Sabtu, 25 Agustus 2012

Tugas 1 Autobiografi - Raquel Dhita


15 Tahun Hidup Saya

19 September 1996, Hari kamis pukul 9 malam untuk lebih tepatnya, waktu dimana pertama kalinya saya menghirup udara dunia.  Saya dilahirkan di Rumah sakit Alvernia Agusata di Jakarta, lahir dengan berat 3,65 kg. Orangtua saya sudah menikah selama 7 tahun sewaktu memiliki saya. Menurut orangtua saya, dari antara saudara – saudara saya, berat saya yang paling minim dan hampir kurang dari berat normal, bahkan rambut saya pun sangat tipis. “dulu kamu cuman sebesar botol aqua” itulah yang selalu ayah saya ucapkan setiap kali membahas ukuran saya sewaktu baru dilahirkan. Walau begitu, ternyata saya berhasil untuk tumbuh sehat sekarang. . Raquel Dhita Nanditya adalah nama yang diberikan orangtua kepada saya. Karna sewaktu kecil saya belum pandai melafalkan huruf ‘R’ saya memanggil diri saya sendiri sebagai Aqel, dan nama panggilan itu bertahan sampai sekarang.

Saya sewaktu Batita

Ayah saya Ignatius Adi adalah seorang pegawai swasta yang sebelumnya pernah bekerja sebagai Auditor, Ia adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Ibu saya juga merupakan anak pertama, namun dari 4 bersaudara. Ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan sampingannya sebagai designer. Saya pernah menyaksikani pameran busana ibu saya dan cukup mengagumi hasil karyanya walaupun saya masih kecil waktu itu untuk mengerti.  

Saya empat bersaudara, dua kakak perempuan dan satu adik laki-laki yang bedanya hanya 1 tahun dengan saya. Kakak pertama saya bernama Talita Sakuntala,  lalu kakak kedua saya bernama Michelle Andisari, dan adik terakhir saya bernama Patrick Jore. Saya sangat dekat dengan adik laki-laki saya, mungkin karna umur kami hanya beda satu tahun. Saya terlahir di keluarga Batak yang otomatis membuat saya memiliki marga. Marga saya adalah Ginting. Walau saya besar di Jakarta, orangtua saya masih sering mengajarkan nilainilai budaya Batak. Saya masih merasa bangga menjadi bagian dari orang batak, meskipun saya sudah tidak bisa lagi berbahasa batak.

Saya (tengah) bersama kakak perempuan saat saya batita
Saya (kanan) dan adik laki-laki saya

Masa Balita

Sejak lahir, saya memeluk agama Katolik. Dibabtis setelah berumur satu tahun di gereja St.Yohanes di Pamulang bersamaan dengan adik saya , lalu menerima Komuni pertama dan Krisma di gereja Santa Perawan Maria Bunda Segala Bangsa juga bersamaan dengan adik saya. 

                Saya sempat tinggal selama sekitar 2 tahun di Pamulang, Jakarta. Namun akhirnya ayah saya memutuskan untuk pindah. Sejak saya mulai bisa mengingat, saya sudah tinggal di Cibubur, Kotawisata. Setelah umur saya cukup untuk masuk sekolah yaitu sekitar umur 4 tahun, saya dimasukan ke sekolah taman kanak-kanak Katolik bernama TK Bunda Hati Kudus yang terletak tidak jauh dari rumah saya. TK saya hanya sekitar 3 menit dari rumah dengan mobil. Sejak TK saya sudah dibiasakan pulang bersama anjas, walau saat pergi saya masih diantar orangtua. Saya masih ingat hari-hari pertama sekolah, saya masih ditunggui oleh Ibu atau pengurus saya karna dulu saya sangat pemalu dan susah bersosialisasi. Bersekolah disana amat menyenangkan, saya masih ingat taman bermainnya yang luas dan saya mendapat pelajaran berenang di sekolah tersebut. Setelah pelajaran renang biasanya kami melaksanakan makan bersama yang disiapkan oleh para guru.

Saya tidak memiliki banyak teman sewaktu TK karna sifat saya yang pendiam.  Yang paling saya sukai dari TK ini adalah seragam sekolahnya yang sangat lucu. Selama TK disana saya memakai seragam model sailor, juga seragam olahraganya yang berwarna merah jambu. Saya juga termasuk anak yang tomboy. Ibu saya sering memarahi saya karna tidak mau memakai rok. Menurut orang tua saya, ini karena saya sangat dekat dengan adik laki-laik saya sehingga terpengaruh.

Sejak kecil saya sudah memiliki penyakit alergi. Kulit saya juga sangat sensitif. Setiap alergi saya muncul, kulit saya menjadi bentol-bentol dan gatal di sekujur tubuh. Kalau udara panas saya akan terkena keringat buntat, sedangkan kalau udara terasa dingin kulit saya menjadi gatal-gatal Lebih parahnya dulu setiap saya mengkonsumsi telur pasti akan tumbh bisul di kepala saya.  Karna saya selalu beralergi, ahkirnya Ibu saya memutuskan untuk membawa saya ke dokter untuk diperiksa. Ternyata daftar makanan dan hal yang saya alergi sangat banyak, bahkan saya tidak bisa mengkonsumsi susu dimana saat itu sangat penting untuk pertumbuhan saya. Saya sempat hampir setahun hanya boleh mengkonsumsi nasi dengan abon sapi atau ayam. Tapi seiring berjalannya waktu, pertahanan tubuh saya semakin menguat dan saya sudah lebih bisa memakan berbagai makanan seperti telur, susu, juga buah-buahan yang asam. Sekarang penyakit alergi saya sudah cukup berkurang, walau kulit saya tetap gatal setiap udara terelalu dingin, panas, atau berdebu, namun saya sudah bisa mengkonsumsi banyak makanan lain. Saat ini saya hanya tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi seafood. Dulu saya juga sering masuk ke rumah sakit karna harus mendapat jaitan, karna dulu sewaktu bermain saya kurang berhati-hati, saya sering dilarikan ke rumah sakit untuk dijahit luka-lukanya.

Saya (kiri) sewaktu TK

Bersama Ibu, kakak perempuan, dan adik saat TK

Masa SD

Pada saat saya berumur 6 tahun, saya masuk sekolah dasar. Saya tetap bersekolah di tempat yang sama yaitu, SD Bunda Hati Kudus. Awal-awal memasuki SD saya sagat sulit untuk mendapat teman dan menyesuaikan diri dengan pelajaran sekolah. Tubuh saya juga masih sangat kecil dibandingkan teman teman saya lainya. Dulu ibu saya memiliki kesulitan untuk membuat saya gendut dan mau makan dan juga sejak lahir sampai sekitar kelas 3, rambut saya sangat tipis, pendek dan sulit untuk tumbuh. Ibu saya sampai sudah mencoba berbagai cara agar rambut saya bisa panjang. Namun sekarang rambut saya suda bisa bertumbuh dengan normal. Kelas 3 adalah masa dimana saya mulai mau dan lebih terbuka untuk berteman. Pada saat ini saya mulai mengikuti pelajaran Bina Iman untuk persiapan Komuni Pertama. Saya juga sering disuruh Ibu saya untuk mengikuti berbagai lomba di gereja, dan biasanya berakhir dengan pertengkaran karna sewaktu itu saya anak yang pemalu dan kurang percaya diri.

saya (kiri) bersama Ibu dan saudara-saudara saya, sewaktu SD

Selama masa sekolah dasar, saya bukanlah tipe anak yang senang belajar. Yang saya lakukan hanyalah bermain dan bermain terus menerus. Sering kali Ibu saya harus memarahi saya agar saya mau belajar dan mendapat nilai yang cukup. Tapi lama-kelamaan, saya semakin sadar bahwa pendidikan itu penting dan mulai merasa malu bila mendapat nilai jelek. Setelah kenaikan dan menduduki kelas 4, barulah saya mulai tergerak untuk memperbaiki nilai dan ranking saya. Dari sebelumnya dimana saya biasanya menduduki peringkat-peringkat akhir, saya mengalami kemajuan menjadi 15 besar dari 40 anak. Saya mulai menyukai untuk membaca buku pelajaran dan merasa puas bila berhasil mendapatkan nilai yang baik. Walaupun saat itu saya masih sering bermain dengan teman-teman satu perumahaan, namun saya sudah mulai mau dan bisa mengatur waktu untuk belajar dan bermain. saya merasakan pertama kalinya dirawat di rumah sakit. Pertama kalinya saya merasakan dirawat di rumah sakit adalah saat Saya di rawat inap selama seminggu karna penyakit alergi saya kambuh dan sangat parah sewaktu saya masih menduduki kelas 4 ini.

Di kelas 5 Saya dikenalkan oleh salah satu teman saya kepada anak baru di kelasya yang ternyata sekarang menjadi sahabat baik saya sudah selama 6 tahun lebih. Saya tidak mengira akan bertahan berteman sampai selama ini, sampai sekarang dia masih menjadi sahabat baik saya dan saya masih sering bermain bersama. Saat naik kelas 6 saya semakin rajin dalam belajar karna munculnya peraturan baru waktu itu yaitu UASBN. Karna diinformasikan bisa tidak lulus, saya lebih serius dalam mengikuti pelajaran. Di tahun ini saya sudah jarang bermain dengan teman di luar jam sekolah. Saya-pun berhasil  lulus UASBN dengan nilai yang baik. Sewaktu itu saya merasa senang Karena akhirnya bisa menyelesaikan Sekolah Dasar namun juga cukup gugup karna saya selalu diingatkan bahwa SMP tidaklah semudah SD. Di kelas 6 ini, saya semakin mengenal dunia luar. Apalagi saya sudah semakin bebas mengunakan internet, dari sinilah saya semakin tertarik dengan artis-artis dan penyanyi luar.

saya (kanan) sewaktu kelas 6


Masa SMP

Saat mau melanjutkan ke SMP saya sudah dianjurkan orangtua untuk pindak bersekolah di Jakarta, namun karna orangtua saya ragu saya sudah siap , akhirnya saya tetap melanjutkan SMP di Bunda Hati Kudus seperti kakak-kakak perempuan saya sebelumnya. Namun untuk nantinya sewaktu  SMA saya tetap harus pindah ke Jakarta. Hari pertama SMP saya cukup gugup, karna saya agak sulit berteman. Tetapi ternyata saya berhasil menyatu dengan baik dengan satu kelas, dan walaupun awalnya saya cukup kesusahan dengan pelajarannya yang semakin sulit saya dapat naik kelas dengan nilai yang baik. Semasa SMP saya bisa mempertahankan posisi di 10 besar. Menurut saya masa-masa paling santai di SMP adalah sewaktu kelas 8, karna saya sudah bisa menyelesuaikan diri dengan pelajarannya dan tidak ada tekanan yang cukup besar.

Bersama teman-teman SMP kelas 8


Masa paling berkesan menurut saya adalah saat saya memasuki kelas 9. Memang tekanan di kelas 9 cukup berat karna harus berkonsentrasi pada Ujian Akhir Nasional nantinya juga masuk ke SMA yang nantinya berpengaruh untuk masuk kuliah. Namun bagi saya hal tersebut bukanlah sesuatu yang sangat membebani, apalagi dengan bantuan sekolah yang sangat memfokuskan pelajaran untuk ujian nantinya. Masa kelas 9 saya sangat berkesan karena angkatan saya sewaktu itu sudah benar-benar dekat dan menyatu. Kami kompak dan acara-acara berjalan dengan baik dan lancar dan seru. Walaupun kebanyakan dari angkatan saya pindah keluar dari dan melanjutkan ke berbagai SMA lain, namun menurut saya masih tetap menyatu.

Bersama kelas 9B

saya (tengah-belakang)  dengan teman-teman SMP

Masa SMA

Sampai sekarang, sebenarnya saya belum tahu ingin menjadi apa atau tertarik di suatu bidang tertentu. Namun dari dulu saya sudah dianjurkan untuk berkarir di bidang hukum atau politik oleh Ibu saya. Ayah saya juga mewajibkan saya dan saudara-saudara saya lainnya untuk mengambil kuliah di luar negri nantinya. Akhirnya pilihan orangtua saya jatuh ke negara prancis untuk nantinya dimana saya kuliah, karena itu setelah UAN SMP telah selesai, saya langsung dimasukan les Bahasa Prancis yang sampai sekarang kira-kira sudah berjalan selama 1 tahun.

Tadinya saya diarahkan untuk bersekolah di suatu sekolah negri yang cukup terkenal di Jakarta. Maka itu, sewaktu melaksanakan persiapan UAN SMP saya belajar keras agar hasilnya baik dan bisa masuk. Namun ternyata ayah saya berubah pikiran dan menyuruh saya untuk masuk di skolah swasta saja, akhirnya saya mencoba Tes di Labschool dan ternyata saya berhasil masuk.

Di awal-awal mulai bersekolah di Labsky, saya cukup kaget dengan hal-hal dan tradisi Labsky yang berbeda dengan sekolah-sekolah lain termasuk sekolah saya dahulu. Banyak kegiatan-kegiatan sekolah yang belom pernah saya alami sebelumnya dan, pelajaranya pun cukup berat. Namun untuk sekarang saya sudah mulai bisa menyesuaikan diri dan mengikuti dengan cukup baik. Karna saya nantinya ingin melanjutkan kuliah di bidang IPS maka itu sekarang saya menduduki kelas XI IPS 2. Saya sangat berharap, saya bisa mengikuti semua pelajaran dengan baik dan dapat melanjutkan kuliah di bidang yang diinginkan nanti, juga bisa berkarir dengan sukses.

Saya dengan teman sekelompok tugas mengunjungi Museum

Saya masih berhubungan dengan teman dari SMP

Study Tour  kelas 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar