Tahun pertama saya masuk ke XB. Anak-anak XB sudah tidak asing bagi saya, karena sebagian dari mereka merupakan teman dari kelompok MOS saya. Setelah MOS, kegiatan selanjutnya adalah PILAR atau pesantren, yang diadakan di sekolah selama 3 hari 2 malam. Karena ada PILAR, kami jadi makin mengenal satu sama lain. Di bulan Oktober ada sebuah kegiatan yaitu Trip Observasi atau TO. Sebelum TO, ada kegiatan pra-TO, yang diisi dengan membuat nametag, tongkat, dan persiapan-persiapan sebelum TO.Di pra-TO ini angkatan kami juga sudah memiliki nama yaitu Dasa Eka Cakra Bayangkara yang disingkat Dasecakra. Kami melaksanakan TO di kampung Parakan Ceuri, Purwakarta. Saya sekelompok dengan Vito, Zaki, Ega, Ozzy, Ninis, Oya, dan Ozsa di kelompok 10 Bolelebo. Di TO kami mengenal tentang alam, sosial, juga melakukan kegiatan yang seru seperti penjelajahan.
Penjelajahan saat TO

Bulan Januari, kami melaksanakan Study Tour ke Bandung. Kami mengunjungi Museum Geologi, PINDAD, PUDAK, dll. Kegiatan lain yaitu BINTAMA, menginap di KOPASSUS selama 6 hari. Awalnya saya merasa malas mengikuti kegiatan ini, namun ternyata kegiatan ini cukup seru walaupun melelahkan. Terakhir, ada LAPINSI untuk yang ingin menjadi calon pengurus OSIS, lalu ada TPO. Alhamdulillah saya bisa lulus seleksi dan sekarang ini menjadi calon pengurus OSIS Sekarang, saya duduk di kelas XI IPA 3. Kelas ini sangatlah seru dan asyik, namun kelas 11 juga merupakan kelas yang berat, karena banyaknya kegiatan, tapi juga dengan pelajaran yang banyak.

Study Tour ke Bandung
Bersama Syahla dan Farah (saya di tengah)
 
       Di masa depan, saya ingin dapat masuk ke universitas yang diinginkan dan mewujudkan cita-cita saya . Dan tentunya, saya ingin menjadi orang yang sukses, selalu dapat membahagiakan kedua orangtua, dan menjadi orang yang berguna untuk keluarga, dan juga kepada bangsa ini. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar