Sabtu, 25 Agustus 2012

15 KALI MERAYAKAN TAHUN BARU



SAAT KECIL
Saya Fikry Khairytamim yg biasa dipanggil Fikry atau Tamim. Lahir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta selatan pada tanggal 23 Juli 1996 pukul 03.13 secara normal bukan sesar dengan berat 3,33 kg dan panjang 48 cm.  Saat saya baru lahir seluruh keluarga pergi untuk melihat Fikry kecil yang masih suci belum berdosa. Saat sampai rumah, Fikry kecil disambut hangat oleh keluarga dekat di rumahnya, jalan Sunan Kalijaga no.61, Tangerang. Terutama eyang kakung dan eyang putri yang sangat menyayangi Fikry kecil.

Saya lahir di keluarga yang aman tentram tanpa banyak cobaan yang membuat saya lahir dengan penuh kasih sayang dari banyak orang. Eyang putri sangat menyayangiku, bahkan diumur beliau yang saat itu genap 52 tahun memaksakan diri untuk mengajak saya keliling rumah sambil makan siang.

Umur 3 tahun pun datang, tiba saatnya Fikry kecil untuk memulai petualangan hidup yang panjang. Aku mengikuti masa KB di Sekolah Kusuma Jaya, disana aku mulai merasakan memiliki teman dan ditinggal kerja oleh orang tua. Walaupun awalnya saya sering menangis karena tidak ada di dekatku tapi lama-kelamaan saya terbiasa.

tahun baru di new zealand 2003
Setelah KB, saya melanjutkan TK di Al-Azhar 9 Kembangan. Al-Azhar tersebut terletak di daerah Meruya Ilir, sehingga saya harus bangun lebih pagi dari biasanya karena agak jauh dari rumah. Setiap pagi, mama membangunkan dan siap-siap untuk mengantar saya ke TK. Karena kantor papa sejalan dengan TK Al-Azhar, setiap pagi Saya diantar papa ke sekolahnya.

Di rumah, saya sangat suka menonton bermain mobil-mobilan dan tembak-tembakan. Namun lama-kelamaan sangat mulai tumbuh dewasa saya menjadi sangat membosankan dengan permainan yang itu-itu saja. Kadang kala, saat saya mengajak mama atau papa untuk bermain bersama, mereka suka menolak karena terlalu sudah sibuk dengan pekerjaannya dan akhirnya saat aku sudah mulai masuk TK mama berhenti bekerja dan mulai fokus untuk mengasuh anaknya.

Tidak lama setelah itu, akhirnya keluarga saya dikaruniai seorang anak perempuan. Saya sangat senang akan kehadiran adik bayi yang kecil itu. Saya merasa sekarang mempunyai teman yang bisa diajak bermain bersama dan merasa sudah mulai dewasa. Saat adiknya sudah cukup besar, saya selalu mengajak adik bermain. Saya juga selalu menjaga adiknya, dan tidak bosan-bosannya saya  menemani adik bermain apa saja. Saya sangat menyayangi adikku yg kecil. Kini, saya mempunyai Adik yang sangat asik untuk diajak main bersama. Saya tidak pernah merasa kesepian lagi karena adikku selalu ada didekatku untuk bermain bersama.

Masa-masa TK saya jalani dengan sangat senang dan gembira. saya berkenalan dengan banyak teman-teman baru yg berbeda dengan aku saat KB. Saya masuk di kelas A-3 dan mulai bermain dengan teman-teman sekelasnya, Awalnya Disana saya mulai belajar untuk membaca dan juga menulis. Saat awal masuk saya merasa malu dan segan untuk bermain, sebab saya tidak satu sekolah teman-teman KB yang saat itu sudah dekat tapi saya mencoba untuk berani.
Saya sangat suka bermain pasir dan perosotan di taman bermain sekolahnya. Taman bermain itu terletak di pekarangan sekolah, dan saat beristirahat seluruh siswa bermain di sana. Taman bermain itu seperti istana yg megah, ada rumah pohon yang sangat besar, dikelilingi kolam pasir yang tentunya lebih besar lagi. Untuk naik ke rumah pohon tersebut, terdapat banyak rintangan yg harus dilakkuka. Ada permainan bergelantung dan jembatan-jembatan panjang. Saya tidak merasa malu dan bosan lagi, karena hari terasa begitu cepat hingga saya harus dipaksa pulang karena sudah terlalu lama bermain.

Sedihnya saat itu adalah dikarenakan rumah saya cukup jauh dari rumah sehingga mama dan papa tidak sempat menjemput saya. Saya setiap hari pulang dengan jasa antar-jemput yang disediakan sekolah. Awalnya memang sedih saat pulang tanpa orang tua lama-kelamaan saya pun terbiasa.

Setelah kurang lebih 2 tahun menghabiskan masa-masa di TK yang menyenangkan dan penuh kenganan tiba saatnya untuk saya melanjutkan sekolah ke Sekolah Dasar. Mama dan papa merencanakan untuk menyekolahkan saya di SDI Al-Azhar 8 kembangan. Letaknya pun tidak begitu jauh sehingga Saya tidak perlu naik antar-jemput lagi.
tahun baru di china 2007

SAAT SD
Saya masuk ke SDI Al-Azhar 8 Kembangan saat berumur 5 tahun tapi 3 atau 4 minggu kemudian saya berumur 6 tahun. saya merasa sangat senang bisa bersekolah di SDI Al-Azhar 8 Kembangan . Saya mendapat banyak teman baru tapi sebagian juga sudah kenal karena dulunya TK di Al-Azhar 9 kembangan tapi tetap saya suasananya berbeda denga saat saya TK.  SD Saya kini letaknya relatif sama jauhnya dengan TK, sehingga saya tidak perlu merubah jadwal bangun pagi. saya setiap pagi berangkat bersama papa dan adikku yang kecil yang masih TK.


Semasa di kelas, saya terus tekun untuk belajar. Walaupun sesekali mendapat nilai yang kurang bagus bagiku, tapi saya akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan nilai terbaik. Nilai yang tidak sempurna atau kurang bagus saya perbaiki dengan belajar di rumah bersama mama yang tercinta. Sesekali saya pun bertanya kepada papa jika mama kurang tahu jawabannya dimalam hari saat papa puoang kantor. Tentu papa dengan senang hati membantu dan mengajarkan saya. saya pun tidak segan untuk bertanya-tanya tentang pelajaran lainnya yang tidak saya ketahui.

tahun baru di bangkok 2008
Pada pelajaran pokok seperti IPA,IPS, dan Matematika, saya sering pula mengalami kesulitan karena saya kurang memperhatikan guru yang sedang mengajar di depan kelas. Saya pun membutuhkan bantuan dari teman-teman sekelasnya yang bisa membantu. Tidak jarang pula saya memeberi bantuan teman sekelasnya untuk mata pelajaran lain.

saya saat membela klub rajawali
Saya tumbuh menjadi anak yang sangat aktif di sekolah. saya juga sempat ikut beberapa ekstrakulikuler yang dapat menyalurkan minat dan bakat saya. saya sempat ikut basket, sepakbola, kaligrafi, BTQ (Baca Tulis Qur’an) dan Dokter Kecil. saya sangat suka menghabiskan waktunya untuk bermain basket dirumah. Latihan biasa diadakan setiap hari senin dan rabu sehabis saya sekolah. Saya juga sempat mengikuti beberapa perlombaan. Walaupun tidak selalu menang, namun saya memenangkan suatu beberapa kejuaraan seperti antar kecamatan dan antar SD Al-Azhar. Saya sangat bangga dan senang saat itu disaat memegang piala dan mendapat piala.

Setelah lima tahun menghabiskan masa SD yang bahagia akhirnya tiba dimana saya harus menghadapi ujian akhir yang sangat menyeramkan di kelas 6. Saat itu, semua anak seumuran saya yang saat itu kelas 6, untuk pertama kalinya melakkukan ujian akhir sebagai tanda kelulusan dari SD. Mata pelajaran yang diujiankan adalah Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Saya merasa pelajaran di sekolah masih kurang hingga saya harus mengambil tambahan belajar di luar yang dekat dengan rumah.
saya mendapatkan teman-teman baru di tempat bimbingan belajar. saya juga merasa sangat nyaman dengan tempat bimbingan belajarnya yang sejuk dan jauh dari polusi kendaraan. Karena letaknya tidak begitu jauh dari rumah sehingga saya tidak perlu menghabiskan waktu terlalu banyak di jalanan. Setelah berjuang untuk belajar lebih tekun lagi. Akhirnya saya bisa lulus dari SDI Al-Azhar dengan nilai yang lumayan memuaskan. saya sangat senang, begitu juga dengan keluarga saya pastinya. Mama,papa, dan adik-adikku, semuanya ikut bersenang atas keberhasilan saya. Kini saatnya saya untuk melanjutkan ke tahap SMP. Saat itu saya memutuskan untuk mencari sekolah yang bagus dan pastinya masuk sekolah-sekolah terbaik.
Setelah masa SD yang sangat panjang, tiba saatnya saya untuk tes seleksi masuk SMP. saya sangat ingin menlanjutkan sekolahnya ke SMP Labschool Kebayoran, SMP 19, atau SMP Al-Azhar Pusat . Dengan berjuang belajar dan berdo’a dan juga mempertimbangkan dengan matang-matang , saya akhirnya memilih SMP Labschool Kebayoran sebagai perjalanan hidup saya selanjutnya.

MEMASUKI MASA SMP
Seperti masa-masa pertama kali masuk sekolah, saya merasa gugup. Tidak banyak teman-teman SD saya yang masuk ke SMP Labschool Kebayoran hanya 3 anak saja yang diterima termaksud saya. Masa-masa MOS terasa cukup berat bagi saya karena disana saya mulai diajarkan latihan kepemimpinan dan disiplin oleh OSIS. Disana saya mulai mengenal apa itu MOS atau yang biasa dikenal Masa Orientasi Siswa.

saat membela SMP Labsky
saya juga cukup kaget dengan aktivitas yang hanya ada atau yang khas di SMP Labschool Kebayoran, yaitu lari pagi. Lari pagi dilaksana hanya pada hari jum’at di pagi hari sekitar pukul 6 kurang 15 menit. Memang awalnya lari pagi tidak terdengar menyenangkan. Namun sekarang saat sudah lulus SMP, saya paling merindukan lari pagi tersebut. Saat lari pagi, biasanya ditentukan tema agar terasa lebih menyenangkan dan lebih seru. Kadang-kadang sesuai dengan peringatan nasional seperti hari pahlawan nasional atau hari anak kita harus berpakaian seperti tema tersebut.
Selain lari pagi, kegiatan lain yang hanya ada di SMP Labschool Kebayoran adalah rangakain kegiatan KARISMA. saya hampir mengikuti seluruh kegiatan tersebut karena waktu itu saya ingin menjadi salah satu pengurus OSIS di SMP Labschool Kebayoran. Tahap seleksi pertama adalah LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa), tersaringlah setengah angkatan yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Tahap selanjutnya adalah Orientasi yang terdiri dari serangkaian berbagai macam tes. Tes pertama adalah tes bakat. saya memutuskan untuk membentuk band dan saya bermain gitar, beberapa hari sebelum tes saya berlatih dirumah teman saya setiap hari agar saat tampil memberikan yang terbaik. Tes kedua adalah tes agama. saya diharuskan untuk bisa membaca al-qur’an, menghafal azmaul husna, beberapa do’a sehari-hari dan juga bacaan-bacaan sholat, menurut saya yang paling susah adalah asmaul husna karena saat itu saya tidak memiliki banyak waktu untuk menghafal . Tes ketiga adalah tes yang paling saya sukai yaitu tes fisik. Fisik yang kuat sangat dibutuhkan karena nantinya pengurus OSIS akan memimpin lari pagi tes tersebut biasa disebut tes blip yaitu tes lari yang membutuhkan kecepatan dan stamina yang kuat. Tes terakhir adalah tes makalah. Pada tes ini, peserta diminta untuk merancang beberapa contoh kegiatan yang akan di laksanakan saat sudah menjabat sebagai OSIS dan mempresentasikan di depan beberapa teman, OSIS, dan guru penguji.

bersama teman-teman saat kelas 7
Setelah mengikuti serangkaian tes tersebut, tersaringlah 62 orang yang akan ditempa mentalnya agar kelak siap menjadi OSIS, tapi sayangnya saya tidak lolos di ketahap ini.

Saya saat mengerjakan tugas bahasa indonesia membuat film pendek

perpisahan kelas 9E
SMP terasa sangat cepat, tidak terasa saya sudah naik ke kelas 9 dan harus menghadapi satu ujian yang menakutkan ini. Yaitu Ujian Nasional agar bisa lulus dan meneruskan ke SMA berikutnya. Lagi-lagi saya harus belajar lebih rajin lagi dan ikut bimbingan belajar untuk mempermudah belajar. Ujian Nasional terdiri dari 4 mata pelajarn, yaitu Bahasa Indonesia, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Selain Ujian Nasional, juga ada Ujian Akhir Sekolah yang harus dilewati. Ujian Sekolah terasa lebih berat, karena selain mata pelajaran yang di UAN-kan, Ujian Akhir Sekolah juga memasukkan mata pelaran seperti IPS, PKn, dan masih banyak lagi. Namun saya terus berjuang untuk mendapatkan nilai terbaik.
Setelah pemantapan di sekolah, saya mengambil bimbingan belajar lain di luar sekolah. Tak jarang saya harus pulang isya dan sangat lelah sekali hari-hari tersebut. Namun saya lakukan ini semua untuk mempersiapkan diri saat Ujian Akhir Nasional nanti agar nilainya jadi maksimal.

foto saat wisuda (kedua dari kanan)
MULAI MEMASUKI MASA SMA
saat farewell
Banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan di SMP Labschool Kebayoran. Teman-teman saya di kelas 7, 8, dan 9 telah banyak memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga dan mengesankan. Semua kebersamaan yang tercipta mulai dari MOS, KALAM, AKTUAL, BIMENSI, TO UAN, Paket, Farewell, dan berbagai macam acara lainnya membuat saya sadar akan arti penting persahabatan. Mereka semua, teman-teman angkatan 8 Scavolendra Talvoreight adalah teman-teman yang tak tergantikan sampai kapan pun. Kegiatan yang sangat padat ini pastinya membuang banyak tenaga dan waktu, tetapi pengalaman ini belum tentu bisa didapatkan di sekolah lainnya. Saya sangat bangga dan bersyukur telah menjadi bagian dari SMP Labschool Kebayoran dan saya terus mendapatkan lebih banyak lagi pengalaman berharga lagi ke depannya.

bersama teman saya di sydney
Saat SMA saya menghadapi MOS dan saya menyelesaikan masa orientasi itu dengan lancar, dan ternyata teman sekelompok saya saat MOS adalah temen sekelas juga jadi sehabis MOS kita bertemu dengan mereka lagi. Agak aneh rasanya saat berubah dari seragam yang bercelana biru menjadi celana abu-abu.
Saya masuk ke kelas XE dan disana saya mengalami banyak sekali kejadian yang tak terlupakan mulai dari TO, BINTAMA, dan hal-hal konyol yang kami lakkukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar