Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas 1-Autobiografi Andi Adelia Putri Sesaria

16 Tahun Warna Warni Hidup


Nama saya Andi Adelia Putri Sesaria, dan akrab dipanggil Adel. Saya lahir pada tanggal 23 November 1995 di Rumah Sakit Asih Jakarta sekitar waktu subuh.  Saya merupakan anak kedua dari pasangan Deddy Yuniadi dan Andi Ferly Suloati, setelah kakak laki-laki saya yang bernama Andi Fauzan Sesario, dan merupakan anak bungsu.
Bersama kakak saya, Rio
Nama yang saya peroleh pun memiliki sejarah tersendiri. Seperti yang bisa dilihat, saya mendapat awalan nama ‘Andi’ dari hasil keturunan ibu saya, yang merupakan orang Bugis. Sementara, “Putri” didapat karena saya berjenis kelamin perempuan. Dan “Sesaria” didapat karena proses kelahiran saya menggunakan cara caesar, begitu pula kakak saya.
Jenis kelamin saya yang perempuan, sebenarnya cukup mengejutkan bagi orang tua saya. Karena saat ibu saya di-USG pertama kali, dikatakan bahwa mereka akan memiliki putra kedua. Namun pada tanggal 23 November tersebut, saya pun lahir sebagai perempuan dan merupakan kejutan bagi orang tua saya.
Beberapa bulan setelah lahir
Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan sangat memikirkan waktu keakraban antar anggota keluarganya. Tidak hanya dalam lingkup keluarga saya saja yang hanya beranggotakan 4 orang, namun dalam keluarga besar sekaligus. Ayah saya merupakan anak ke 7 dari 10 bersaudara, sehingga ini membuat saya memiliki banyak relasi dan terus bersilaturahmi.

BALITA
Masa kecil saya dimulai di sebuah rumah sederhana, di bilangan Patal Senayan, yang merupakan tempat strategis di sana. Saya tinggal tidak hanya bersama keluarga kecil saya, tapi juga bersama nenek, nenek buyut, om, tante, dan sepupu jauh saya. Dan juga sekitar 3 pembantu yang bekerja di rumah.
Ayah dan ibu saya merupakan seorang pegawai negeri sipil, sehingga mereka bekerja ke kantor di hari kerja, dan masa-masa kecil saya sering dilewatkan bersama nenek saya.
Namun, ayah saya kadang juga menetap di Manado untuk dinas, sehingga pernah suatu kali saya dan kakak saya berkunjung ke Manado di rumah salah satu relasi.

Sekitar umur 2 tahun
Pada umur 6 tahun, saya merayakan ulang tahun di daerah Cibodas dengan keluarga besar ayah saya. Di sana kami menginap cukup lama di suatu villa dan merayakan ulang tahun yang saya pada pagi harinya dengan berbagai games.

TK
Saya memulai sekolah di Kelompok Bermain di KB/TK Mutiara Indonesia di daerah Pejompongan. Karena merupakan kali pertama bersekolah, tentu banyak kendala dan ketakutan saat masuk sekolah, sehingga saya masih harus ditunggu keluarga hingga pulang sekolah.
Setelah naik dari kelas Kelompok Bermain, saya pun berada di kelas TK. Saya sudah memiliki kepercayaan diri sehingga sudah bisa ditinggal, juga karena telah akrab dan memiliki teman di sana.
TK saya selalu merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April dengan berbagai pagelaran baju adat tiap tahunnya. Saya pun selalu mengikuti pagelaran tersebut berpasangan dengan kakak saya dan memakai baju adat dengan tema sama. Kami pernah memakai baju adat Bugis (baju saya dinamakan baju bodo) dan juga baju adat Kalimantan.
Perayaan Hari Kartini dengan baju adat Bugis
Saya juga pernah berkontibusi sebagai petugas pembaca pembukaan UUD dalam upacara hari Senin, yang membuat saya memakai baju paskibraka lengkap.
Sebagai petugas upacara saat TK
Dalam setiap acara pelulusan TK, terdapat pentas seni-pentasi seni yang diadakan. Saat kakak kelas saya pelulusan, saya dan beberapa teman saya diberi tugas untuk melakukan pentas seni dengan menari di panggung, sebagai bebek-bebek. Alhasil, kami menari dengan musik-musik sambil berkostum bebek.
Saya pun akhirnya lulus dari jenjang TK. Seperti biasa, pasti terdapat acara pelulusan dan juga acara perpisahan dengan teman-teman. Acara perpisahan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai games. Salah satu games yang saya ikuti adalah fashion show dengan baju renang. Saya mendapat juara ketiga dan mendapat hadiah boneka.

SD
Jenjang TK saya pun usai dan saya mendaftar di SD Al Azhar 5 Kemandoran, dan masuk pada tahun . Saya dimasukkan ke kelas 1D bersama teman-teman lain yang belum saya kenal.
Saat kelas 1, saya mulai mempelajari cara jajan sendiri, mengatur uang jajan, dsb. Dan itu dilakukan dengan teman-teman saya sehingga makin akrab satu sama lain.
Selang pembelajaran, wali kelas saya mengatakan bahwa banyak angka-angka yang saya tulis itu salah/berbeda dengan yang di papan tulis, sehingga ia menyarankan ke dokter mata. Sebelumnya, kakak saya juga sudah memakai kacamata. Mengetahui ini saya sangat takut, pasalnya cita-cita saya dahulu adalah pramugari, dan dilarang memakai kacamata. Akhirnya, setelah pengecekan mata, saya diharuskan memakai kacamata. Ternyata, minus ini keturunan dari ibu saya yang juga memakai kacamata tebal.
Semester 1 saya menduduki peringkat pertama sekelas, namun seiring banyak anak yang juga bekerja keras dan pintar, saya menjadi peringkat kedua di semester 2.
Lomba Mewarnai saat kelas 1 SD
Naik ke kelas 2, saya memiliki banyak teman baru. Dan juga mengikuti lomba-lomba kecil yang diadakan di sekolah seperti mewarnai, menggambar, dll. Dan tak jarang saya menjuarainya. Di akhir tahun, saya mendapat ranking 3 besar untuk kelas dua.
Tahun berikutnya, saya naik ke kelas tiga. Di kelas tiga, saya mulai mengikuti ekstrakurikuler dengan serius, yaitu wartawan cilik. Kami, para warcil (begitu sebutannya) mengkoordinir pembuatan majalah sekolah yang akan dijual setiap akhir semester. Bahkan kami juga mendapat honorarium tergantung jumlah artikel yang kami sumbang ke majalah.
Pada kelas tiga pula, saya bergabung menjadi Dokter Kecil melalui tes. Sebagai dokter kecil kami harus menjaga kesehatan sekolah seperti mengecek kuku, pidato, dll.
Hingga akhir kelas tiga pun, saya berhasil memasuki ranking 3 besar di kelas juga.
Memasuki jenjang kelas 5, semakin banyak lomba yang saya ikuti. Saya pernah menjadi asisten dokter kecil (asisten untuk yang berpidato) untuk lomba, dan menjadi juara dua.
Saya juga mengikuti lomba TIK dari tingkat yang paling kecil hingga sampai di tingkat provinsi. Lomba tersebut merupakan lomba yang dalam rentang waktu paling lama. Dan paling menegangkan, karena untuk lolos, kami harus benar-benar juara 1. Saya terus menjadi juara 1, hingga mengikuti pelatihan tersendiri. Dan pada lomba tingkat provinsi, saya harus menjadi juara 2 dan tidak lolos ke tahap berikutnya.
Saya juga sempat mengikuti lomba mata pelajaran Bhasa Indonesia, dan Alhamdulillah bisa mendapat juara 1.
Kelas 6, saya masuk ke kelas 6B dengan wali kelas Bu Mia Irianti. Seperti yang kita tahu, kelas 6 sudah fokus pada UASBN, sehingga masa-masa kelas 6, saya mengikuti berbagai pendalaman materi di sekolah. Tapi, itu tidak membuat saya tak mengikuti berbagai lomba, justru di kelas 6 banyak lomba yang saya ikuti.
Saya masih tetap mengikuti lomba Bahasa Indoensia tersebut, sayangnya saya tidak lolos ke tahap berikutnya.
Jika tahun lalu saya mengikuti lomba TIK, kini saya mengikuti dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, kami harus menuliskan cerita dari hasil bacaan buku dalam minimal halaman yang sangat banyak. Dan jika lolos, kami akan menceritakannya kembali. Saya berhenti di tingkat kotamadya karena mendapat juara kedua.
Saya juga kembali mengikuti lomba dokter kecil, namun kali ini saya yang memberi penyuluhan, dengan tema Demam Berdarah. Dan saya menjadi juara kedua.
Hingga akhirnya, di pelulusan angkatan 17 SD Al-Azhar 5 Kemandoran, saya bernyanyi. Dan kami pun lulus 100%.
Angkatan 17 SDI Al Azhar 5 Kemandoran

SMP
Saya pun melanjutkan jenjang SMP di tempat yang benar-benar baru, SMP Labschool Kebayoran. Dan dari angkatan SD saya, hanya 6 yang lolos dan masuk ke sekolah ini. Sekolah ini memiliki banyak sekali kegiatan yang diikuti, seperti MOS, Kalam, Studi Lapangan, Bimensi, dan banyak lainnya.
Saya masuk di kelas 7C. Di kelas 7 ini, kami sekelas, mengikuti AKSI (Ajang Kreasi Seni Islami) yang memiliki banyak lomba. Saya pun mengikuti mading kelas, dan menjuarainya.
Bersama teman-teman 7C
(ki-ka atas: Karina, Athira, Anty, Puput, saya. ki-ka bawah: adik Kidung, Miranda)
Dalam acara ACEX, kami mendapat kelas Kalimantan. ACEX merupakan acara dimana setiap kelas membuat stand dan memamerkannya sesuai tema yang diberikan. Karena kami Kalimantan, kami harus tau lebih dalam tentang Kalimantan, membuat brosur, persiapan fashion show baju adatnya, dll. Saya termasuk dalam salah satu tim kreatif di stand. Dan stand kami menjadi juara 1 stand.
Di ACEX yang memiliki banyak lomba tersebut, saya mengikuti lomba menyanyi dan mind competition (lomba menghafal). Dan saya pun berhasil menjadi juara 3 menyanyi, dan juara 1 mind competition.
Naik ke kelas 8, saya memasuki kelas 8D.
Kelas 8D pergi ke Dunia Fantasi, Ancol
Di tahun ini, semua nampak sibuk dalam kegiatan OSIS. Walaupun saya tidak masuk dalam organisasi tersebut, saya termasuk dalam Panitia Angkatan yang ikut serta dalam kepanitiaan ACEX tahun itu. Saya mengorganisir lomba komik.
Di kelas 8, saya mengikuti lomba menggambar arsitektur di Taruna Bakti, Bandung. Dan berhasil mendapat juara 1.
Dan yang paling menyenangkan di kelas 8, saya berpartisipasi dalam acara Labsbassador, yaitu student exchange. Labsbassador ini dimulai dari tingkat daerah yang sekitar sekolah saja, dan saya dipilih untuk student exchange ke SMPN 19.
Setelah tingkat tersebut dilalui, barulah tingkat mulai luas ke nasional, banyak kota-kota yang dikunjungi dan saya termasuk yang mengunjungi Kota Palembang, dan student exchange ke SMPN 1 Palembang.
Tingkat selanjutnya adalah internasional, saya student exchange ke Malaysia dan Singapore, tepatnya di Cempaka JHS.
Labsbassador Malaysia, Cempaka JHS
Saya pun naik ke kelas 9, tepatnya 9A, dan mulai fokus dengan berbagai pendalaman serta tryout. Saya juga mengikuti jalur tanpa tes SMA Labschool Kebayoran melalui nilai rapor dan wawancara, dan saya pun lolos.
Di kelas 9 ini, selain fokus kepada kelulusan, banyak pula kegiatan yang kami lakukan sebagai perpisahan. Salah satunya lari pagi dengan berbagai kostum.
Lari pagi dengan kostum (ki-ka: saya, Thifal, Naura)
Pada tanggal 4 Juni, akhirnya diumumkan bahwa angkatan 8 (Scavolendra Talvoreight) SMP Labschool Kebayoran berhasil lulus 100%. Dan angkatan kami melewati wisuda bersama-sama di Plaza Bapindo pada tanggal 25 Juni 2011. Serta acara Farewell sebagai perpisahan kami.

Pelulusan Scavolendra Talvoreight, 25 Juni 2011
SMA
Saya menduduki jenjang SMA di SMA Labschool Kebayoran. Saya masuk ke kelas 10B dengan wali kelas Pak Eri Sulistyono. Di kelas 10 ini, sebagian kelas saya berbondong-bondong bekerja keras untuk mendapat jurusan IPA, termasuk saya.
Bersama teman-teman di 10B
(ki-ka-atas: Ami, Melissa, Farah, Annisa. ki-ka bawah: Amel, saya)
Memasuki SMA, banyak kegiatan yang dilalui. Pertama-tama kami melewati Masa Orientasi Siswa sebagai perkenalan terhadap SMA. Juga PILAR di bulan Ramadhan, bagi yang beragama muslim.
Pada bulan Oktober di kelas 10, angkatan saya, Dasa Eka Cakra Bayangkara, mengikuti kegiatan Trip Observasi ke kampong Parakan Ceuri, Purwakarta. Di TO, kami diperkenalkan kepada kehidupan yang sederhana dan kehidupan alam.
Bulan Januari, kami melakukan kegiatan studi lapangan di Bandung dengan mengunjungi berbagai tempat wisata untuk kami teliti.
Kelompok 7 Trip Observasi Dasecakra (ki-ka: Igar, Tasya, saya, Alvian)
Kegiatan lain yang kami ikuti adalah Bintama, kami diajarkan agar lebih disiplin oleh para kopassus.
Di kelas 10 ini juga, saya sempat mengikuti lomba baca puisi di SGU University, dan Alhamdulillah, menempati juara kedua.
Mendapat juara 2 Lomba Puisi SGU University
Akhirnya, di tahun ini (2012) saya berhasil naik ke kelas 11 dan masuk jurusan IPA. Dan kini, saya berada di kelas baru saya, XI IPA 4.

Buka Bersama XI IPA 4
Demikian lika-liku hidup saya selama 16 tahun ini. Saya berharap ke depannya, kehidupan saya akan berjalan lancar. Melewati masa SMA dengan prestasi, dan bisa melanjutkan studi di UI atau ITB. Dan juga berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar