Selasa, 21 Agustus 2012

Tugas-1 Autobiografi Adinda Farah Fadila

"4 x 4" 
16 tahun, 4 bersaudara, dan 4 fase hidup.


Adinda Farah Fadila, nama yang diberikan oleh kedua orangtua saya merupakan nama seribu umat. Setiap sekolah pasti ada orang yang namanya Adinda, Farah, dan Fadila. Menggabungkan tiga nama yang pasaran di Indonesia membuat nama saya menjadi nama yang paling pasaran. Menurut papa nama saya terinspirasi dari antara farah diba, atau seorang ratu/putri yang bernama farah. Walaupun begitu, mama meliki faham tersendiri bahwa Fadila itu artinya yang diutamakan. Jadi kalau faham mama dan papa digabung, Adinda Farah Fadila berarti “Putri Farah yang diutamakan”.


Keluarga Saya
Mama, Abang, Papa, Kak Fitri, dan Irvan.
Keluaraku terdiri dari kedua orang tua yang saling melengkapi, 1 kakak perempuan, 1 kakak laki-laki, dan adik laki laki yang jarak usianya cukup jauh. 
Bergaya minang di Padang.
Berpose di depan candi borobudur.
Pergi berlibur mengendarai mobil adalah hobi keluargaku, Karena Papa orang yang suka bertualang, waktu kecil saya jarang sekali pergi berlibur dengan pesawat. Saat Angku-pangilan kakek dari Papa-masih ada, setiap dua tahun sekali kami berlebaran ke Sibolga, Sumatra Utara.  Pantai di Sibolga itu pasirnya putih dan bersih. Lautnya jernih. Lalu ada satu pulau yang membuat kami jatuh cinta dengan Sibolga, yaitu Pulau Poncan. Karena pulau ini kecil hanya memuat satu hotel. Sebelum majunya teknologi selama epat hari empat malam hanya duduk dimobil menikmati pemandangan jalan. Pada malam hari, saya melihat bintang bertebaran menyinari jalan gelap yang ada di hutan Sumatra, yang paling ajaib seringkali binatang ganas seperti babi hutan, banteng, bahkan harimau melintas begitu saja. Takut? Iya, Senang? Tentunya.
Rumah papa di Sibolga
Berenang di pantai pulau Poncan.
Semenjak kakak ku kuliah, dan abangku sekolah di Taruna Nusantara, rumah terasa sangat sepi apalagi dengan banyak nya tugas di SMA membuat Irvan menjadi penghuni rumah 24/7. Dulu saya sekamar dengan kakak saya jadi tidak pernah ada privasi antara kita berdua. Baju saya baju dia juga, sampai diary dia diary saya juga. Paling aneh itu kalau saya masuk kamar dan dia sedang nangis yang biasanya dikarenakan pacarnya atau masalah dengan mama, jadi saya harus memberikan dia awkward hug. Saking seringnya, awkward hug itu berubah jadi less awkward hug dan akhir nya menjadi perfectly fine hug. Karena sekarang sudah tidak sekamar lagi, tempat curhat yang dulunya dikamar pindah ke mobil, pada malam hari, di jalan atau parkiran depan rumah.
Saudara-saudara saya sangatlah absurd. Walaupun absurd dan terkadang saya ingin pindah keluar negri ninggalin para manusia aneh ini saya sangat sayang dengan mereka. Saya beruntung akan terlahirnya saya di keluarga ini. 


Masa Kecil
Setelah saya berfikir tentang dua kata diasatas, hal yang langsung muncul di otak saya adalah betapa senang nya saya saat kecil. Anehnya saya tidak bisa ingat apa saja yang telah saya alami.
 Saya merupakan bayi gendut, tembem, kriting, dan hitam. Sampai-sampai teman mama pernah bilang “kasian ya Farah, paling hitam sendiri” Hahaha itu apa yang diceritakan mama. Tidak hanya tentangga yang concern dengan kehitaman saya, Eyang ti (mama nya mama) juga ikut berpartisipasi dengan memberi saran ini : “Farah kamu minum susu putih terus aja biar jadi putih” saran itu saya lakukan hari demi hari sampai akhirnya saya sadar bahwa susu hanya membuat saya tambah montok

Seperti manusia normal lain nya, saya lahir di rumah sakit tepat nya di rumah sakit langganan mama yaitu di Evasari. Walaupun lahir di Jakarta, saya dibesarkan di Bintaro, Tangerang
 Sejujurnya saya lupa saya dari lahir tinggal dimana, seperti ingatan saya…..bolong atau mungkin saya pernah mengalami gagar otak, saya tidak tahu, Menurut ingatan kakak, waktu kecil kita sekeluarga pernah tinggal di rumah eyang sampai akhir nya Irvan di kandungan mama. Karena rumah eyang tidak cukup untuk menampung 6orang termasuk 3 anak-anak yang saya yakin dulu kita cukup nakal untuk membuat Eyang Kung sering menghukum kita. Salah satu hukuman yang paling kuno yakni berdiri satu kaki dengan tangan di kuping. Kembali ke rumah, akhirnya kita pindah ke Villa Bintaro Regency(VBR).
Lomba 17 Agustus di VBR
Di VBR, masing-masing blok mempunyai gang nya. Gang blok C terdiri dari saya, Abang, Kakak, Keke, Nanda, Ega  dan beberapa anak lagi yang namanya terlupakan. Kita selalu bermain bersama, mulai dari main mencari harta karun, main Barbie, sampe taraweh bareng. Setiap 17 agustusan geng kita sangat bersemangat melawan gang dari  blok A. Dimata saya dulu gang mereka itu nakal, bandel, dan senga. Gang mereka pernah memanjat gazebo milik kita, semenjak itu tumbuhlah perasaan-perasaan selek dengan mereka. Seiring berjalan nya waktu, satu demi satu dari kita pindah rumah dan bubarlah gang kita. Jika saya mengingat-ingat tentang blok C saya merasa senang, walaupun saya tidak ingat secara detail apa saja yang terjadi
Tidak hanya mereka yang pindah, menuju ke kelas 3SD keluarga saya pindah ke Senayan Bintaro. Alasan kita pindah cukup banyak.
1) Setiap tahun pasti rumah kita kena banjir
2) Rumah kita berhantu. Percaya atau tidak saya tumbuh jadi anak yang penakut gara-gara rumah ini. Dulu dikamar kita ada ruangan kecil untuk gudang. Nah di gudang ini semuanya terjadi. Kalau malam hari sering terdengar suara aneh, abang juga pernah melihat sesuatu. Konon waktu mama tidur dan saat masih mengandung Irvan, mama sering digangguin entah kaki nya dibantinglah rambut nya tarik-tariklah, pokoknya aneh.  Bahkan untuk menceritakan nya sekarang membuat saya meriding…
3) Memang saat nya untuk pindah…dan memulai hidup baru.
Suasana di Senayan Bintaro berbeda dengan VBR, awalnya saya kira karena kita belum beradaptasi, tapi setelah bertahun-tahun tinggal disini mengahasilkan kongklusi bahwa warga di Senayan Bintaro itu ansos.

Masa SD 
Menurut orang-orang sekolah dasar merupakan tempat dibentuknya karakter seorang anak dan saya berterimakasih kepada papa dan mama yang telah memasukan saya ke SD An-nisaa’. Menjadi anak ke-3, membuat saya tidak memiliki opsi untuk memilih sekolah sendiri, karena kakak dan abang sekolah disini, jadi mau tidak mau saya juga harus bersekolah disini.
SD An-Nisaa’  itu Mewah kepandekan dari mepet sawah. Kalau anak sd lain nya pergi field trip ke Ancol atau tempat bergengsi yang ada di Jakarta. Kita, murid An-Nisaa pergi field trip ke sawah. Every single year.
Dengan mepet nya sawah dimanfaatkan baik oleh Pak Rasyid  (pemilik An-Nisaa) dengan cara tidak memasangkan AC di setiap kelas kecuali ruang komputer dan perpustakaan. Diwaktu 1-3 siang adalah jam jam yang menguji ketangkasan kita. Karena pada jam segitu dimana angin sepoy-sepoy dari sawah menyerang mata kita.
Selain menuntut ilmu, disini saya juga mendapat sesuatu yang berharga yaitu pertemanan .Tidak bermaksud untuk milih-milih teman, namun saya selalu berujung-unjung main dengan  sekelompok teman yang itu-itu saja. Seperti yang terjadi waktu kelas 4. Di 4L saya hanya bermain dengan Bella, Nia, dan Fitri. Kalau ada kelompok apa-apa pasti sama mereka. Saking erat nya pertemanan kita dulu, saya tidak ingat sekelas dengan siapa saja, yang saya ingat hanya kita berempat.
Terjadi hal yang sama juga di kelas 5, namun kali ini beda orang. Di kelas 5 saya kembali sekelas dengan Thaya, kebetulan Thaya dekat dengan Anne dan Anne dekat dengan Tasya, dan Lira. Entah bagaimana akhirnya kita seperti membuat gang sendiri haha.
Masa kelas 6 adalah masa-masa kita mulai fokus untuk menjadi angkatan pertama yang menghadapi UASBN. Jadwal saya pada masa itu sangat padat hari senin ada LIA. Di hari selasa dan kamis pemantapan di sekolah. Hari rabu dan jumat Kumon ditambah bimbel Aaron pada hari Jumat.
Saat pentas akhir sekolah 
Pada akhir nya, dari semua yang terjadi membuat angkatan 07 SD An-nisaa lebih kompak. Setiap tahun setelah kita lulus, kami masih sering bertemu untuk reunian.

Reuni SD An-nisaa setelah sudah lulus
Masa SMP
Saya melanjutkan pendidikan saya di SMPN 19 Jakarta, terletak di jalan bumi (dekat mayestik).
Hari pertama disini tidak seperti yang saya bayangkan. Biasa dengan 75 murid dalam satu angkatan, disini ada kurang lebih 300 murid dan lebih parahnya lagi hanya ada 2 murid dari SD An-nisaa. Minggu pertama disini kurang menyenangkan, tetapi hari demi hari menjadi lebih baik.Kelas 7 ini masa-masa adaptasi yang cukup berat, karena baru pertama kali belajar biologi dan fisika. Semua pelajaran ekstrak menggunakan bahasa inggris karena saya mengambil kelas SBI. Bahasa yang digunakan bukan menjadi masalah, tetapi cara guru menjelaskan nya itu yang suka tidak dimengerti.

Pergi ke Dufan di hari ulangtahunku


Di kelas 8, semuanya menjadi terasa lebih santai. Kelas yang saya dapat juga kelas yang terseru selama SMP disini. Walaupun pelajaran nya susah, saya mulai terbiasa dengan itu dan banyak teman-teman yang mau membantu. Sering sekali guru tidak masuk kelas karena sibuk mengurus murid kelas 9, kalau kelas sudah tidak guru seperti ini kelas pasti ramai sekali.
Educamp di Ancol
Outing di tahun ke dua jauh lebih menarik dari tahun sebelumnya. Di akhir semester 1 ada Educamp yang dilaksanakan di Ancol. Memang mendengar kata “edu” sudah membosankan, ternyata tidak kita benar-benar camping di ancol, saat malam mencari harta karun di sekitar kebun binatang yang ada di ancol. Menurut jadwal acara, akan ada beachcare pada pagi hari. Karena sudah semangat dengan kata beach saya dan teman-teman saya sudah menyiapkan celana pantai, dan ternyata yang dimaksud dengan beach care adalah keliling sekitar ancol sambil memungut sampah.
Rafting di Citarik
Untuk outing terakhir di kelas 8 kita pergi ke Citarik selama satu malam. Sejuknya kembali ke daerah gunung, dengan kamar berbentuk pendopo di atas sungai. Suara derasan air menemani tidur kita. Dilanjutkan dengan acara rafting di pagi hari. 
Waktu terasa sangat cepat, tidak berasa tiba-tiba sudah menduduki bangku kelas 9. Semester pertama belum merasakan deg-degan untuk memikirkan SMA dan UAN. Pada masa ini, saya dan Yanda malah sibuk ngejar-ngejar musisi yang datang ke Jakarta. Dimulai dari Mike Marsh, drummer dari group band Dashboard Confessional. Tahu mereka akan datang ke Jakarta, kita mencari tahu informasi dimana dia menginap dari pekerja Pond’s. Akhirnya datanglah kita ke hotel Sultan, sambil menunggu di restaurant tiba-tiba datang bule ganteng dengan body guard makan disebelah kita. Dengan gemetar saya dan yanda minta tanda tangan dan foto bareng Mike Marsh. Beberapa bulan kemudian ada Jakarta Jam’2010, kebetulan kita berdua sangat obses dengan The Maine. Sayangnya keadaan dompet kita sangat tipis, dengan penuh harapan kita mengikuti kontes di Facebook untuk mendapatkan tiket. Sekitar 3 hari kita mendapat telfon bahwa kita menang kontes, tidak hanya memenangkan tiket tetapi meet&greet dengan The Maine. Pada saat itu juga kita teriak histeris karena terlalu senang.
saya dan yanda dengan The Maine
Lain lagi di semester dua, sudah tidak ada senang-senang lagi. Hampir setiap hari mengunjungi Visi (tempat bimbel di Barito). Untung nya teman-teman dekat saya ikut les ditempat yang sama jadi terlalu sering belajar tidak terasa berat karena 70% waktu terpakai dengan ketawa-ketiwi.
Bersama Karisa, Silvi, dan Dara di Visi. 
Yanda dan Riris
Betapa lega nya setelah melewati UAN, UAS, dan ujian praktek. Waktu nya waktu gabut dirumah. Selama 3 bulan di liburan saya habiskan dengan tidur-tiduran, nonton DVD, main ke rumah teman, dan yang paling tidak dilupakan adalah pergi berlibur ke Bali bersama teman-teman SBI yang saya sayangi.

Liburan ke Bali bersama SBI

Masa SMA
Setelah lulus dari SMPN 19, kini waktu nya untuk beranjak ke SMA. Saya memilih masuk SMA Labschool dengan alasan tidak tahu masuk mana, jadi disinilah saya setahun kemudian di XI IPA 4.

XB saat lari pagi terakhir di kelas X

Perjalanan selama study tour ke Bandung
Tahun baru 2012
Kelas 10 merupakan waktu dimana semua program wajib harus dilalui mau tidak mau. Program pertama adalah Pilar, berjalan di bulan puasa. Dalam kondisi lemas, yang saya lakukan selama 3 hari dan 2 malam adalah tidur dan berusaha melek.
Dilanjutkan oleh TO di bulan Oktober, menurut saya TO sangat bermanfaat karena dengan program ini saya bisa tahu bagaimana rasanya tinggal di pedesaan. Saya sekelompok dengan Tara, Annisa, Rizki, Helmi, Bagus, Niken, dan Nadhiv. Bodoh nya diantara kita hanya tara yang pintar masak, jadinya setiaphari santapan kita telur dadar, dan yang paling enak adalah kornet keju. 
Teman-teman sekelompok TO
Program yang paling mengesankan tetapi tidak ingin diulang adalah  Bintama. Banyak sekali pengalaman baru yang saya dapatkan, seperti bagaimana kita harus solider dengan kawan, alias tidak apatis. Bintama membuat saya bertanya-tanya mengapa saya masuk Labschool, apalagi saat pushup jam 3 pagi. Pokoknya 6 hari di Kopassus meraih gelar 6 hari yang terlama selama hidup saya.
Latihan misbud di Aula lt.4
Pada semester 2 saya menjalani latihan misbud pada setiap hari Jumat dan Sabtu. Banyak waktu yang terpakai, tetapi kerja keras tim Svarnabhadaya terbayarkan. Selama festival banyak kejadian yang kurang mengenakan apalagi saat kompetisi, dimana rok saya terlepas. Dengan senyum yang lebar saya melanjutkan tarian tanpa menghiraukan kostum saya yang sudah tergelar di panggung. Disisi lain, kita menjalamai hari-hari yang menyenangkan, dan 9 hari di Buyukcekmece sudah menjadi rutinitas. Pagi-pagi sudah make-upan siap dengan kostum turun ke lantai R untuk sarapan dengan dandanan menor kita. Di siang hari sampai malam berpartisipasi dalam acara yang sudah diatur festival ditutup dengan acara gathering dengan Negara lain di Country’s Night. Alhamdulillah kita menang “The Best Female Performance” di Buyukcekmece Festival yang digelar di Turki bulan Juli ini. Seusai festival, kita melanjutkan tour ke beberapa Negara di Eropa
Svarnabhadaya Balawandipta bertemu Mayor Buyukcekmece Belediyesi
Sekali lagi, waktu seperti melayang begitu saja. Begitu banyak kejadian yang saya alami selama kelas 10. Terlalu banyak sehingga tidak bisa diceritakan dengan 10000 karakter.
Saya berharap dimasa yang akan datang, impian-impian saya akan tercapai. Melalui masa SMA penuh dengan kegembiraan, dan melanjutkan studi di NYU atau Universitas Indonesia. Apapun yang terjadi saya berharap, Allah SWT sudah menyiapkan yang terbaik. Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar