Selasa, 14 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Ariane Putri Dewanto

"16 tahun memijakkan telapak kaki di bumi dengan berbagai lika-liku alur yang memberikan warna kehidupan."

  5 Minggu di kandungan Mama.
11 Minggu di Kandungan Mama.

Pada saat hari Minggu, 7 Januari 1996 tepat pukul 8 pagi di RS Asih, dengan bantuan sang dokter yang selalu siap sedia, Dr. Karno Suprapto, lahirlah seorang bayi perempuan berkulit putih dan cantik bermata kecil dan berjari mungil di pangkuan ibunda Nurwanti dan ayahanda Dewanto Purnacandra. Bayi itu adalah bayi pertama untuk pasangan orangtua tersebut, bayi yang ditunggu-tunggu karena bayi itu adalah cucu pertama dari nenek dan kakek dari ibunda Nurwanti, bayi itu diberi nama Ariane Putri Dewanto. Bayi itu adalah saya yang dengan akrab biasa dipanggil Anne. Nama "Ariane" merupakan pemberian nama yang sangat diteliti dengan cermat oleh ayahanda, karena Ariane merupakan nama sebuah roket milik para warga Eropa yang pernah meluncur dari Pusat Ruang Guyanais di Kourou, Guyana Perancis oleh Arianespace. Dengan heran, saya pun pernah bertanya kepada Papa saya, mengapa ia memberikan nama sebuah roket luar angkasa untuk nama saya, nama yang selamanya akan tertera dimana pun, mulai dari akte kelahiran hingga badge name di seragam saya. Sambil tertawa dan tersenyum Papa menjawab, "Kamu kan anak pertama Papa, perempuan lagi, Papa tau pasti bakalan sulit buat kamu untuk membimbing adik-adiknya kelak nanti kamu akan punya adik. Kamu harus bisa memimpin adik-adik nanti kalau Mama dan Papa udah nggak sanggup membimbing kalian. Kamu harus bisa meluncur seperti roket, maksudnya.. ya kamu ngerti sendirilah." begitu jawabannya, saya pun sampai sekarang bangga dengan nama saya sendiri. Sedangkan "Putri" bermakna anak perempuan. Dan untuk "Dewanto", tidak perlu ditanyalah yah, itu nama Papa saya. 

 Ketika usia 3 minggu. 

Keesokan hari setelah kelahiran saya, Mama dan Papa sudah tidak sabar rasanya untuk membawa saya pulang ke rumah yang terletak di Bintaro. Namun, karena Mama belum berpengalaman mengurus bayi, kamipun akhirnya tinggal sementara di rumah nenek dari Mama atau biasanya dengan akrab saya panggil “Ibu”, begitu juga dengan kakek dari Mama dengan akrab saya panggil “Bapak”. Rumahnya terletak di bilangan kawasan Pasar Jum’at, Lebak Bulus. Mama masih dalam waktu cuti kerjanya, sedangkan Papa sudah harus kembali bekerja lagi di sebuah bank ternama di Jakarta. “Sejak kecil, kamu itu selalu nggak bisa diem. Kerjaan sehari-hari selalu ngaji di TPA, nyanyi pakai mic warna pink kesayangan atau jalan-jalan ke pasar sama Ibu..Tapi tetep bisa membawa suasana yang riang dan gembira deh.. Selalu.” itu yang selalu Ibu katakan kepada saya. Ketika umurku 1 bulan, tiba-tiba Eyangkung meninggal dunia karena terkena penyakit jantung. Padahal, aku sampai sekarang belum pernah bertemu dengannya secara langsung, mungkin pada saat aku akekah tetapi waktu itu aku masih bayi jadi tidak tahu apa-apa. 
Bapak (kakek dari mama), Mama, dan Papa. 
Tiga dari sekian orang-orang paling penting dalam perjalanan hidup saya


Sewaktu akekah, aku digendong sama Ibu lalu rambutku digunting sama Alm. Eyangkung :)

Digendong sama pahlawanku yang dirangkul sama presiden di rumahku. 
MASA BALITA

Ketika umur 6 minggu hingga 4 bulan, Mama pun akhirnya jadi sering izin kerja karena ingin sekali di rumah bermain bersama saya. Hal yang paling saya gemari adalah dimandiin Mama, karena sehabis mandi pasti dikasih bedak dan baby cologne  yang wanginya sangat enak selain mandi, saya paling senang disuapin pisang sama Mama karena saya suka sekali buah pisang. Pada saat ulangtahun yang pertama, Mama, Papa dan Mbak Ti (mbak yang mengurus saya dari bayi hingga SD) saja yang merayakan di rumah dengan kue tart yang dihiasi buah pisang dan jeruk.

Disuapin pisang sama mama :D


Merayakan ulangtahun yang ke-2 <:-P

Semasa balita, ketika usia 14 bulan saya sudah bisa berjalan dengan lancar walaupun untuk berbicara masih agak terbata-bata. Mama harus kembali bekerja sehingga saya selalu dititipkan di rumah Ibu. Setiap harinya, kegiatan yang saya lakukan hanyalah bermain, bermain, dan bermain. Dari kecil hingga sekarang makanan dan minuman kesukaan saya adalah buah pisang dan jus wortel. Tak lebih hanya bermain, saya juga sering ikut Ibu ke arisan atau pengajian yang ia hadiri.

Lagi di atas kapal di Anyer sama Alm. Eyangti dan Papa

Gak sadar kamera ceritanya hahaha

Di pertengahan tahun 1998, Mama saya hamil adik saya yang paling pertama dan kabarnya adik saya adalah perempuan. Perasaan senang dan sedih tercampur aduk, senang karena punya adik baru apalagi perempuan dan ada teman main di rumah jadinya selain itu saya juga sedih karena pasti perhatian yang dulu sepenuhnya teralihkan hanya kepada saya terbagi juga ke adik saya, atau mungkin saya akan dapat perhatian yang lebih sedikit karena sudah mulai besar.


Foto keluarganya masih ber-3 :p


Ketika Kelompok Bermain
(Aku yang paling kanan)

Tahun berikutnya saya dimasukan ke sebuah Kelompok Bermain yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah Ibu, di kawasan Kemang yaitu Kepompong. Disana sangat seru dan mainannya sangat banyak. Banyak teman-teman saya yang bersekolah disitu juga sampai sekarang masih kenal bahkan bermain dengan saya.

Ketika merayakan ulangtahun yang ke-3 di rumah Ibu (nene dari Mama)
Senang sekali dapat kado Lasy dari Papa :)

Nah, sepertinya secara tiga tahun berturut-turut saya merayakan ulangtahun saya di rumah Ibu. Namun kali ini suasananya jauh berbeda, Om Ato sudah membawa pacarnya, Tante Lita yang sekarang menjadi istrinya tetapi Om Nunu masih single, Mama juga sudah hamil hampir 9 bulan dan sepertinya adik perempuan saya ini akan lahir di bulan Januari juga sama seperti saya. Kali ini, kue ulangtahun saya semakin besar dan berisi tumpukan donat-donat dan hadiahnya semakin banyak. Papa membelikan mainan Lasy yang selalu saya rengek-rengekan ketika ke Mall.  Hadiah yang paling saya ingat adalah saya diberikan boneka Powerpuff Girls dan gaun berwarna pink. Maka dari itu, saya cinta warna pink dan suka menonton kartun Powerpuff Girls. Tepat tanggal 22 Januari 1999, lahirlah adik perempuan saya yang bernama Shanisa Rahmaputri Dewanto atau dengan akrab dipanggil Sheniz, perbedaan usia kami tidak begitu jauh yaitu sekitar 3 tahun.

Menggendong Sheniz waktu bayi hehehe

MASA TK
Hari pertama masuk TK Albin bersama adik yang juga hari pertama masuk KB An-Nisaa'

Di depan Istana Bogor sama Sheniz & Papa

Setelah bermain Drama pada saat TK-B

Tahun berikutnya, saya dimasukkan ke sebuah Taman Kanak-Kanak yang letaknya tidak begitu jauh dengan rumah saya di Bintaro, yaitu di TK Al-Azhar Bintaro 17. Sama halnya seperti ketika di Kepompong, sampai sekarang saya masih kenal dan bermain dengan teman-teman TK saya. Ketika TKA Mama memasukan saya ke berbagai kursus, mulai dari Ballet, Kumon, Piano hingga les berenang. Sungguh lelah namun menyenangkan.  Mama pernah bilang, “Mama tuh senang sekali ngeliat anak Mama nari-nari di atas kasur, nyanyi-nyanyi pake microphone sampai Mbak Ti malah manggang piring bukannya kue. Jadinya, Mama kepengen nyalurin bakat-bakat kamu itu, Kak.” 

Sejak saya TK A, saya sudah dimasukin sama Mama ke kursus kumon, lalu pada saat saya naik kelas 3 SD, saya berhenti kumon gara-gara jadwalnya terlalu padat. Pada saat TKB saya masuk kursus bahasa inggris di ILP Bintaro dan sampai sekarang saya sudah lulus hingga level terakhir. Ketika usia 7 tahun saya ikut les biola sekaligus piano di Yamaha dan akhirnya saya keluar dan ikut tes masuk kursus di Yayasan Pendidikan Musik di Bintaro, Sektor 2 dan Alhamdulillah hingga tahun 2012 ini saya telah lulus tingkat dasar yaitu dengan tingkat terakhir tingkat 6. Sebuah apresiasi yang tinggi saya berikan kepada diri saya karena sudah bisa melawan keegoisan saya. Sayangnya, ketika naik kelas ke kelas 3, saya berhenti Ballet karena tidak ada yang bisa mengantar karena Namarina letaknya kejauhan dari rumah saya lalu saya juga dulu les Global Art, Sakamoto dan juga les renang namun karena jadwal waktu SD terlalu padat satu per satu saya berhenti lesnya. Di sekitar tahun 2000, saya akhirnya lulus dari TK Al-Azhar Bintaro 17 dan melanjutkan jenjang pendidikan saya ke SD.

 Merayakan ultah yang ke-5 di sekolah! :D

MASA SD

Pekan Budaya Nusantara SD An-Nisaa', kelas 1D temanya Bali.
ka-ki: Tasya, Darin, Farah, Anne, Kevina, Billah, Muhammad.

Tahun pertama di SD, saya melanjutkan pendidikan saya di SD Al-Azhar Bintaro yang letaknya tidak jauh dengan gedung TK. Di tahun yang sama Sheniz juga masuk ke sekolah jenjang Kelompok Bermain di KB An-Nisaa’ di Pondok Aren. Dari kecil saya memang terlalu ambisius orangnya sampai-sampai demi mendapatkan nilai 10 saya membiarkan tulisan saya yang seperti ceker ayam. Karena di SD waktu itu, kalau yang pertama kali selesai akan dapat nilai 10 kalau benar semua jawabannya sih, kalau salah juga tidak dapat 10. Di akhir tahun tepatnya 3 Desember 2001, Mama melahirkan adik saya yang kembar laki-laki dan diberi nama Muhammad Farhan Dewanto dan Muhammad Fathan Dewanto. Namun, Allah memiliki rencana lain adik Fathan dipanggil setelah  1 jam kelahirannya karena jantungnya tidak berfungsi dengan baik. Hingga sekarang, adik Farhan atau akrab dengan sapaan Hans, Alhamdulillah senantiasa sehat dan baik-baik saja. Tiba-tiba secara mendadak, saya disuruh ikut tes masuk SD di An-Nisaa’ oleh kedua orang tua saya dan akhirnya saya keterima dan masuk ke SD An-Nisaa’ ketika kelas 1 di semester 2. Saya masuk ke kelas 1D. Banyak sekali cerita lucu yang setiap reuni atau ketemu temen SD tidak terlupakan. Dulu saya paling takut yang namanya koprol, dan saya sering kabur pelajaran olahraga. Suatu ketika saya bertanya kepada diri saya, “Kenapa takut sih nne? Lagian kalau nanti kenapa-kenapa bakalan sembuh lagi kan.. Coba deh, kan asyik muter-muter di matras gitu. Masa nari ballet aja nggak takut, koprol malah takut?” Ya, begitulah bunyinya. Saya akhirnya memberanikan diri dan mencoba koprol. Apa hasilnya? Saya mendapatkan nilai olahraga tertinggi di kelas! Sekarangpun saya paling senang kalau materi olahraga yang menggunakan matras.

Kelas 2, kelas 3, Kelas 4 pun berjalan dengan lancar walaupun ada hambatan-hambatan. Kelasnya semakin seru dan lantainya semakin tinggi karena sudah level atas. Di kelas 5, saya memiliki sebuah geng gitu, bukan ‘geng’ juga sih.. tapi semacam teman-teman terdekat saya seperti Tasya, Lira, Thaya dan Farah. Sampai sekarang masih suka ngobrol dan ketemuan. Lalu naik kelas 6, disitulah dimana saya dan teman-teman seangkatan harus menghadapi yang namanya Ujian Akhir Nasional. Pokoknya, setelah UAN, UAS dan Ujian Praktek selesai, itu adalah masa-masa yang paling ngangenin yaitu foto-foto untuk buku tahunan, gabut di sekolah dan memakai pakaian bebas dan bermain sama teman-teman. Dan yang paling seru adalah perpisahannya, apalagi api unggunnya.


Bersama 2 dari banyak sahabat dari SD saya
ki-ka: Calista, Anne, Alyssa

MASA SMP


Bersama cewe-cewe Green Lan7Ern

Saya melanjutkan jenjang pendidikan saya di SMP Labschool Kebayoran. Rasanya berat sekali untuk bangun pagi dan berangkat pagi tidak seperti biasanya, dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman-teman baru. Labs Fresh School Day adalah sapaan akrab bagi MOS di SMP Labschool Kebayoran, kegiatan-kegiatan wajib lainnya seperti Pesantren Kilat, Bimensi, Lalinju bagi Capsis, dan lainnya telah kami jalani. Di awal kelas 7, saya masih merasa asing karena tidak terbiasa memasuki kelas yang jumlah muridnya hampir 40 ditambah lagi letaknya lumayan jauh dari rumah saya. Lama kelamaan pun saya terbiasa, ketika kelas 8 saya terpilih untuk menjadi pengurus OSIS di bidang Dokumentasi. Nama OSIS saya waktu itu adalah Hasthaprawira Satya Mahadhika. Masa-masa yang paling seru saat SMP adalah ketika memasuki kelas 8, ditambah lagi kelas saya sangat seru anak-anaknya dan memang benar-benar khas sekali orang-orangnya. Tetapi selama 3 tahun di SMP Labschool Kebayoran, saya merasa sangat senang karena angkatan saya yang dengan akrab dikenal dengan nama “Scavolendra Talvoreight” adalah teman-teman yang seru, membahagiakan dan memorable.

Sewaktu kelas 7, pulang bareng sama Dea ;)

 English Drama Day kelas 8E
ki-ka: Putri, Anne, Iko

Liburan ke negeri Singa bersama keluarga tercinta

Pada saat bulan Juli ketika liburan kenaikan kelas 9, saya mengikuti program homestay di Melbourne, Australia tepatnya di Williamstown High School. Host family saya adalah Paleologoudias family, mereka sangat baik dan welcome sekali. Sebelum homestay secara internasional, saya telah mengikuti student exchange di SMP 29, lalu mulai homestay di luar Jakarta yaitu tepatnya di Jambi di SMPN 1 Kota Jambi. Semua orang Jambi itu ramah-ramah pokoknya.

Ketika kelas 9, paling seru itu pada saat Paket Mata Pelajaran untuk UN, karena itu yang paling ngangenin seperti jajan dulu dan dimarahin gurunya karena suka datang telat lalu ketika memasuki tengah semester 2 semuanya serempak terhentak fokus belajar walaupun masih ada beberapa yang belum fokus namun pada saat menjelang UAN, semuanya pun benar-benar fokus kepada SMA tujuan masing-masing dan fokus untuk mendapatkan nilai yang bagus. Alhamdulillah, saya dan teman-teman seangkatan saya lulus 100% dengan nilai yang baik. Awalnya, saya ingin masuk ke beberapa SMA negeri ternama di Jakarta, namun alhasil saya keterima SMA Labschool Kebayoran terlebih dahulu. Daripada sayang, akhirnya saya melanjutkan jenjang pendidikan saya di sekolah tersebut.


Lari pagi terakhir kelas 9 jadi Wilma Flintstone sama Haura jadi Bawang Merah :-*

Farewell Night SMP
atas ke bawah ki-ka: Aliya, Iko, Ebha, Tikka, Cicha, Alsa, 
Nabil, Dindol, Haura, Biby, Anne, Kristin

MASA SMA

Untungnya saya masuk ke sekolah yang tidak asing lagi, jadi saya hanya perlu beradaptasi dengan tingkat yang lebih tinggi lagi karena telah memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas. Disini saya harus bisa menjadi seorang yang mandiri, disiplin, pandai mengorganisir uang, waktu dan lainnya. Seperti sekolah lainnya, saya juga menghadapi MOS, dan mendapatkan banyak teman baru, apalagi dengan menjadi murid di kelas XC kelas terseru yang pernah saya temui. Di akhir semester 1 kelas X, ada kabar duka dari keluarga Papa, Eyangti, ibunda dari Papa meninggal dunia karena sakit stroke. Semoga beliau tenang disana. 

3 dari sekian sahabat-sahabat saya :p
ki-ka: Anne, Tiara, Tikka, Putri

Lalu di SMA Labsky, kegiatan wajib lainnya adalah Pilar (semacam pesantren), Trip Observasi, Bintama, Lapinsi, dan yang akan mendatang adalah Lalinju. Katanya, masa SMA itu masa yang paling indah.. mari kita lihat saja nanti. Alhamdulillah saya masuk ke kelas IPA, tepatnya di kelas XI IPA 3 dan kelasnya asyik sekali dan Alhamdulillah juga, saya akan mengikuti lalinju tahun ini dengan status calon pengurus OSIS pada saat ini. 

Di liburan kenaikan kelas ini, saya Alhamdulillah berkesempatan untuk pergi ke Eropa tepatnya ke Spanyol, Monaco serta Italia untuk festival tari. Festivalnya diadakan di Lloret de Mar, daerah kecil yang berdekatan dengan pantai yang terletak di Barcelona, Spanyol. Dengan segala syukur, tim dari Indonesia mendapatkan "The Best Performance" dengan tarian Saman, Batak serta Piring.

Saya berharap untuk masa depan nanti, saya akan menjadi orang yang sukses, taat dan selalu sayang kepada kedua orangtua, dapat membahagiakan mereka kelak saat saya besar nanti, bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya yang belum terwujud dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.


Lari pagi terakhir kelas X
ki-ka: Biby, Sekar, Tikka, Anne, Galavia, Farah

Saat festival nari alias liburan ke Eropa
ki-ka: Fikry, Ziha, Naryn, Anne, Aza, Tikka 

Buka puasa bersama teman-teman.
ki-ka: Tara, Anne, Rani

1 komentar:

  1. Anne merasa terdapat tiga orang paling penting dalam membentuk perjalanan hidupnya. Kedua orang tua dan kakek dari pihak ibunya. Tidak disangsikan lagi tentang pentingnya kedua orang tua dalam membentuk perjalanan hidup seorang anak, tetapi kehadiran "kakek" ini sangat jarang menjadi sosok penting dalam perjalanan hidup seorang cucu.

    Kakek bagi kehidupan orang-orang Timur kadang memberi kontribusi yang lebih dibanding orang tua itu sendiri. Itulah mengapa anak pertama pada kultur Bali dinamai "putu" (berarti "cucu") atau "wayan" (wayan atau wayah berarti "cucu" juga). Sebuah bentuk bakti seorang anak yang memberi orang tuanya dengan "cucu-cucu" yang "lucu-lucu".

    BalasHapus