Jumat, 03 Agustus 2012

TUGAS 5 - Perkembangan Kamera Polaroid/Instax


Kamera Polaroid/Instax Hidup Kembali?

Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai kamera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti ruang gelap.

Kamera obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut.

Kamera obscura yang pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal tersebut terdapat seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021). Namun, karena bayangan yang dihasilkan oleh obscura tidak bertahan lama, kamera yang diciptakan oleh Girolamo cardano belum dianggap menjadi dunia fotografi.

Sementara di tahun 1660-an ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hookemenemukan portable camera obscura. Namun kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685. Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan pengambilan gambar.

Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.

Para pioneer fotografi seperti Joseph Nicephore Niepce, William Henry Fox Talbot, Louis Daguerre dan lainnya mungkin tidak pernah menyangka dunia yang mereka kagumi dan ciptakan dapat menjadi produk konsumsi massal seperti saat ini. Jika pada awalnya fotografi menjadi salah satu format pengganti dunia lukisan yang telah usang, saat ini hal tersebut telah menjadi bagian yang wajib dimiliki oleh sebagian besar manusia di bumi. Dunia fotografi memang mengalami perkembangan yang begitu maju. Namun, secara perlahan mereka pun menggeser keberadaan format-format lama.
Sekarang Anda tidak perlu menunggu selama berjam-jam proses kimia sebuah foto seperti halnya Niepce saat membuat foto pemandangan pertama di dunia. Anda pun tak perlu lelah berpikir bagaimana membuat sebuah citra berwarna dengan serangkaian teori fisika dan rumus-rumus yang harus dipikirkan terlebih dahulu seperti yang dilakukan James Clerk Maxwell pada tahun 1861. Seluruh hal yang sebelumnya harus melalui proses panjang, saat ini dapat dengan mudah Anda akses dengan satu sentuhan jari saja.
       Sekarang ini, Kamera dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan penangkapan cahaya yaitu:

    Kamera film: Kamera yang menggunakan menggunakan pita seluloid untuk menangkap cahaya. Kamera ini memerlukan cairan pengembang (developer) untuk mendapatkan gambar setelah memotret.

    Kamera Polaroid: Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.


    Kamera Digital: Merupakan kamera yang sedang tren saat ini karena tidak memerlukan film untuk mendapatkan gambar. Lebih praktis karena menggunakan file digital yang dapat di upload dan dihapus.

Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor.
Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Dr. Edwin Land dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.


Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif. Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.
Perkembangan zaman membawa kamera polaroid terpinggirkan dengan kehadiran kamera digital, dengan kemudahan pengoperasian hingga proses pencuci-cetak kan lebih mudah dan efisien. Keadaan kultural modernis millineum akhirnya memaksa Fuji Film Inc, salah satu pemasok film polaroid menutup produksi film ini, sehingga kamera polaroid dengan hasil foto yang lebih ‘vintage’ kini tinggal menjadi sebuah legenda seni fotografi. Kematian dunia fotografi polaroid tidak lantas membuat para penggila untuk kehilangan akal, karena dimata-batin mereka kamera ini tidak lekang zaman, sekali pun kertas film nya berubah tekstur warna.

Bisa kita perhatikan tempat anak-anak muda biasanya mangkal, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta saat ini. Banyak di antara remaja-remaja itu yang membawa sejenis kamera, tetapi bukan kamera digital. Dengan aneka warna yang mencolok, kamera-kamera mereka itu bisa langsung menghasilkan cetakan foto dalam beberapa detik setelah photo diambil.
Ya, kamera yang mereka pakai itu biasa disebut kamera polaroid walau mereknya bukan itu. Kamera-kamera yang sedang ngetren di kalangan anak muda itu punya nama dagang Instax, yang dibuat oleh Fuji dari Jepang.
Mengapa disebut kamera polaroid? Kamera pertama dengan jenis seperti ini memang dibuat oleh perusahaan bernama Polaroid di Amerika Serikat. Kamera ini mulai dibuat awal tahun 1950-an berdasar rancangan Edwin Land. Semula, kamera jenis ini disebut land camera. Namun, karena popularitas mereknya yaitu Polaroid sangat tinggi, akhirnya kamera jenis itu disebut kamera polaroid sampai sekarang.



Di tengah maraknya perkembangan kamera digital, bahkan telah mematikan fotografi film dengan bukti bangkrutnya pabrik Kodak, sebenarnya mengherankan kalau fotografi polaroid yang merupakan ”produk masa lalu” ini bisa marak lagi.

       Beberapa orang berpendapat bahwa, salah satu keunggulan kamera instax adalah, kita dapat langsung memiliki hasil cetakan dari photo yang baru saja kita ambil. Sehingga sering kali disetiap acara-acara bayak anak muda yang membawa kamera polaroid atau instax ini.

Pada perkembangan modern, bahkan seniman Andy Warhol mempertunjukkan bahwa kamera polaroid memiliki suatu ‘nilai’. Nilai inilah yang kemudian yang diangkatnya keatas media seni-pop art. Dimana ia banyak menggunakan warna-warna cerah cenderung berani dalam mengekspresikan hasil karya fotonya.



Penggunaan polaroid dalam seni pop art secara tidak langsung mendongkrak posisi kamera ini menjadi lebih ‘selebriti’ dan diawal 90-an, banyak para musisi tanah Inggris Raya menggunakan kamera sebagai perwujudan identitas musik britpop itu sendiri, semisal Ian Brown-Stone Rosses, hingga Julian Casablancas-The Strokes.

Perkembangan zaman membawa kamera polaroid terpinggirkan dengan kehadiran kamera digital, dengan kemudahan pengoperasian hingga proses pencuci-cetak kan lebih mudah dan efisien. Namun, orang juga tetap ingin punya foto dalam bentuk cetakan yang bisa dibawa ke mana-mana. Maka, fotografi polaroid memang marak kembali diusung oleh Instax yang saat ini mungkin merupakan merek satu-satunya yang ada di pasaran.


Hal lain yang membuat Instax populer adalah bentuknya yang sesuai selera bentuk masa kini, juga dengan warna-warna yang disukai kaum muda. Beberapa Instax bahkan bekerja sama dengan pemegang hak cipta tokoh-tokoh komik terkenal seperti Hello Kitty, Batman, dan Kerope-kerope. Orang yang tidak suka fotografi pun kadang membeli Instax hanya karena mengoleksi tokoh yang tergambar pada badan kameranya.

Saat ini, ukuran cetak kamera Instax ada dua macam, yaitu yang disebut the original wide format dengan ukuran 60 x 99 mm, serta miniformat dengan ukuran 62 x 46 mm. Di Indonesia, terutama di Jakarta, tipe mini lebih disukai karena ukurannya bisa masuk dompet serta harganya pun lebih murah.

Kamera Polaroid dapat diklasifikasikan menurut jenis film yang mereka gunakan. Foto Polaroid awal (pra-1963) digunakan rol film instan, yang sejak saat itu telah dihentikan. Film Roll datang dalam dua rol (positif / mengembangkan agen dan negatif) yang dimasukkan ke kamera dan akhirnya ditawarkan dalam tiga ukuran (40, 30, dan 20 seri).Kemudian kamera digunakan "paket film," yang mengharuskan fotografer untuk menarik film dari kamera untuk pembangunan, maka kulit selain positif dari negatif pada akhir proses berkembang.

Paket film awalnya ditawarkan dalam format persegi panjang (100 series), kemudian dalam format persegi (80 seri). Kemudian foto-foto Polaroid, sekali populer seperti SX-70 , menggunakan format persegi film integral, di mana semua komponen film (negatif, pengembang, fixer, dll) yang terkandung.Setiap paparan dikembangkan secara otomatis setelah ditembak diambil.SX-70 (atau Sisa Zero) film baru-baru ini dihentikan namun memiliki berikut yang kuat dari para seniman yang digunakan untuk manipulasi gambar.

Kamera seri 600 seperti Pronto, Sun 600, dan menggunakan One 600 600 (atau lebih sulit untuk menemukan profesional 779) film.Menggunakan kamera Polaroid Spectra Spektrum Polaroid film yang kembali ke format persegi panjang.Captiva, Joycam, dan Popshots (gunakan tunggal) menggunakan kamera film seri 500 yang lebih kecil dalam format persegi. I-zona kamera menggunakan format film sangat kecil yang ditawarkan dalam format stiker. Akhirnya, film digunakan kamera Mio Mio, yang merupakan format film yang lebih kecil dari 600, tetapi lebih besar dari 500 film seri

Film kamera Instan cukup banyak hal yang sama sebagai film kamera biasa, dengan elemen tambahan. Sebelum kita sampai ke mereka tambahan penting, mari kita telaah secara singkat film fotografi pada umumnya.

Ide dasar dari film untuk menangkap pola cahaya menggunakan bahan kimia khusus. Kamera singkat memperlihatkan film kepada cahaya yang datang dari sebuah adegan (biasanya untuk sebagian kecil dari kedua), dan di mana cahaya hits film, mulai dari reaksi kimia.

Film yang normal terdiri dari dasar plastik yang dilapisi dengan partikel senyawa perak. Ketika senyawa ini terkena sejumlah besar foton cahaya, membentuk atom perak. Hitam-putih film memiliki satu lapisan senyawa perak, sementara film warna memiliki tiga lapisan. Dalam film warna, lapisan atas adalah sensitif terhadap cahaya biru, lapisan berikutnya adalah sensitif terhadap hijau dan lapisan bawah adalah sensitif terhadap merah. Bila Anda mengekspos film, butir sensitif pada setiap lapisan bereaksi terhadap cahaya warna yang, menciptakan rekor kimia dari cahaya dan pola warna.

Untuk mengubahnya menjadi gambar, Anda harus mengembangkan film menggunakan lebih banyak bahan kimia. Satu pengembang kimia mengubah partikel terkena menjadi perak metalik. Film ini kemudian diobati dengan tiga pengembang berbeda yang berisi skrup pewarna pewarna. Tiga warna pewarna adalah:
* Cyan (kombinasi cahaya hijau dan biru)
* Magenta (kombinasi dari cahaya merah dan biru)
* Kuning (kombinasi cahaya hijau dan merah)

Masing-masing jenis dye-coupler bereaksi dengan salah satu lapisan warna dalam film. Dalam film cetak biasa, skrup pewarna melekat pada partikel yang telah terkena. Dalam film warna slide, skrup pewarna menempel non-terkena daerah.

Film berwarna Dikembangkan memiliki citra negatif - warna muncul kebalikan dari warna dalam adegan asli. Dalam film slide, dua pewarna yang menempel pada daerah terpajan bergabung untuk membentuk warna yang ditangkap pada lapisan terkena. Sebagai contoh, jika lapisan hijau terkena, kuning dan cyan pewarna akan melekat di kedua sisi lapisan hijau, tetapi pewarna magenta tidak akan melampirkan pada lapisan hijau. Kuning dan cyan bergabung untuk membentuk hijau.

Proses instan-kamera berkembang menggabungkan warna dalam cara dasar yang sama seperti slide film, tapi bahan kimia berkembang sudah hadir dalam film itu sendiri. Pada bagian berikutnya, kita akan melihat bagaimana para pengembang yang dikombinasikan dengan lapisan warna untuk membentuk gambar.

Bila Anda mengambil gambar dengan kamera Polaroid, kamera secara otomatis mendorong keluar film menggunakan roller di bagian dalam kamera. Sebagai keluar film kamera reagen yang tersebar di seluruh film. Ini memulai rantai besar reaksi kimia. Warna dari lapisan pewarna dibawa naik dari lapisan bawah sebagai reaksi kimia terus. Pada saat yang sama, lapisan asam bekerja dengan cara naik ke atas sementara kembali-agen yang bekerja dari atas. Setelah dua bahan kimia bertemu satu sama lain, alkali dan opacifier bereaksi untuk membuat pergantian ulang-agen yang jelas. Sebagai agen ternyata kembali-jelas gambar perlahan-lahan muncul sampai Anda memiliki sepotong film dikembangkan.



Namun, benarkah para pemakai Instax sudah puas dengan kamera polaroid yang ada saat ini?



Sumber:

-http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10392708
-http://www.teknologisederhana.com/2012/07/perkembangan-kamera.html
-http://poliklinikunik.blogspot.com/2012/08/perkembangan-kamera-dari-masa-ke-masa.html
-http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2011/12/19/mirror-polaroid/
-http://yasridanko.wordpress.com/2010/03/05/sejarah-kamera-polaroid/
-http://www.teknologisederhana.com/2012/07/perkembangan-kamera.html#.UDiiAGBREXw

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar